katanya, kalau seorang perempuan sedang hamil, tidak boleh sedih. tidak boleh menangis parah. tapi untuk kasus yang satu ini, saya tidak bisa. kemarin saya menangis dan hari ini juga. sahabat saya mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga. bukan dengan pukulan, tamparan atau perbuatan fisik yang kasar. tapi dengan kata-kata yang menyakitkan. dimana manusia sudah dianggap lebih rendah daripada binatang. teror yang menakutkan ketika marah.
saya tahu, sahabat saya itu orang yang tidak akan curhat kalau tidak dalam masalah yang sangat berat. tapi kemarin saya tahu dia tidak bisa menahan lagi. saya sangat sedih. sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa. pertolongan saya hanya sebatas memanjatkan do’a agar dia diberi kekuatan dan kesabaran yang maha luas.
jujur, saya tidak habis pikir dengan pasangan yang berlaku kasar, ‘meneror’ secara mental dan menjadikan hari-hari istri berjalan lambat seperti mimpi buruk.
where is the love?
bagaimana jika kakak perempuannya diperlakukan sekasar itu?
bagaimana juga ibunya sendiri disebut dengan nama-nama binatang?
bagaimana jika anak perempuannya diteriaki dan selalu dianggap tidak benar?
think about it.
postingan ini hanya sebagai pembuka pikiran agar kita tidak pernah merendahkan pasangan.




My tears fell down after reading this. Saya mungkin salah satu dari jutaan wanita yang mengalami kekerasan psikis. Doakan saya juga ya, supaya saya selalu ikhlas, sabar untuk bertahan demi anak-anak saya.
mbak diah, yang sabar ya… saya turut mendoakan.
tabah…
yup, banyak wanita yang mengalami kekerasan gak secara fisik selama berumah tangga tapi kadang mereka gak nyadar.
dan kadang karena alasan cinta dan harapan bahwa suami mereka suatu saat akan berubah, mereka menutup rapat persoalan ini, menanggung semuanya sendirian….