Daily Archives

September 16, 2005

read & write

book launch: test pack

September 16, 2005

Dateng dong dateng dong dateng dong ke:
Book Launch: TEST PACK
Sabtu 17 September 2005
@ POTLUCK Coffeebar & Library JL Teuku Umar 9 Bandung
Jam 15.00 – 18.00

Pembicara:
Fira Basuki (Penulis & Editor In Chief SPICE! Magazine)
Salman Aristo (Penulis Skenario & Jurnalis)
Adhitya Mulya (Penulis novel best seller JomBlo & Gege Mengejar Cinta)
FX Rudy Gunawan (Editor Test Pack, Penulis & Jurnalis)

MC: Vinka Rae (SKY FM)

Test Pack is
Sponsored by:

Belum punya Test Pack?
bisa dibeli on the spot… dapet discount yang gila-gilaan lagi sekalian dapet merchandise!!!

Dateng yaaaa… ditunggu banget. Sekalian ngumpul… we’re going back to Africa on Sept 19… so, really hoping to see you there.

Fira Basuki: No need to say more. My testimonial is in this book. Don’t you trust me?

More Testimonials
From: Jurnal Seorang Pecinta Hidup
mengharu biru, sampe bengkak nih mata. jadi pengen cepet2 nikah he..he…
popsicle : bagus, lucu, romantis & mengharukan

odjie, Wednesday, September 14, 2005:
gile Test Pack gokil juga yaa..yang gw inget intensifikasi penyerbukan (bahasa yang “bagus” teh:))…lebih dewasa dibanding KPG..
novelnya asli bagus banget pokoknya selalu ditunggu tulisannya yang lain yaaa…..emang buku kamasutra yang asli tu terbitan mana sih teh??

– medina -, Thursday, September 15, 2005:
teh ninit,,, pakabar? wuaaah,,, stlh susyah payah, akhrnya aku nemuin jg “Testpack”-nya. Abs di bandung lumayan susah nyari “Testpack”, bahkan toko buku paling besar yg ddpn BIP itu. Buku teteh laris manis,,, =)

“Testpack” keren! lebih dewasa & judulnya lebih berani. Pas awal2 “Testpack” baru diumumin di situs “istribawel”, saya langsung ke toko buku X di bandung.

saya (S): teh, “testpack” ada?
pramuniaga (P): haaah, apa? testpack? (dia bingung). tar saya tanya dulu.
(eh, pramuniaga yg laen malah ngetawain. dasar bodoh!)
S: itu loh, “Testpack” novelnya ninit yunita yg baru, tauuu’,,, (nyolot tea)
P: ooooh,,, (nyengir) ga ada, teh. blom masuk
S: =(

btw, inti dari testi ini adlh,,,
seLaMeT ya aTas LauNcHin9 “teStpaCk”-nya. sukses terus and keep on writing, Teh! =)

NaNa, Thursday, September 15, 2005:
Dear Ninit…
Gue bbrp hari yang lalu beli buku loe, Test Pack.
Keren…!!!
Ringan tapi dalem. Gue suka kalimat2 yang loe gunakan…so smooth dan nggak bikin pusing. Menurut gue sih lebih baik dari novel sebelumnya.

Heramesayu, Wednesday, September 14, 2005:
Haiii, Teh Ninit! Salam kenal, namaku Ayu.. ;)
Teh, aku baru aja kelar baca Testpack-nya. Bagus. Aku suka. Lebih mateng dibanding Koq Putusin Gw? Makin keliatan wise-nya. Tp emang dari dulu aku suka ma tulisan & pemikirannya teh Ninit (yang aku baca di istribawel). Saking wise-nya sampe2 udah nyiapin buku dongeng pengantar tidur untuk anaknya kelak. Duuhh ^_^

Ditunggu buku selanjutnya ya, teh.. :)

Mint, Thursday, September 15, 2005:
cOnGrAtULaTiOn On 2Nd nOvELs ReLeaSeD! ^_^
would love to read it ..but its not avail here,vin malaysia.. ive read the commentator view and ur books review ..woow! all the positive view and outcome! gud works ninit!
gosh! i really really really wanna read it!!!!

