daily living

2007

January 11, 2007
selamat tahun baruuu…

ehehehe…, iya. telat banget ya?
setelah sekian lama dalam penantian, akhirnya telepon rumah ON juga :) dan NGEBLOG akhirnyaaa… yes!

anyway, cerita tentang 1 januari 2007.
kalau 1 januari 2006, kita berdua memulainya dengan indah karena hasil test pack yang positif, 1 januari 2007 ini diawali dengan sesuatu yang sedikit menyesakkan dada (biar dramatis).

headline: saya kecopetan.
tempat: carrefour lebak bulus.

jadi malem itu saya, adit, alde, dan asisten rumah tangga (ART) beramai-ramai pergi ke carrefour lebak bulus. pertama, adit ngajak ke ATM bca untuk bayar kartu kredit via ATM. tas saya dibawa adit sementara saya menggendong alde. ART mengambil troli dan menunggu di dekat eskalator. sampai di dekat eskalator, ART memberi tahu bahwa tas saya (yang sedang dibawa adit) terbuka. langsung dicek…, DOMPET HILANG! :( uhuhuhu…, sedihnya hatiku. ya udah, langsung lapor keamanan. kita minta kamera pengintai dicek. ternyata tidak terindentifikasi. ya udah, langsung ke kantor polisi untuk membuat surat laporan kehilangan. langsung telepon bank, minta diblokir. langsung transfer uang yang tersisa di bca via m-banking bca (aduuuh terima kasih bca, ini sangat memberi kemudahan bagi saya sebagai ibu-ibu yang mobilitasnya terbatas).

anyway…
ok deh kecopetan.
yang menyebalkan dari kecopetan adalah hilangnya kartu-kartu penting yang ada di dompet.
ini yang hilang…
1. SIM.
2. KTP Jakarta saya yang baruuu jadi…, arghhh! (ps, untung bapak mertua saya adalah bapak RT :)) jadi pengurusan KTP ini sangat cepat)…, fyi, bapaknya adit ini pernah muncul di majalah SWA sebagai eksekutif yang menjadi RT lho…, :) yay!
3. Kartu Rumah Sakit Pondok Indah. Milik saya dan Alde. Udah bikin lagi, kita harus bayar 50 ribu.
4. Kartu-kartu keanggotaan.
5. Kartu kredit Bank Bermuda…, yang uhmmm emang udah ngga berlaku lagi hahaha…, ada di dompet cuma buat gaya-gayaan aja. kayaknya si copet ngga rela saya bergaya yah… ihihihi.
6. Foto-foto adit. satu pas foto adit yang paling saya suka dan satu foto adit waktu kecil yang sangat imut dan menggemaskan. (dulu suka aneh sama ibu-ibu yang pasang pas foto suami di dompet. kenapa ngga foto gaya aja. ehhh, ternyata sekarang saya melakukannya. maklum deh udah jadi ibu-ibu kan sekarang :))
7. uang. 300 ribu.
8. beberapa kartu nama.
9. usb.
10. dan tentu saja DOMPET! uhhmmm, dompet berwarna coklat gelap bermerek MANGO… palsu KW1. :))) huahuahua… dibeli di Two Mangoes hanya beberapa bulan yang lalu. meski palsu, saya suka banget dompet itu. soalnya kalo dibuka, ngga semua isi dompet kelihatan. dibeli dengan harga 100ribu…, yang mana menurut gosip-gosip sebenernya bisa dibeli dengan
harga 75ribu saja. hiks hiks…, sediiih. kapan lagi ke mangga dua coba…

dengan posting ini, saya hendak melakukan protes keras kepada para copet di dunia.
coba deh yaaa udah nyopet tolong beri korban sedikit kemudahan. misalnya sehari setelah nyopet, kirim kartu-kartu penting seperti SIM dan KTP ke alamat korban.

kan bagi mereka yang penting hanya uang…, SIM dan KTP kan ga penting juga buat para copet. pas foto suami, juga ga penting kan buat si copet (kecuali kalo copetnya penggemar berat jomblo the series hehhehe). coba deh para copet memiliki kode etik dalam melakukan pencopetan. atau…, hmmm… mulai sekarang saya harus menyimpan secarik kertas permohonan bila dompet saya dicopet, harap kembalikan barang-barang yang mereka anggap tidak berharga ke alamat dibawah ini. akan ada imbalan yang menggiurkan. ihhiihih.

sebenarnya saya dan adit ngga marah dengan kejadian ini.
ya sudah lah. barang hilang. ikhlaskan. cuma barang. masih ada orang-orang tercinta seperti suami dan anak yang priceless.

dalam perjalanan pulang dari kantor polisi, saya hanya diam sambil menatap langit yang gelap.
di luar sana, pencopet dompet saya berada dibawah langit yang sama. mungkin dia sedang membuka dompet saya. mungkin dia menyimpan dompet saya atau bahkan membuangnya setelah mengambil uang yang ada. mungkin uang itu akan dia pakai untuk biaya pengobatan istrinya atau dia butuh uang untuk membeli susu untuk anaknya yang tercinta…., atau dia ingin merayakan tahun baru bersama keluarga dengan membeli martabak dan menikmatinya di rumah.

atau mungkin…

ada sedikit penyesalan dalam hatinya karena terpaksa mencopet.

selamat tahun baru 2007.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply