getaway

kekuatan sihir maroko

September 2, 2005

artikel travel majalah DEWI – SEPTEMBER 2005

Sebuah negara di belahan utara Afrika, terletak beberapa kilometer dari benua Eropa (tepat di bawah Spanyol yang terpisahkan oleh selat Gibraltar) yang memiliki seribu pesona sehingga banyak dikunjungi para wisatawan asing.

Tapi ada satu hal yang berbeda.

Para wisatawan tersebut selalu ingin kembali untuk mengunjungi Maroko.

CASABLANCA

Bila anda terpesona dengan sebuah film klasik berjudul Casablanca yang dibintangi oleh Humphrey Bogart dan Ingrid Bergman, penulis yakin anda akan jauh lebih terpesona saat mengunjungi Maroko, negara dimana Casablanca berada.
Awalnya kota besar ini bernama Anfa yang sangat maju dalam hal perdagangan. Bangsa Portugis kemudian mengambil alih Anfa dan mengubah nama kota ini menjadi Casa Branca. Mereka menetap di sana sampai terjadi gempa bumi yang terjadi di tahun 1755. Adalah seorang sultan bernama Sidi Mohammed ben Abdallah yang merekonstruksi kembali Casa Branca yang kemudian mengubah nama kota ini dengan Dar el Baida. Kedatangan bangsa Spanyol sampai akhir abad 18 membuat Dar el Baida berganti nama menjadi Casablanca yang kita kenal sampai sekarang.
Casablanca adalah kota terbesar di Maroko, terletak diantara Fez dan Marrakech, yang merupakan pusat perekonomian, industri dan keuangan. Meski merupakan kota modern, pemandangan indah dengan bangunan tua bergaya art deco masih sangat terawat dan dapat dengan mudah kita lihat hampir di setiap ruas jalan Casablanca.
Beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah The Hassan II Mosque, Old Medina dan Quartier des Habous.

The Hassan II Mosque
The Hassan II Mosque adalah sebuah permata arsitektur modern. Masjid besar yang terletak di jantung kota Casablanca adalah bangunan yang langsung mendominasi pandangan para wisatawan. Masjid besar ini dibangun pada tahun 1989 sebagai peringatan ulang tahun King Hassan II yang ke 60. Arsiteknya adalah Michel Pinseau yang berkebangsaan Prancis, sementara untuk pengerjaan seni dan detil dilakukan oleh para seniman terbaik Maroko. The Hassan II Mosque adalah satu-satunya masjid yang dapat dimasuki oleh wisatawan asing non muslim di Maroko. (This photo courtesy of Jean-Louis BENOIT-GUYOD).

Old Medina
Salah satu bagian dari Casablanca yang merupakan ‘kota’ dengan arsitektur lama dinamakan Old Medina. Terdapat banyak sekali kiosk yang menjual berbagai macam barang mulai dari souvenir khas Maroko yang berasal dari berbagai kota seperti permadani yang khas dari Rabat; keramik dari Sale dan Safid; bordiran dari Fez dan Azemour; perhiasan perak dari Tiznit, Taroudant dan Tangiers.
Bila anda penikmat arsitektur, tentu anda akan menikmati saat berada di Old Medina ini. Arsitektur bangunan dan labirin yang klasik sangat kontras dengan bangunan yang ada disekitarnya.

Quartier des Habous
Tidak jauh dari The Hassan II Mosque, terdapat sebuah lingkungan asri dan bersih bernama Quartier des Habous. Dimana terdapat sebuah masjid dan rumah para penduduk dengan labirin. Tidak berbeda dengan Old Medina, di bagian kota Casablanca ini terdapat para pedagang yang menyediakan kerajinan khas Maroko. Selain yang tersedia di Old Medina, kita dapat menemukan cermin, lampu dengan detil logam yang indah dan berbagai macam kerajinan yang terbuat dari kulit. Mulai dari sepatu, sarung bantal dan dompet.

