pregnancy

ibu hamil

January 15, 2006
Setelah hampir dua tahun menunggu, akhirnya Test Pack saya menunjukkan tanda positif.

Saya sudah telat satu minggu. Tapi itu tidak membuat saya curiga sebab saat di Abidjan, saya pernah telat sampai 2 minggu tapi ternyata memang belum waktunya untuk hamil.
Pulang ke negara sendiri ada satu hal yang menyebalkan. Perut saya yang semakin gendut.
Hmmm, apa gara-gara makanan Indonesia yang luar biasa lezat sampai saya kebanyakan makan? Maka, misi setiap hari saya meningkatkan proporsi untuk berolah raga.

Hasilnya?
Perut saya tetap saja lebih gendut dari biasanya :( (sumpah, biasanya dengan olah raga seminggu, perut saya lumayan satu centi agak rata dari sebelumnya hehehe… please jangan protes) tapi saya tidak curiga kalau saya hamil.

Jum’at beberapa minggu yang lalu, sebelum kami ke Bandung, suamigila memaksa untuk membelikan saya Test Pack.
Penjualnya memberi tahu bahwa cara penggunaan Test Pack yang suamigila beli itu bisa dipakai kapan saja, tidak harus menunggu urine pagi hari setelah bangun tidur.
Maka, sampai di Bandung sebelum tidur saya memakai Test Pack itu dan hasilnya alhamdulillah positif :)

Karena belum pernah melihat tanda positif, suamigila sampai meminta saya untuk kembali tes dengan membelikan saya 3 Test Pack.

Hari Senin sore, 2 Januari 2006 saya dan suamigila pergi ke rspi untuk memastikan kehamilan ini.

Yang pertama, saya harus memilih dokter mana. Kalau di Bandung, saya sudah cukup familiar dengan nama-nama dokter kandungan referensi teman yang sudah hamil. (Bapak-nya mantan saya juga seorang dokter kandungan hihihi dan sekarang si mantan juga).
Nah?! Di Jakarta bagaimana? Ya sudah, akhirnya pemilihan dokter kandungan berdasarkan katagori saya dan dia sama-sama perempuan.

Saya lalu di USG. Diberikan semacam gel di area perut bawah dan terlihatlah calon anak istribawel dan suamigila untuk kali pertama.
Super kecilllll sekali. Hihihihi…

Sayang, saat saya masuk ke ruang dokter, suamigila sedang ada di toilet.
So, it was my first meeting with our future baby. :)

Saat diperiksa, kandungan saya sudah berumur 4 minggu. Kata dokter, ukurannya lebih kecil dari ukuran normal kandungan 4 minggu.
Dan dua tahun baru hamil saya termasuk dalam katagori susah hamil. Saya lalu diberi resep obat penguat janin dan dua vitamin lainnya.

Dulu kami sering berkhayal bila mempunyai anak.
“A, pengen punya anak kembar ngga?”
“Pengen, tapi pasti ribet ya punya dua sekaligus.”
“Saya ada keturunan kembar loh.”
“Oh kalo gitu, ntar kalo punya anak kembar namanya Sukmi Sukyu aja.”
[email protected]#…”

“A… ntar kalo kita punya anak, pengennya mirip siapa?”
“Mirip saya dong.”
“Kok ngga mau mirip bb?”
“Ngga ah, mirip aa aja.”
“Jadi bb jelek ya makanya ngga boleh mirip?”
“Hgjhkhfhjgkhgh!”

Our baby doesn’t want to be made in Africa. I’m quite sure it was made in Seville hihihi… alhamdulillah berarti Euro Trip kemarin memberikan kami hal yang terindah setelah perjalanan kami ke beberapa tempat tidak membuahkan hasil. (We went to Senegal and Morocco. Both are in Africa).

Oh yaaa… ingatkan saya yah, besok sepulang kantor saya harus kembali ke rspi.

Bapak, jangan lupa jemput Dede sama Mamah yaaa…

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply