daily living

pendiam vs bawel

March 28, 2006
hari minggu. seorang teman masa sma saya menyapa via yahoo messenger. ada kabar bahagia yang datang dari dia. tahun ini berencana menikah. lalu kami ngobrol ke sana sini. sampai akhirnya dia bilang…

“lo sekarang pendiem ya. radar gue sekarang makin terasah terutama sama orang-orang yang gue anggap deket.”

hmm. masa sih saya pendiam? padahal saya kan istri bawel.

well.
saya berdalih karena hidup saya setiap hari berjalan kurang lebih sama. di rumah. kegiatan setiap hari bermain dengan laptop. banyak mengaji (pesan dari mamah yang jauh di bandung). nonton tv. bermain dengan keponakan yang berumur hampir 3 tahun.

intinya, di rumah saja sih.
tidak bekerja kantoran (saya gagal di medical check karena saya saat itu sedang hamil 12 minggu). awal-awal sempat sedih berat tapi sekarang i can handle it just fine. maka, pelampiasannya, menulis.

saya menyelesaikan novel adaptasi dalam 2 hari. sebuah film dari sutradara hani saputra. dan jujur, saya mulai menyukai menulis novel adaptasi. baca-baca beberapa novel adaptasi: brownies (fira basuki), alexandria (salman aristo), kejar jakarta (adhitya mulya), realita cinta & rock and roll (fx rudy gunawan) dan 30 hari mencari cinta (noriyu).

novel kolaborasi. 4 penulis. siapa saja? uhmm… masih rahasia! yang pasti keren banget deh… hehehe…

novel duet yang tertunda lebih dari 1 tahun, akhirnya selesai juga. kemarin baru dikirimkan ke penerbit. semoga aja diterima.

menulis sebuah artikel untuk eve magazine yang akan rilis bulan juni.

mengedit sebuah novel. this is the hardest part of everything! tapi akhirnya selesai juga.

Dear Rana
Silent Sorrow

Every time I went to the fields I returned disappointed, without understanding the cause of my disappointment.
Every time I looked at the grey sky I felt my heart contract.

–And every time I see you sitting alone in the library, I can feel your silent sadness and sorrow.
Why don’t you share it with me?

Kening Rana mengerut. “Siapa yang ngasih pesen ini buat gua?”

Rana yakin bahwa ingatannya masih baik-baik saja. Sebelum meninggalkan perpustakaan, tidak ada kertas yang terselip di buku itu. Kenapa sekarang tiba-tiba ada kertas jatuh berisi petikan kata dari buku Broken Wings?

“Ah! Penjaga perpustakaan itu!” Pikiran Rana segera melesat pada cowok yang ia tidak tahu siapa namanya.
“Mungkinkah dia?”

menulis sebuah cerpen, less than 1 hour dengan alasan karena kepepet deadline. sumpah, menulis cerpen itu susah banget ya? hehehe.

trus…
masih mau bilang saya pendiam?

ah.
saya masih bawel kok.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply