daily living

packing

December 13, 2005
Sejak kemarin malam, saya dan suamigila mulai menyicil mengepak barang-barang yang ada di apartemen kami untuk dibawa pulang ke Jakarta. Perusahaan pengepakan yang kami pakai adalah AGS. Tapi biar tidak terlalu hectic pada hari H saat karyawan-karyawan AGS itu datang, saya meminta 10 boks kecil untuk mengepak sendiri barang-barang penting kami, yaitu buku.

Maklum ya, saya selalu memperlakukan buku dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut. Kalau covernya terlipat sedikit saja saya bisa marah besar. Saya sebal melihat buku yang ujungnya keriting. Huhuhu kan kasihan.

Sampai siang ini, sudah ada 5 boks yang berisi buku plus 1 koper besar kami yang berisi buku dan juga satu tas kecil yang biasa kami pakai untuk traveling yang juga berisi buku. Rekor kedua, dipegang oleh katagori toiletteries yang berjumlah 5 boks. Maklum, sebelum pergi ke Afrika suamigila membeli pasta gigi sebanyak 2 boks, shampoo Rudy Hadisuwarno edisi salon (biar hemat hehehe) 24 buah, deterjen sebanyak 2 boks, tissue gulung 1 boks besar dan sabun isi ulang biore juga 2 boks.

Singkat kata, di Afrika kami bisa membuka toko kelontong loh sebetulnya. Sebagai informasi, harga barang-barang disini memang terhitung mahal. Namanya juga Afrika, kebanyakan mereka masih mengimpor segala macam. Jadi jatuhnya, harga-harga jauh lebih mahal dibandingkan Indonesia.

Tapi yang membuat saya senang, semua furnitur yang kami bawa dari Indonesia sudah terjual. Memang sih ada AGS yang akan mengepak semua furnitur kami, tapi bagi saya rasanya ‘ringan’ saja dengan barang-barang kami yang sedikit. Lagipula, hasil dari penjualan furnitur itu, sudah kami nikmati saat eurotrip kemarin. Wink wink.

Yang pasti, saya senang akan kembali ke Indonesia. Yang pertama, akan dekat dengan keluarga tercinta… dan akhir Januari tahun depan, keponakan kami yang lucu akan pulang dari Jepang… dan yang kedua? Membangun apa yang sudah kami mimpikan selama ini.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply