getaway

rabat – morocco

June 1, 2005
artikel travel untuk TRAX magazine, Juni 2005


MOROCCO:
AN UNFORGETTABLE PLACE
TO SEE


Kalau mendapat kesempatan berlibur kemana saja di dunia ini, kebanyakan orang Indonesia dipastikan lebih memilih untuk berlibur ke Eropa. Kemungkinan besar, Afrika tidak termasuk dalam 10 unforgettable places to see versi kamu. Coba pikir-pikir lagi deh kalau sampai melewatkan Morocco. Negara yang terletak di Afrika Utara. Pergi ke Morocco akan membuat kita merasa pergi ke sebuah tempat pada ratusan tahun yang lalu. Bangunan-bangunan tua dengan sentuhan art deco yang dominan dan benteng yang melindungi tiap kota tua di Morocco masih terawat dengan baik. Bagi kamu penggila bangunan tua, then Marocco is the perfect place to see.

Kontributor Ninit Yunita melaporkan hasil perjalanannya dari Rabat- Morocco, untuk kalian.

MOROCCO IN GENERAL

Secara geografis, Morocco terletak tidak jauh dari Spanyol. Hanya saja terpisah oleh selat Gibraltar. Melihat letaknya yang tidak jauh dari Eropa, tidak mengherankan bila terlintas bahwa kebudayaan mereka akan banyak terpengaruh Eropa. Tapi ternyata the cultural shock is extremely high. Justru pengaruh timur tengah-lah yang sangat terasa. Mungkin pengaruh Eropa yang terasa adalah gaya berpakaian anak-anak mudanya yang meski tertutup tapi sangat trendy dan bahasa Prancis sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi.

WHERE TO GO IN RABAT

Rabat adalah capital city-nya Morocco. Merupakan pusat pemerintahan dan istana utama raja Morocco, King Hassan II berada disini. Tempat yang harus kamu kunjungi pertama kali begitu kamu sampai di Rabat adalah Hassan Tower. Dari stasiun kereta api yang ada di tengah kota, kamu tinggal naik taksi dan membayar kurang dari 10 Dirham untuk menuju kesana.

HASSAN TOWER
Begitu akan memasuki area Hassan Tower, kamu akan disambut oleh dua penjaga berkuda lengkap dengan pakaian yang khas di setiap pintu masuk. Menara setinggi 44M akan jadi fokus para turis. Pada abad ke 12, sebuah masjid akan di bangun di area ini. Pembuatan menara dilakukan pertama kali sementara untuk prayer area-nya baru dibuat kolom-kolom. Too bad, pembuatan masjid tidak pernah selesai dan sebagian hancur oleh gempa bumi tahun 1755. Sehingga yang tersisa adalah menara yang pada awalnya direncanakan setinggi 80M (yang berdiri sekarang hanya setinggi 44M), 42 pilar terbuat dari marmer dan 312 kolom berwarna putih.

THE MAUSOLEUM OF MOHAMMED V
Masih di area Hassan Tower, terdapat sebuah bangunan dengan arsitektur yang eye catching. The Mausoleum of Mohammed V adalah tempat yang dibangun pada tahun 1971 untuk menghormati Mohammed V, raja Morocco. Bangunan ini adalah perpaduan masterpiece Hispano – Moresque arsitektur dengan seni tradisional Morocco. Dijamin deh puluhan gambar akan memenuhi kamera digital yang kamu bawa.

ROYAL PALACE
Kalau penasaran pengen lihat istana raja, jalan kaki dari stasiun kereta api aja. Lumayan agak jauh sih tapi pasti nggak akan kerasa karena pemandangan sekitar will keep your eyes entertained. Ada beberapa aparat keamanan yang menjaga disudut tertentu. Dari pintu masuk area istana menuju bangunan utamanya lumayan jauuuh banget! Tapi namanya juga turis, pasti tetep semangat dong. Kalau sedikit capek, liat ke atas aja. Ada ratusan burung merpati yang terbang.

CHELLAH THE GATE
Beberapa kilometer dari Mausoleum of Mohammed V, terletak diluar benteng kota adalah Chellah. Disinilah orang-orang Romawi membangun kota tua Sala, meskipun tidak ada reruntuhan yang secara signifikan ditemukan.

– – – – –
Transportasi
Paling seru keliling ke berbagai kota di Morocco dengan menggunakan Kereta Api. Selain murah, Kereta Api-nya nyaman banget! Bersih dan ber-AC. Untuk first class, tersedia Kereta Api dengan kompartemen. Lumayan kan kalo sepi, kamu bisa sekalian tidur apalagi kalau kamu dalam perjalanan dari Rabat menuju Fez. Mending milih buat pergi malem aja biar sekalian ngehemat nggak nginep di hotel. Banyak banget backpackers Eropa melakukan hal yang sama. Kalau lebih memilih pake pesawat, siap-siap aja merogoh sekitar 1000 Dirham.

Money Changer
Mata uang yang digunakan adalah Dirham. Tidak akan sulit untuk menukar Euro atau Dollar. Bila malas pergi ke bank, gunakan saja mesin yang banyak ditemukan di tepi ruas jalan.

Bahasa
Bahasa Arab adalah bahasa yang banyak digunakan oleh orang-orang Morocco. Tidak mengherankan karena orang-orang Morocco secara fisik tidak jauh berbeda dengan orang-orang Timur Tengah, Hampir jarang terlihat orang-orang Afrika yang berkulit hitam disini. Meski demikian, Bahasa Prancis adalah bahasa yang juga digunakan sebagai alat komunikasi. Sebagian orang Morocco pun memahami Bahasa Inggris.

Baju
Dengan fasilitas Visa On Arrival menandakan kalau Morocco ini welcome banget dengan kedatangan turis. Saat berada di airport Charles De Gaulle – Prancis,, banyak banget segerombolan turis Jepang dengan tujuan Morocco. Selain itu Morocco adalah tujuan favorit orang-orang Eropa. One thing that you have to keep in mind adalah jangan menggunakan celana pendek atau tank top. Berpakaianlah yang sopan mengingat pengaruh Timur Tengah yang kuat disini.<

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply ratna July 12, 2011 at 10:33 am

    betuuuLLL banget, teh ninit! sejak resign dari airlines, tempat2 yg bikin saya kangen salah satunya adalah Morocco & Johannesburg….i REALLY missed those places! saya suka setiap sudut casablanca dgn aroma shishanya (krn saya seringnya ke casa ketimbang kota2 lain di morocco) & makanannya…mMmm the dessert is so yummy :) anyway, saya bener2 jatuh cinta sama buku Traveler’s Tale! ^_^

  • Leave a Reply