daily living

Sampah

June 14, 2006
“Oh, you hate your job? Why didn’t you say so? There’s a support group for that. It’s called EVERYBODY, and they meet at the bar.”
Drew Carey quotes.

i often hear people say this:
i hate my job.
i hate waiting.
i hate purple.
i hate him.
i hate him.
i hate him.

talking about hate…
what do i hate?

weekend ini saya akan ke bandung. ada acara ngobrol santai bareng adit hari sabtu 17 juni di gunung agung bip jam 13 dan gunung agung ciwalk jam 16.

ah… bandung.
kota yang selalu saya cintai meski saya sering membenci kota ini. dulu, saat saya kecil, saya masih ingat merasa kedinginan bila tidur tidak menggunakan selimut. saya masih sering merasakan embun pagi waktu itu.

sekarang?

tiap pulang ke bandung, saya menolak untuk berselimut. itu saja saya sudah merasa kepanasan. padahal rumah orang tua saya ada di bagian utara yang kata orang termasuk bandung yang sejuk. kalau saat sd dulu saya senang melihat pemandangan bandung, sekarang pemandangan itu tergantikan oleh besarnya billboard iklan seukuran dinosaurus di tiap perempatan.

oh ya…
saya juga harus mengucapkan selamat ngga ya karena bandung memperoleh predikat kota terkotor dalam adipura kemarin. heheheh!

si kota kembang ini sekarang berubah menjadi kota sampah.

dulu saya sering sombong pada orang jakarta, kalau di bandung kita tidak perlu menggunakan ac. tapi sekarang saya salah. bandung panas. kalau jendela terbuka, bau sampah menyengat. saya otomatis menutup hidung.

berbicara tentang sampah…

mungkin sudah saatnya sekarang untuk membuang sisa-sisa kebencian pada mantan pasangan. i know, it feels like hell if someone you love dumped you for no reason.
i understand it is not funny if he keeps playing games to test how deep your love is.
i know, he deserves to be hated.

dan semua kebencian itu tanpa kita sadari telah menjadi sampah dalam hati kita selama berhari-hari… berbulan-bulan or perhaps, years.

everytime you hear his name, you have dark clouds above you.
you want to give him testimonials that he’s a bastard.
when you find his picture, you want to tear it into pieces.

it’s been years…

and you hate him still.

maybe it’s time to ask yourself this question:
aren’t you tired spending years hating him?

mungkin ini saatnya untuk belajar memaafkan dia dan belajar memaafkan diri kita sendiri.
mungkin ini saatnya untuk membersihkan hati kita dari sampah-sampah yang bernama kebencian terhadap dia.

hidup kamu terlalu berharga untuk terus membenci dia. hating him for years? it’s such a waste.

setiap orang pernah melakukan kesalahan. we’re not angels. bila dia pernah melakukan kesalahan kepada kamu, mungkin tanpa disadari kita juga pernah melakukan kesalahan meski bukan pada dia.

coba saja…
untuk membersihkan dan membuang ‘sampah-sampah’ itu dalam hati kamu.
bila kamu terus membenci dia… jangan-jangan hati kamu sudah tertutup.

ingat, sampah di kota bandung yang membuat orang harus menutup hidung.
bila ada sampah di hati kamu, don’t seal your heart…

buang saja sampah di hati kamu.

you can do it.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply phi November 27, 2009 at 2:27 pm

    ga tau cara lain untuk menempatkannya selain membencinya

  • Reply imin November 27, 2009 at 10:11 pm

    “It feels like hell if someone you love dumped you for no reason.”

    iya banget mbak.. tapi semoga kita semua diberi kekuatan Allah untuk memaafkan… :)

    maki mbak ninit :)

  • Leave a Reply