From:Agung Nugroho
Di novel ke dua ini, Ninit mencoba membawa pembacanya melihat dari sudut pandang Tata dan Rahmat, pasangan 30-something yang udah tujuh tahun menikah dan belum juga punya anak. Sebagaimana umunya reaksi orang kalo baca novel ke sekian dari seorang pengarang, maka gue otomatis membandingkan TP dengan “Kok Putusin Gue” (KPG) and here’s my verdict:

* Dari segi teknik penuturan, TP merupakan lompatan jauh ke depan. Cerita mengalir dengan cepat dan efisien, penyisipan humor lebih murah hati dan cerdas. Bab ke bab diceritakan dari sudut pandang suami dan istri secara bergantian, bikin pembaca ingin cepet2 membalik halaman.
* Fluktuasi emosi lebih tajam. Di bagian2 tertentu pembaca diajak terharu-biru menyelami perasaan seorang istri yang mengidam-idamkan kehadiran anak, di bagian lain ketawa-ketawa sendiri baca nama2 ajaib para tokoh yang mengingatkan pada nama2 tokoh komik Asterix, atau kehadiran tokoh berkepribadian konyol dan basi sebagai penyegar – trademarknya novel2 Ninit dan Adit.
* Penokohan karakternya lebih fokus dan kuat. Setelah tutup buku, gue yakin para pembaca akan mampu menjawab pertanyaan “Si Tata / Akang tuh orangnya gimana sih?” .
* Buat yang sering baca blognya Adit dan Ninit akan menemukan buku ini lebih personal dari KPG. Ada beberapa adegan yang mengingatkan pembaca pada pengalaman mereka yang pernah ditulis di sana.
* Aspek KPG yang kembali muncul di buku ini: pengemasan situasi sedemikian rupa sehingga pembaca berpikir ‘gue juga suka gitu tuh’ atau ‘gue kenal tuh orang yang kaya gitu’.

Secara umum, buku ini merupakan improvement bagi Ninit. Gue nggak akan heran kalo setelah baca buku ini, pasangan2 yang lagi ingin, nggak ingin punya, udah punya, atau pernah punya anak akan merenungkan kembali makna seorang anak.

Dan buat yang mempertanyakan obyektivitas gue dalam menulis review ini; memang gue akui kalo bukan Ninit yang nulis nggak akan gue tertarik beli novel dengan judul alat tes kehamilan. Tapi insya Allah, rasanya sih, penilaian2 yang gue tulis setelah baca bukunya adalah obyektif. This book’s worthed to read. And buy, of course. Sekalipun dengan penuh perjuangan.

From Shanti Shaptaning
Sebagai penikmat tulisan2 Ninit di blog-nya, gue menemukan beberapa kutipan dan dialog yg diangkat dari tulisan di blog lamanya. Membuat gue serasa lebih mengenali tokoh2 yg ada di dalamnya ….:p
Sountrack potongan lagu jg masih ada di buku kedua ini, mungkin untuk menyambung benang merah dgn buku pertama “Kok Putusin Gue”
Gue salut pada Ninit yg bisa sedemikian dalam menyelami apa yg Tata rasakan, padahal gue yakin Ninit belum mengalaminya. Atau sudah ? :p
Di buku ini gaya bercerita Ninit lebih mengalir, ringan, tapi isinya menohok.
Cuman …ada sedikit cuman niy ….cuman dikit doang kok !! :D
Tapi bilangnya ntar aja ah, pas ketemuan skalian nodong tanda tangan ..hehehe

Jadi kesimpulannya ? Beli deh bukunya, asyik buat dibaca !! ;))

From www.rauffy.multiply.com
hhmm…
di buku Test Pack ini kayaknya Ninit dari pertama emang udah membatasi jumlah tokoh2 dalam novelnya, sehingga dari awal sampai akhir selain tokoh utama-nya cuma ada beberapa saja dan gak bertambah..
Ini point utama bagi gwe yang gak terlalu addict baca novel….apalagi kalo dah bejibun tokohnya…puyeng ngebayangin karakter tokoh2nya…hehheheh

Trus, ibarat menyusun makalah…Ninit dalam bukunya kali ini hanya membatasi masalah pada tokoh utama-nya saja…dengan sedikit selingan tokoh tambahan…tapi tetap konsisten dgn permasalahan tokoh utama….
Jujur ajah…sempet terpikir pas klimaks cerita, ada “celah” yang memungkinkan cerita untuk melebar kemana-mana…(mungkin kalo dibuat sinetron bakal panjang banget tuh serinya…) tapi Ninit langsung menutup “celah” tersebut dengan mengembalikan ke alur ceritanya semula…itu point yg sangat bagus..

Pokoknya beli aja deh…hihihihihih..
Lumayan menohok ceritanya…:P