MARRAKECH

Eksotis dan eksotis! Itulah kesan yang akan mengisi otak kita begitu menghirup udara segar kota Marrakech. Mengunjungi kota yang satu ini tidak cukup dalam satu hari saja karena anda pasti akan enggan untuk meninggalkannya. Dari Casablanca, Marrakech dapat ditempuh selama 5 jam dengan menggunakan bus atau satu jam dengan menggunakan pesawat. Jangan khawatir, semua fasilitas transportasi dari satu kota ke kota lain sangat nyaman. Perjalanan panjangpun tidak akan terasa karena pemandangan indah yang tersaji disepanjang jalan.
Banyak orang menamakan Marrakech dengan sebutan ‘Red City’ karena warna merah yang mendominasi banyak bangunan di Marrakech. Perlu diketahui, Marrakech adalah salah satu dari empat kota kerajaan di Maroko selain Fez, Meknes dan Rabat. Marrakech adalah ibu kota dari dinasti Almoravid dan Almohad. Posisi geografisnya sangat penting karena terletak tidak jauh dari samudra Atlantik dan gurun Sahara. Selain itu terdapat banyak persimpangan jalan menuju kota-kota penting lainnya seperti Casablanca, Fez, Agadir dan Meknes.

Minaret of the Koutoubia
Dengan ketinggian 77M, menara masjid Koutoubia yang dibangun pada tahun 1190 merupakan icon kota Marrakech yang ‘menguasai’ langit-langit di area Old Medina. Seperti Monas bagi Jakarta atau menara Eiffel bagi Paris.
Ketika matahari tenggelam, pemandangan fantastis akan membuat hati kita berdecak kagum melihatnya. Dikelilingi Koutoubia Garden yang luas dan indah, saat adzan berkumandang, kaum muslimin akan segera memasuki masjid. Sementara para turis berjalan dengan nyaman di trotoar yang besar dan ramah bagi para pedestrian.
Minaret of the Koutoubia merupakan bukti kesempurnaan Hispano-Moresque art di Maroko. Material yang membangun menara yang megah adalah perpaduan dari bata, semen dan batu.

Djemaa – el Fna
Dengan berjalan kaki dari area Koutoubia, kita akan sampai di Djemaa – el Fna, sebuah tempat seperti lapangan yang banyak menyedot para wisatawan asing. Tempat dimana jantung kota Marrakech berdetak. Saat malam menjelang, suasana berubah luar biasa meriah. Dengan penerangan beratus-ratus lampu berbagai atraksi ditampilkan oleh para musisi lokal. Selain itu ada penari, atraksi ular, acrobat, pencerita, pemakan api, seniman Henna sampai doger monyet yang penuh dikelilingi pengunjung. Selain berbagai macam atraksi, di Djemaa – el Fna terdapat banyak kiosk buah-buahan seperti orange yang bisa langsung dibuat jus dengan rasa yang sangat menyegarkan, kiosk berbagai macam jenis kurma dan makanan. Para ‘chef’ foodstall cukup agresif mengajak para turis untuk mampir.
Percayalah, anda tidak akan merasakan jarum jam yang berputar mengarah pada tengah malam. Malam seperti tidak akan berakhir ketika anda berada di Djemaa – el Fna.

Old Medina
Sama seperti di Casablanca, di Marrakech pun terdapat sebuah tempat dengan arsitektur tua yang bernama Old Medina. Banyak terdapat kiosk yang menjajakan souvenir. Yang sangat mudah ditangkap mata adalah permadani khas Maroko dengan warna-warna yang menarik.

Bahia Palace
Sebuah istana yang diperuntukkan bagi salah seorang permaisuri raja yang bernama Bahia. Dari keempat istri, Bahia adalah yang paling disayang sang raja karena melahirkan anak laki-laki pertama. Lagi-lagi kita akan mengagumi keindahan arsitektur bangunan diatas tanah seluas 8 hektar ini. Bahia Palace dibangun kira-kira pada akhir abad ke 18.
Mengikuti adat Maroko, pada pertengahan ruang selalu terdapat fountain dengan udara terbuka yang dikelilingi oleh berbagai macam tumbuhan seperti orange, anggur dan pisang.

Al-Badi Palace
Al-Badi Palace adalah bukti keindahan luar biasa dari masa lalu. Meski sudah dalam keadaan yang tidak sempurna, hal itu dapat kita lihat dari sisa-sisa kemegahan istana. Dibangun di area yang luas, Al-Badi Palace kini digunakan sebagai tempat festival cerita rakyat Marrakech dan festival film Islam dunia.

Majorelle Garden
Adalah Jacques Majorelle, seorang pelukis kelahiran Nancy-Prancis yang datang untuk pertama kalinya ke Marrakech dan pada tahun 1924 mengubah sebidang lahan menjadi sebuah taman yang indah. Taman tersebut hingga kini terkenal dengan nama Majorelle Garden dan sejak tahun 1947, terbuka untuk umum.
Majorelle Garden dapat dikatakan sebagai sebuah taman abad 20 yang paling ‘misterius’. Dikatakan demikian karena Majorelle Garden merupakan ekspresi individual seorang seniman yang sangat langka. Dapat dilihat dari berbagai tumbuhan yang ada di tempat ini, Jacques Majorelle adalah seorang kolektor tanaman yang sangat penting pada masanya.
Sebagai informasi, seorang perancang pakaian terkenal Yves Saint Laurent mendapat kepercayaan untuk menjaga keberadaan Majorelle Garden dimasa depan.

