daily living

Hari ke Tujuh

September 3, 2009

insya Allah, besok adalah hari ke tujuh arza. kami berencana untuk menggunduli rambutnya. berdasarkan pengalaman saat alde digunduli di hari ke tujuh, ibu yang menggunduli berbagi pengalaman. justru lebih mudah untuk menggunduli bayi di umur tujuh hari.

dari milis keluarga-islami:

Berdasarkan sunah Rasulullah SAW mencukur rambut bayi dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : “Hilangkan darinya kotoran”. (HR. Al-Bazzar)
Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: “Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut”. (fathul Bari)

Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah dimana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi”. (Athiflu Wa Ahkamuhu, hal 203-204)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : “Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin”. (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

Oleh karena itu, kebiasaan masyarakat yang melaksanakan pencukuran bayi pada hari ke 40, sudah tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, apalagi jika hal tersebut hanya berdasarkan perasaan karena tidak tega dan lain sebagainya. Insya Alloh, kalau kita melaksanakannya sebagaimana yang Rasulullah SAW jelaskan, maka hal tersebut akan banyak mendatangkan kebaikan bagi bayi yang baru dilahirkan tersebut, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah di atas.

Wallahu A`lam Bish-Showab.

You Might Also Like

5 Comments

  • Reply Wulan Aquariyanti September 3, 2009 at 7:05 pm

    want to see.. may i? >.<

  • Reply awe chantique September 4, 2009 at 3:51 pm

    Subhanallah! ternyata makna dan faedah nya besar juga ya teh’ mencukur hari ke 7….selama ini kita terbiasa untuk melakukananya pada 40 hari….. thanks teh udah memuat kutipan dan hadits Rasulullah SAW…..jadi makin paham

  • Reply ita September 5, 2009 at 9:45 am

    diusahakan hari ke-7 juga sudah di khitan, itu ada di hadits Rosul juga.. dan memang ternyata lebih baik, agar waktu berkemih tidak ada yang tertinggal di ujung p*n*s…

  • Reply chika August 27, 2013 at 10:16 am

    Waaa… udah tau wajib tapi ga tau wajib di hari ke 7. Thanks for sharing teh.

  • Reply chika August 27, 2013 at 10:18 am

    Waaa… udah tau wajib tapi ga tau wajib di hari ke 7. Thanks for sharing teh.

  • Leave a Reply