daily living

do you know that it’s tough to be a baby?

November 20, 2006
do you know that it’s tough to be a baby?

untungnya bayi itu makhluk kecil yang belum bisa protes bila orang membandingkan dia dengan bayi lain.

sedikit cerita…
waktu saya melahirkan alde, ada satu orang ibu yang juga akan melahirkan. bahkan ibu itu sudah merasakan kontraksi dari 24 jam sebelum saya terdampar di ruang bersalin. lalu jam 3 sore, akhirnya kita berdua diinduksi (kami ditangani oleh dokter kandungan yang sama). satu jam kemudian, bayi ibu tersebut lahir. beratnya 3,8kg (ngga heran kalau susah dilahirkan karena bayinya tergolong besar).
saya yang mendengar erangan-erangan ibu itu saat menahan sakit, secara spontan menangis bahagia ketika mendengar tangis bayinya.

lalu tiba giliran saya.
jam 5, aldebaran rahman adhitya lahir ke dunia. saat lahir, terlilit tali pusar dan menurut dokter rata-rata bayi memang seperti itu. jadi saat lahir, tidak langsung menangis. dan saat alde nangis, suara tangisannya juga tidak kencang. tidak sekencang bayi ibu yang ada di sebelah saya.

ibu saya mungkin tidak sadar bertanya pada dokter…
“dok, kok cucu saya nangisnya ngga sekenceng bayi ibu yang di sebelah ya?”

well at least he cried mom ;)
kalau dia tertawa, itu akan sangat mengerikan kan? hihihi.

see…
acara perbandingan sudah dimulai :) bahkan saat bayi baru saja lahir ke dunia.

saya tahu kalau dibanding-bandingkan itu adalah agenda yang sangat tidak menyenangkan. maka, saya masih berusaha untuk tidak melakukannya. yah, pasti lah kita tidak mau juga kan dibandingkan. kita adalah kita, kita bukan orang lain. meski kadang kalau ngga sadar, kita pernah membandingkan bayi kita dengan yang lain.

bayi biasanya identik dengan putih bersih dan lucu. alde tidak lahir dengan memiliki kulit yang

putih. bahkan pipinya pernah tidak bersih seperti jerawat yang berkumpul dengan ceria (alhamdulillah sekarang sudah bersih). i don’t mind. satu yang saya selalu syukuri, anak kami lahir dengan sehat dan lengkap.

itu saja. sudah SANGAT lebiiih dari cukup.

coba lihat deh berita di tv kemarin-kemarin ini.
ngga tau kenapa…, banyak berita tentang bayi kembar siam. lalu berita tentang bayi yang lahir dengan kelainan lain.

jum’at malam kemarin, saat menghadiri acara malam penobatan fun fearless female cosmopolitan magazine (makasih yaaa mbak fira untuk tiket vip gratisannya hehehe), saya bertemu dengan seorang teman lama satu kampus dulu. namanya firman, manajer kahitna, yang malam itu mengisi acara.

biasa, update tentang teman-teman kampus.
sampai…, firman mengabarkan kalau teman kami, wildan & erna, anaknya dirawat di rumah sakit karena kelainan jantung.

saya sediiih sekali…, saya bisa merasakan ini karena saya sudah memiliki anak.
kebayang sedihnya kalau anak saya sendiri sakit. sebagai ibu, pasti saya akan memohon… ‘please take away the pain from my son. let me feel it, ‘

yes…, that’s how much parents love their children.

minggu sore,
sebuah sms mampir di inbox saya.

isinya…,

berita bahwa anak wildan & erna itu meninggal.

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply mawarkuning March 8, 2009 at 3:32 pm

    mbak,
    cuma mau sharing. sampai sekarang, everytime anak2 saya sakit, saya selalu bilang ke mereka, ‘abang/adek, cepet sembuh ya, biar sakitnya kasih ke ibu aja…”

    nggak tega memang kalo lihat anak2 kita sakit.

  • Reply merry December 30, 2011 at 10:54 am

    aq belum nikah dan punya anak,, aq bilang gitu ke mama ku kalo liat dia sakit :))

  • Reply vien nasution (@VienNasution) March 3, 2012 at 10:40 am

    I feel that *hug* RT @istribawel: do you know that it’s tough to be a baby? http://t.co/P37FdGwK #blog #oldpost

  • Reply yasmina hasni (@siyasmina) March 4, 2012 at 12:23 am

    [email protected]: do you know that it’s tough to be a baby? http://t.co/186D7KIO #blog #oldpost”

  • Leave a Reply