Sarana Transportasi di Maroko

Kereta Api
Kereta Api merupakan sarana transportasi yang sangat nyaman untuk digunakan bila anda ingin mengunjungi berbagai kota yang ada di Maroko. Office National des Chemins de Fer (ONCF) yang bertanggung jawab atas pelayanan kereta api. Nyaman, bersih, cepat dan harga tiketnya cukup murah. Para turis terutama backpackers dari Eropa sering penulis jumpai menggunakan kereta api saat bepergian.
Rute utama adalah:
1. Marrakech-Casablanca-Rabat-Meknes-Fez-Oujda
2. Marrakech-Casablanca-Rabat
3. Marrakech-Casablanca-Meknes-Fez
4. Casablanca-Rabat-Tangier.

Rute yang sering digunakan adalah dari Fez menuju Rabat dan Casablanca, dengan pelayanan lima kali dalam sehari dan dua overnight service.

Pesawat Terbang
Bila anda memilih untuk menggunakan pesawat untuk mencapai satu kota di Maroko, pesawat terbang merupakan salah satu pilihan yang tepat. Royal Air Maroc adalah maskapai penerbangan yang menyediakan jasa untuk itu.

Bis
Menggunakan bis di Maroko tergolong sangat nyaman dengan manajemen yang professional. Terminal bis yang penulis jumpai di Casablanca sangat bersih tanpa hiruk pikuk para pengguna jasa. Tiket diproses secara elektronik dan barang bawaan disimpan di bagasi. Prosesnya hampir mirip dengan menggunakan pesawat terbang.
Saat penulis berkunjung ke Marrakech dari Casablanca dengan menggunakan bis, perjalanan selama 5 jam ternyata tidak membosankan. Pemandangan kebun yang hijau dan suasana pedesaan Maroko yang sangat indah akan memaksa anda untuk meraih kamera dan mengabadikannya dalam gambar.

Taksi
Untuk transportasi dalam kota tersedia berbagai jenis taksi. Sebagai turis, anda tidak perlu khawatir karena hampir semua taksi menggunakan argo meskipun terkadang untuk beberapa kota tertentu untuk mencapai airport kita harus melakukan tawar menawar dengan sopir taksi.

Kereta Kuda
Bila anda pergi bersama pasangan dan ingin merasa romantis, cobalah untuk menikmati kota dengan menggunakan kereta kuda. Penulis menjumpai banyak kereta kuda di Marrakech. Kereta kuda yang digunakan cukup besar dengan dekorasi yang eye catching!

Menutup kisah perjalanan mengunjungi Maroko, penulis teringat sebuah quote: “A thousand miles journey begins with the first step.” Setelah melakukan ribuan kilometer untuk berkunjung dan melangkahkan kaki untuk pertama kalinya di Maroko, rasanya penulis ingin kembali ke negara yang kaya akan seni dan budaya tersebut. (Ninit Yunita)

Fakta tentang Maroko
Bahasa yang mereka gunakan untuk komunikasi sehari-hari adalah bahasa Arab dan Prancis. Beberapa orang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Agama Islam adalah agama mayoritas.

Bangunan bergaya art deco sangat terawat dan dengan mudah dijumpai di berbagai kota.

Arsitektur tua seperti menghubungkan ‘dua’ kota yang ada pada abad lalu dengan masa kini.

Banyak terdapat restoran fast food seperti McDonalds, Kentucky Fried Chicken dan Pizza Hut di Maroko.

Saat anda berada di Maroko, cobalah untuk:
Menikmati the ala menthe atau teh mint yang khas ala Maroko. Dijumpai dibanyak restoran dan cafe. Para pedagang souvenir pun tidak akan segan untuk menawarkan the ala menthe ini pada anda sebagai Moroccan hospitality.

Ingin membawa souvenir untuk mengingatkan hasil kunjungan anda di Maroko yang tidak memberatkan koper? Cobalah untuk membeli sandal unik khas Maroko yang terbuat dari kulit dan kain bergaris. Jangan segan untuk melakukan acara tawar menawar dengan sang pedagang bila ingin mendapatkan harga yang memuaskan.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply