getaway

hallo! terima kasih

December 16, 2005
Jangan mengira bila traveling ke Eropa maka kamu akan dengan mudah berkomunikasi. Oh ya, tentu bagi yang menguasai semua bahasa tidak akan bermasalah seperti saya.

Ketika berada di Italia, apa yang kami tanyakan dijawab dengan bahasa Italia. Tapi yang menyebalkan ketika di Spain, petugas tiket kereta api malah dengan sombong menolak untuk berbahasa Inggris.

Saya tidak tahu, menolak karena tidak mau berbahasa Inggris (yang mana sebenarnya dia bisa) atau menolak karena memang tidak bisa.

Huuu-uuuh… Dulu saya pikir hanya orang Prancis yang ‘sombong’ (tapi sekarang sih sudah berkurang loh), ternyata…

Saya kesal, apalagi suami saya. Padahal dengan jumlah turis yang datang ke Spanyol sebanyak 15 juta pertahun, mereka seharusnya mencontoh Bali dong dan menyadari bahwa cukup penting lho untuk les bahasa Inggris.

Kalau bisa berbahasa Spanyol tentu kami juga akan dengan senang hati menggunakannya, Pak.

Meski Eropa, tidak semua bisa berbahasa Inggris. Tapi jangan khawatir saat berada di Denmark, rata-rata para Danish itu sangat mahir berbahasa Inggris. Kalaupun tidak aktif, mereka yang pasif cukup membantu para traveler kok.

Nah, kembali ke Italy atau Spain.
Di stasiun sentral, saya melihat banyak sekali gerai yang menjual kamus bahasa. Bahkan beberapa traveler dengan semangat membeli kamus tersebut. Wah, kalau saya sih menolak untuk membeli kamus deh. Bukannya sombong, tapi malah akan menambah ‘masalah’.

Sebagai ilustrasi, kita tentu senang bila bisa menguasai sebuah bahasa asing. Selain bisa mengerti bila ada orang yang membicarakan kita (hehehe), akan memudahkan kita untuk menanyakan arah tempat tujuan yang dimaksud dengan mudah tanpa harus berpantomim ria alias berbahasa tubuh.

Bila menjadi seorang traveler di sebuah negara, saya pasti menunjukkan identitas saya sebagai orang asing dengan menggunakan bahasa Inggris. Bukan apa-apa, tapi bila saya yang memang tidak mengerti bahasa Spanyol ini menyontek kata dari kamus atau buku “Berbicara Bahasa Spanyol dalam 50 Jam” (misalnya), maka akan timbul ‘masalah’ baru karena orang yang ditanya tentu akan menjawab dalam bahasa Spanyol juga . Iya kan?

Jadi lebih baik, menghafal bahasa yang sederhana saja seperti “Halo” dan “Terima kasih”.

Tak. Merci. Grazie. Gracias!

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply Tommy November 9, 2009 at 12:57 am

    Thank you mbak buat blognya…bisa buat referensi tujuan pas ke barcelona.xixixi…GBU.

  • Reply komang kendariasih October 5, 2010 at 4:38 pm

    hi salut…
    pertama denger negara moroco kayakx aq ga mau berangkat untuk bekerja kesana tapi karena kondisi akhirx saya mau juga beerangkat kesana..setelah 8 bulan bekerja dan saya mengunjungi kawasan di fes ternyata mereka menyimpan budaya yg sanagt tinggi dan pemandangan yg luar biasa tapi saya harus ke bali lagi karena ada upacara …yang kini beban bagi saya ..harus balik kesana karena saya harus menikah sama orang di sana..untuk itu saya harus berusaha untuk datang kesana lagi…semoga tuhan mempertemukan kami lagi

  • Reply ratna July 11, 2011 at 6:57 pm

    olla, teh ninit!
    ternyata bukan cuma orang prancis yah? he3….dulu waktu saya ke malaga, saya malah ketemu supir taksi yang bisa bahasa indonesia….gubraks! emang siy ga fasih, tapi lumayanlah buat conversation. mMmm mungkin dia dulu pernah cinlok ma cewe indonesia yaaah ha3! :D

  • Leave a Reply