Daily Archives

September 30, 2005

daily living

Annoying People – Part 2

September 30, 2005

Posting ini sekaligus memberi tips, bagaimana menjadi tetangga yang baik.

Akhir-akhir ini… most of the expats go home for a holiday. Kita juga kemaren mudik 2 minggu ke JKT & BDO. Nah, sebelum pergi mudik… gua janjian sama tetangga, Ibu India, buat gantian nyiram tanaman. Jadi selama kita mudik itu, she will come to our apartment to water plants. That’s why I left the key to her. 

Kita nyampe Abidjan itu hari Senin malem, sementara tetangga gua itu pergi ke (tentunya) India hari Jum’at. Jadinya kita ngga ketemu. But of course I keep my promise to water her plants. Her instruction was… ‘just water the plants… you don’t have to do anything (cleaning the house, washing their clothes, counting how many onion she has… hehehe bo’ong deng! yang ini cuma karangan gua aja. Lagian kalo iya, capek juga ya beresin apartemen orang hihihi).

Kayaknya… Ibu India ini lupa ngasih instruksi ke gua bahwa tiap hari Rabu & Sabtu, her maid will come to clean their apartment.

So… terjadilah… a not very funny situation last Saturday.

Sebagai pasangan yang ingin memiliki versi -mini me or mini him- … Sabtu pagi yang cerah ceria itu kita gunakan untuk memadu kasih (aduh!!! memaduuu… huehuehueeu).
Baru juga mulai…

“Teng tong…”

Gua dan adit langsung bete. Arghhh! gangguuu…

“Biarin aja deh.” Kata gua ke adit. Soalnya kita emang jarang-jarang kedatangan tamu. Kalaupun ada tamu, biasanya udah janjian dulu mau dateng. Paling yang dateng tukang AC yang biasa dateng berkala untuk maintenance (tapi gua inget, tukang AC ngga pernah dateng pas weekend… see, konsentrasi langsung pecah deh).

Selang beberapa detik kemudian… orang yang nge-bel rumah itu terus-terusan nge-bel LIKE A MANIAC!!!
Sumpaaah… beberapa kali dengan gaya orang ngga sabar… serius!!!
I think she has the energy to press the bell all day long. Ya udah terpaksa daripada hipertensi, adit buka pintu.

Who’s the person who rang the bell like a maniac?

Ibu India’s friend.

There she was. Standing in front of our door. Gave adit the best smile in the world.

What did she say?
“I called you… but no answer. That’s why I come. Ibu India’s maid is here… can I have her key?”


Ooookay!

Of course you can come anytime… and to make you happy, you can press our door bell then runaway just like children do… BUT NOT LIKE A MANIAC!!!

I mean… think about it.

There is no doubt kalo lagi memadu kasih, we won’t answer any calls. That’s what we did last Saturday. We used the telephone line for internet connection. YES! we’re back to dial up connection because our ADSL isn’t working. And of course… kita juga ngga akan buka pintu and let her wait because we’re seriously taking a gymnastic class at home!

Hehhehe… jeritan hati. Abis masih gondok, bow!

The moral of the story is:
1. Jadi lah tetangga yang baik dan penuh pengertian. Terlebih lagi jika orang yang dikunjungi, menikah kurang dari 1.5 tahun dan belum punya anak.
2. Bel rumahku 3X… kalo ngga ada orang yang buka, I believe you know the direction to your place.

Think about it, someone may try to get a gold medal and doing sports inside. You may fail them.

Have a nice weekend everyone!