Alhamdulillah akhirnya kita sampai di Copenhagen kira-kira jam 10 pagi. Kesan pertama? DINGIN! Ahahaha… yaa, it was -2 degrees! Dari pesawat, beberapa area terlihat putih diliputi salju.
Sampai di airport, kami menumpang mobil orang tua Maria. First thing first, kami menuju stasiun sentral untuk menukarkan uang dari EUR ke DKR (danish krona) dan membeli tiket metro. Meski termasuk uni eropa, seperti Inggris, Denmark tetap menggunakan mata uangnya dan kami mendapatkan rate terbaik di stasiun sentral. Menukarkan uang di money changer lain jatuhnya lebih mahal.
Kami lalu menuju cab-inn, tempat kami menginap selama di Copenhagen. Tempatnya terletak tidak jauh dari stasiun sentral dan Tivoli. Karena baru bisa check in jam 14.00, maka kami menyimpan duffel bag dan koper kecil di locker hotel.
Acara pertama? Menuju pedestrian untuk membeli coat! Brrr… Kami tidak dapat menemukan tempat yang menjual winter clothes di Abidjan. Iya sih, suhu Abidjan secara normal adalah 28 – 30 derajat, jadi sangat sulit untuk menemukan jaket tebal. Saya langsung kangen dengan Bandung. Ahhh… Betapa bagus dan murahnya coat dan jaket tebal itu.

Ini adalah suasana pedestrian di Copenhagen

