read & write

dari peluncuran novel braille

April 7, 2006

kemarin adalah launching 7 novel braille. acaranya meriah! dihadiri oleh para penulis fx rudy gunawan, fira basuki, ayu utami, dewi ‘dee’ lestari, icha rahmanti, miranda, yenni hardiwidjaja dan juga saya. moderator: wien muldian dari indonesia membaca dan vp dari yayasan mitra netra irwan dwi kuswanto.

perasaan saya sangat bahagia bisa ikut serta dalam program novel braille ini. luar biasa! speechless deh! saya dan fira basuki malah heboh saat melihat novel kami yang sudah dibraillekan. hihihi.

kata-kata mas irwan saat membuka acara, membuat saya berusaha untuk menahan air mata yang ingin jatuh. bisa dibayangkan, mereka menunggu selama 15 tahun untuk acara ini. setiap tahun, rata-rata buku yang diterbitkan di indonesia mencapai 10.000. sedangkan yayasan mitra netra ini dalam 15 tahun baru mendapatkan 300 buku yang dibraille-kan dan 90% adalah buku-buku pelajaran. mas irwan juga mengatakan, bahwa 7 novel terbitan gagas media yang di-braille-kan dihabiskan dalam waktu seminggu. euforia. terbayang kan setelah 15 tahun menunggu akhirnya novel-novel ini bisa dinikmati oleh para tuna netra.

lalu ada ismail yang merangkum semua petikan novel dalam bentuk monolog. saya tidak bisa berhenti tersenyum ketika novel test pack dijadikan pembuka dan penutup monolog tersebut. he knows rahmat natadiningrat so well!

di akhir acara, mas irwan meginformasikan bagaimana proses pembuatan novel braille. coba bayangkan, novel test pack yang sekitar 200 halaman itu dalam bentuk braille bentuknya menjadi 3 jilid ukuran A4. sebagai informasi, satu halaman kertas untuk pembuatan novel braille ini berharga Rp 1000. Mahal banget ya?
komputer yang digunakan mas irwan adalah komputer yang didisain khusus untuk orang tuna netra. jadi komputernya mengeluarkan suara ketika kita memijit salah satu tombol dan suaranya dalam bahasa inggris. lalu printer khusus langsung mencetaknya ke dalam huruf braille.
masa pengerjaan novel braille ini adalah 1 bulan.
selain novel braille, yayasan mitra netra juga membuat audio book.

saya sangat mengharapkan, akan banyak penulis dan pihak yang tergerak hatinya untuk memberikan izin membraillekan hasil karya tulisannya.

caranya?
dengan memberikan soft copy dan menandatangani surat kesediaan untuk novel braille ini.

dari blog fx rudy gunawan:
Untuk soal copyright, para pengaranglah pemegang copyright sebuah karya. Penerbit hanya memiliki hak penerbitan dalam bentuk buku biasa (bukan Braille). Pengarang tidak perlu meminta ijin penerbitnya untuk menyerahkan soft copy naskah untuk di-Braille-kan. Pengarang hanya perlu menginformasikan saja pada penerbitnya yang seharusnya juga berbangga dan mendukung upaya ini. Penerbit yang mengambil sikap ini dan ikut bekerja sama dengan Mitra Netra, antara lain adalah GagasMedia. Saya percaya, penerbit lain akan bersikap sama. Saya juga sangat yakin semua orang sependapat bahwa teman-teman tunanetra punya kebutuhan bacaan yang sama dengan orang yang memiliki mata sehat, bahkan lebih. Bacaan akan membantu mereka melihat dunia. Mari kita bergandeng tangan untuk menyediakan buku bacaan bagi tunanetra! (frg)

saya mohon, teman-teman bersedia mendukung dan menyebarluaskan mengenai hal ini agar semakin banyak novel yang dibraillekan.

keuntungan tidak hanya diukur oleh uang, justru ini keuntungan yang luar biasa bagi para penulis dan pihak terkait. amal kebaikan yang akan kita bawa sampai kita mati.

seperti kata mas irwan:
kebahagiaan seseorang itu adalah saat memberi, bukan saat menerima.

yayasan mitra netra
jl, gunung balong II no 58, lebak bulus III
jakarta selatan 12440
telp: 021 – 7651386
facs: 021 – 7655264
email: [email protected] / [email protected]
website: www.mitranetra.or.id

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply