Monthly Archives

April 2005

guest & press

Jodoh

April 2, 2005
artikel untuk mading POTLUCK coffeebar & library

Tuhan menciptakan makhluk secara berpasangan.
It’s absolutely true. Coba deh kita berpikir sebentar. Betapa garingnya dunia kalau tidak demikian. Ada siang ada malam. Mungkin akan membosankan kalau setiap hari adalah siang dan bagaimana kalau setiap hari kita mengalami musim dingin tanpa berganti dengan musim panas.
Ada yin, ada yang. Semua diatur berjalan dengan seimbang. Itu juga sebabnya kenapa laki-laki diciptakan untuk berpasangan dengan perempuan. Seperti Hawa yang diciptakan untuk menemani Adam. Dengan kata lain, semua ada jodohnya.
By the way, lepas dari jodoh, pernah nggak sekali-sekali memperhatikan seseorang yang sedang membaca buku?
Rata-rata kalau saya lihat, para bookish itu senang membaca dengan ‘ditemani’ elemen penting. Lagu yang cenderung tidak berisik, secangkir kopi dan mungkin juga rokok sebagai sesuatu yang ‘wajib’ ada saat membaca.

Lantas, apa hubungannya jodoh dengan buku?

Kalau boleh menjodohkan, maka saya akan menjodohkan buku dengan suasana. Sebagai orang yang addicted to book, selain secangkir kopi dan lagu yang pas, saya membutuhkan tempat yang enak untuk membaca atau sebisa mungkin menciptakan suasana yang nyaman untuk menikmati lembaran-lembaran buku.
Suasana memang sebuah faktor penting yang membuat ritual membaca buku itu jadi lebih khusyu. Meski sudah ada ‘peralatan’ pendukung seperti segelas ice coffee latte atau sebatang rokok, mood membaca buku bisa-bisa hilang kalau suasananya tidak membangun.

Karena itu bila berkunjung ke Potluck saya senang berlama-lama disini. Begitu memasuki jalan Teuku Umar yang rindang dengan pohon-pohon di tepi jalan, suasana itu sudah terbangun dengan sendirinya. Apalagi ketika melangkahkan kaki saat memasuki Potluck. Elemen air langsung menyejukan hati. Lagu yang pas menyambut saya saat memesan kopi sambil memilih kue-kue lezat yang cocok untuk menemani membaca buku yang bisa kita pinjam di library-nya Potluck.

Pilih tempat duduk yang nyaman dan langsung memanjakan kegemaran kita membaca buku sambil sesekali membiarkan tenggorokan dialiri Moccacino. Beberapa jam akan berlalu tanpa terasa. Untuk menyegarkan pandangan mata, ada banyak masterpiece seniman-seniman muda yang dipajang di gallery Potluck. I don’t think I have to go anywhere.

Selain untuk membaca, Potluck juga telah berhasil menyelamatkan saya saat rendezvous dengan beberapa teman. Kami bisa berkumpul di sebuah ruang yang lebih privat tanpa mengorbankan suasana nyaman saat saya menunggu kedatangan mereka ketika membaca buku.

Well, kembali ke topik pasangan. Kalau saat ini status anda masih single, silahkan berharap semoga ketika anda sedang membaca buku di Potluck, ada seseorang yang duduk disamping mengulurkan tangan untuk berkenalan. Dan siapa tahu, dia adalah jodoh yang selama ini sudah ditunggu. Bukankah semua diciptakan secara berpasangan? Have a lucky day!