daily living

so little time

January 13, 2006
Setelah kembali dan sekarang tinggal di Jakarta, ada kebiasaan di Abidjan yang dulu saya anggap ‘aneh’ yang justru saya lakukan sekarang.
“Ya ampuuun… weekend gini kok pada tutup sih A…”
“Iya yah… aneh deh.”

Saat weekend, penduduk Abidjan lebih senang tinggal di rumah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Sehingga banyak toko-toko yang tutup saat weekend dan hal ini lah yang saya anggap aneh. Sebagai mantan koloni Prancis, Ivory Coast memang mengadaptasi kebiasaan orang-orang Prancis. Salah satunya adalah hal yang sudah saya ceritakan tadi.

Berada di Jakarta, minggu lalu saya mulai bekerja. Sayangnya, arah kantor suamigila dan saya berbeda. Saya biasa pergi jam 8.30 pagi karena kantor tidak terlalu jauh dari rumah, sedangkan suamigila harus pergi jam 6 pagi. Jam 18.00 saya sudah ada di rumah, sementara suamigila sampai di rumah jam 20.30.
Sabtu saya bisa menikmati libur tetapi suamigila harus masuk kantor, pergi jam 7 pagi dan pulang pada hari MINGGU pagi jam 5. Jadi, waktu yang saya miliki dengan suami hanya hari Minggu mulai jam 12 siang sampai jam 22. Maka dari itu, kami lebih senang di rumah daripada harus jalan-jalan ke luar rumah. Kadang-kadang kami juga pergi ke PIM satu atau dua jam dan cepat-cepat pulang lagi ke rumah.

Makanya, saya senang saat kemarin suamigila mendapat undangan dari Miles untuk menonton premier Garasi. Suamigila pulang lebih cepat karena kami tidak ingin melewatkan film yang satu ini. Banyak sutradara yang datang. Diantaranya adalah Teddy Soeriaatmadja, sutradara Banyu Biru. Ketika sudah masuk studio, suamigila keluar untuk membeli popcorn dan saat itu
Teddy Soeriaatmadja juga melakukan hal yang sama. Saat pertama kali melihat sutradara Banyu Biru ini, saya langsung memberi tahu suamigila.

“A! Itu sutradaranya Banyu Biru!”
“Yang mana Be?”
“Tuh yang pake topi. Huhuhu pengen bilang suka banget sama film Banyu Biru tapi malu.”

Nah saat membeli popcorn itu lah suamigila berkenalan dengan Teddy Soeriaatmadja sambil berkomentar, “saya suka banget Banyu Biru.”

Sebelum masuk studio, kami juga mengobrol dengan mas Riri Riza yang datang bersama istri. Huhuhu, selaluuu deh deg-degan berhadapan dengan sutradara yang satu ini. Saya senang karena mas Riri ingat nama saya… dan komentar mas Riri tentang Test Pack yang membuat saya senyum-senyum dan menggenggam erat tangan suamigila.

“Wah… ngga tau deh mas Riri menghibur atau ngga, but it comes from Riri Rizaaaa and I’m so very happy!!!”

Tentang Garasi sendiri, bikin saya kangen berat dengan kota Bandung. Karena suamigila harus ke kantor hari Sabtu, menjadi sulit bagi kami untuk pergi bersama-sama ke Bandung. Di film Garasi, banyak sekali sudut Braga yang diambil. Dan rumah Aga dengan padepokannya di Hegarmanah. Trus logat Awan yang sunda banget. Huhuhuhu… kangen! dan yang pasti saya kangen orangtua di Bandung.

Oh ya… saat di Bandung, saya dan suamigila sempat main ke rumah Leyla & Ni’ang untuk melihat anak mereka yang cantik, Yoko.
Minggu yang lalu setelah selesai dari Zara di PIM II (50% off dan ngantri bangeeet masuknyaaa), sLesTa menyapa saya di eskalator.
Yang terakhir, kami bertemu Alaya di Starbucks Citos sambil ngobrol-ngobrol dan berhasil menculiknya ke rumah. Hehehe…

Have a nice weekend all!

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply Yudi Bastian (@yudibastian) February 16, 2012 at 12:31 am

    Teh fb-nya ga bs di wall yak? Pdhal sy mw post pict Angel in us :) RT @istribawel: so little time http://t.co/Nhz7EpxF #blog #oldpost

  • Leave a Reply