daily living

Menunggu

June 8, 2006
jakarta.
kota dengan jutaan orang yang berjejal memadati setiap sudutnya. begitu padat, sehingga membuat kita harus menunggu. jam lima sore, lihat saja antrean kendaraan yang memadati jalan untuk keluar dari sudirman. orang-orang yang berada di balik kemudi harus menunggu untuk sampai di rumah. mungkin harus menunggu dua jam atau lebih dalam arus kemacetan. sementara yang di rumah, menunggu dia untuk cepat pulang.

i am one of those who is waiting for someone to come home.

waiting. it is an activity that we (like it or hate it) have to do.
waiting for a friend.
waiting to exhale.
waiting for sunny days.
menunggu dan menunggu…

jakarta.
kota dengan jutaan penduduk yang menunggu.
menunggu bus di halte.
menunggu pasangan yang akan menjemput.
menunggu dalam antrian.
menunggu hari yang cerah setelah hujan turun.
menunggu senyum menggantikan garis bibir yang melengkung ke atas…

atau

waiting for mr right?
menunggu sambil berpikir dalam hati dan wondering who is going to be your soulmate.
is he somewhere out there thinking about you too?
is he somewhere out there waiting for you to come to his life too?
does he somewhere feel the same way too?

menunggu dia pulang adalah kegiatan saya setiap hari.
pulang jam berapa?
dari kantor akan terus pulang atau tidak?
apakah ada meeting hari ini?
are you going to have dinner at home?
… adalah pertanyaan yang sering saya lontarkan pada dia.
pulang jam berapapun, tubuh dan mata saya seperti terprogram untuk tidak lelah menunggu dia pulang.
meski dipaksakan tidurpun, bagi saya sulit.

pernahkah anda menunggu?
tentu membosankan.
menunggu memaksa kita menjadi orang yang sabar.
tapi ada satu menunggu yang tidak boleh membuat anda bosan.

jangan bosan untuk menunggu pasangan datang.

jangan sampai undangan pernikahan membuat alergi.
because for that someone, you just have to wait.

wait.

and wait.

if he’s not the one… let him go.

tunggu saja dalam antrean.

i’m sure you will meet him and finally you can feel that… he’s the one.

i waited for someone to come into my life.
but now, i’m waiting for that someone to come home.

i have someone.

so everybody does.
you have friends.
you have husband.
you have a brother or sister.

you have someone… and you’re not alone.


You Might Also Like

8 Comments

  • Reply Puput April 17, 2009 at 6:56 pm

    Duh mbak ninit,,, tulisan2 anda kerreen bangeettt siyyhh..

    enak dibaca, mudah dicerna, menghanyutkan,

    tapi aku paling suka sama yg ini..

    Ps: Sebetulnya aku dulu pernah ketemu mbak dan mas adit lho waktu makan2 nya PT Maersk di The Peak apa ya namanya, di bandung itu..ibuku pernah kerja disitu soalnya..

    Pingin poto2, tapi malu,, hehe…

    Keep on blogging ya!!

    dan kunjungin blog aku dan kasih comment (baru belajar ngeblog soalna..))

    Love u mbak ninit..

  • Reply Puput April 17, 2009 at 6:58 pm

    wow

  • Reply ui October 1, 2009 at 4:56 pm

    Teh Ninit, yang ini bagus banget!!

  • Reply Favourite Blog(er) « my … life, love & hope October 1, 2009 at 6:12 pm

    […]  http://istribawel.com/2006/06/menunggu.html […]

  • Reply Ayaa November 18, 2009 at 4:30 pm

    Assalamualaikum.. Mb ninit… Tetap nulis yah . Aq suka baca blog mbak. Rasanya kayak recharge motivasi, dan lebih peduli sama hal-hal di sekitar . Semangaaat ! :)

  • Reply ud13en December 9, 2009 at 6:24 am

    Bahkan ada lagunya loh…
    Menunggumu by Rhido Rhoma he he he

  • Reply ratna July 11, 2011 at 7:07 pm

    waduh pas banget bacanya, pas lagi nunggu suami jemput pulang kerja. “pulang jam berapapun, tubuh dan mata saya seperti terprogram untuk tidak lelah menunggu dia pulang”….baguuussss bngt teh kata2nya! ^_^

  • Reply pety puri November 24, 2011 at 2:21 pm

    suka banget sama postingan yg ini mbak Ninit :D
    Salam kenal yaaaa… dari Surabaya *ehehe

  • Leave a Reply