daily living

cerita ramadhan

October 20, 2005
Ketika pergi ke suatu tempat, saya lebih senang memperhatikan apa dan bagaimana yang terjadi dengan orang-orang di tempat tersebut daripada terus menerus komplain mengenai hal-hal yang tidak berkenan di hati.
Saat berkunjung ke Maroko beberapa bulan yang lalu, saya mendapati bahwa perempuan-perempuan di sana cantik-cantik. Apalagi dengan gaya berpakaian mereka yang trendi. Saat itu, di Maroko cuaca sangat dingin terutama bagi saya yang tidak terbiasa dengan suhu yang hanya belasan derajat. Para perempuannya mengenakan coat atau jaket panjang yang terbuat dari kulit. Kebanyakan dari mereka mengenakan boots. Aduuuh… saya suka sekali melihat perempuan mengenakan rok panjang atau pantalon dan memakai boots!
Hehehe ya itu lah enaknya jadi perempuan. Bisa memuji kaumnya sendiri.

Pengalaman lain saya dapatkan ketika berada di Mekah. Di beberapa jalan, banyak juga pengemis. Rata-rata sih berkulit hitam. Saya pikir mereka adalah orang-orang dari bagian Afrika tengah. Ternyata, kalau di sana bila kita mau memberi mereka uang dan tidak ada uang kecil, mereka menyediakan kembalian loh! Tinggal bilang saja berapa real uang yang ingin kamu beri, mereka akan memberi kembaliannya. Saya tersenyum geli.

Meski belum pernah mengalami Ramadhan di Mekah & Madinah, saya pernah mengalami bagaimana perlakuan istimewa penduduk setempat kepada orang yang melaksanakan ibadah shaum. Saat itu hari Senin di Madinah, saya melihat banyak sekali orang-orang yang memberi makanan untuk berbuka. Makanannya tidak hanya untuk membatalkan shaum saja, tapi sekaligus juga untuk makan malam. Yummy! Saat itu saya mendapatkan crepes, kue-kue, kurma, roti, keju, susu, air zamzam yang super lezat dan orange juice. Saya sendiri sudah lupa apa lagi, saking banyaknya.

Seseorang menceritakan pada saya, saat Ramadhan… golongan the haves di Mekah dan Madinah itu malah sampai me-hire orang-orang untuk membagikan makanan untuk berbuka. They pay people to give away foods! Kotak makanannya saja besar, mungkin ukurannya lebih besar dari kotak sepatu. Saking banyaknya orang yang melakukan hal yang sama, banyak orang yang menerima makanan tersebut lebih dari satu kali. Malah bisa sekalian untuk sahur keesokan harinya.

Kalau ada yang wondering kok bisa-bisanya membagi-bagikan makanan seperti itu? karena kalau kita memberi seseorang makanan untuk berbuka shaum, maka kita juga insya Allah memperoleh pahala shaumnya.

Maka, saya dan suamigila mencoba untuk ‘menyontek’ yang dilakukan orang-orang di Mekah Madinah tersebut. Dari lebih sepuluh seksi keamanan apartemen tempat kami tinggal, hanya ada satu yang muslim. Namanya Moussa. Kami memintanya untuk datang setiap hari. Menjelang magrib, Moussa datang untuk mengambil makanan. Oh ya dan catatan yaaa… Moussa ini orang yang sangat sopan loh, hanya menge-bel satu kali saja (hehehehe). Saya selalu melihat dia tersenyum senang setiap kali kotak makanan sampai di tangannya. Padahal sebenarnya saya dan suamigila yang lebih senang dari pada dia.

Happy fasting everyone!
Semoga Ramadhan tahun ini lebih indah dari sebelumnya.

Saya sedang sedih nih… hari Senin lalu, 5 menit sebelum magrib saya berniat wudhu. Sayangnya keinginan pipis muncul. Jadi ketauan deh kalau ternyata saya tidak dapat shaum. Uhuhuhu… 5 menit sebelum magrib!!!

related post(s):
+ dr penni
+ mohon maaf lahir batin

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply