guest & press

Kado Terindah

October 15, 2009

kado saya untuk majalah good housekeeping (happy birthday good housekeeping!).

Saya dan suami bukan tipe orang yang senang mendapatkan kejutan saat ulang tahun. Kami berdua selalu saling bertanya, “mau hadiah apa untuk ulang tahun?”. Jujur, saya sering menjawab bahwa do’a dari dia adalah kado ulang tahun yang terindah untuk saya. Kadang-kadang kami berdua (dan sekarang berempat dengan 2 anak) makan malam di luar untuk merayakan. Jadi lupakan pemandangan meniup lilin yang tersusun di atas kue, menerima kado tas atau sepatu, apalagi bunga. Hal tersebut jarang terjadi di rumah kami.

Suatu hari, ketika anak saya sudah tidur, saya menonton televisi local Singapura. Ada sebuah iklan layanan masyarakat yang sangat menyentuh hati. Intinya, tentang seorang nenek yang ingin memberikan kado istimewa untuk cucunya. Sayang, nenek tersebut tidak pernah sampai ke rumah karena mengalami kecelakaan. Lalu iklan tersebut kurang lebih menyatakan bahwa, “the best gift for your loved ones is yourself.” Saya lalu terdiam setelah melihat iklan tersebut dan dengan instant merenung bahwa betapa benar inti dari tayangan yang saya lihat tadi.

Lalu saya menatap suami yang sedang membaca buku di samping saya. Terlihat sedikit lelah karena sering pulang melewati jam kantor. Terkadang saya mengirim SMS untuk bertanya pukul berapa dia akan tiba di rumah. Mendekati 6 tahun usia pernikahan kami, gurat-gurat lelah karena begitu keras bekerja yang ada di wajahnya merupakan kado terindah yang setiap detik saya dan anak-anak terima. Kehadirannya di tengah kami adalah hal yang selalu ditunggu. Itu pun selalu ditambah bonus dengan begitu mudahnya dia membuat kami tertawa setiap hari.

Dan terbawa ke masa lalu, saya jadi ingat satu hal. Sebelum kami menikah, suami bertanya pada saya. Saat itu, dia memberikan pilihan apakah saya akan terus berkarir di tempat saya bekerja saat itu (yang mana merupakan perusahaan impian saya) dengan konsekuensi pisah negara (saat itu dia ditugaskan di luar negeri) atau ikut dia dengan konsekuensi melepaskan karir. Saya memilih yang kedua. Mengikuti suami bertugas di luar negeri dan menjadi ibu rumah tangga. Selain menjadi ibu rumah tangga, saya mulai menggali hobi lama, yaitu menulis. Suami tidak pernah sedikit pun memandang rendah posisi saya sebagai ibu rumah tangga. Bahkan dia selalu memberikan dukungan pada saya sehingga rasanya saya tidak sempat mengalami sindrom the grass is always greener on the other side. Melihat teman-teman yang menjadi wanita karir. I’m happy for them. Saya yakin setiap individu memiliki sendiri jalannya untuk berkembang. Semuanya membanggakan asal kita percaya diri dan melakukan tugas dengan sebaik mungkin karena semua itu adalah ibadah. Dengan menjadi ibu rumah tangga, saya yakin rumput di halaman rumah kami juga sehijau rumput tetangga.

Kini, kami tinggal di Singapura. Selain menjadi ibu rumah tangga, mengurus 2 orang anak, saya masih tetap menulis novel, dan terakhir menjalankan bisnis online yang saya kelola bersama seorang sahabat. Ketiganya bisa berjalan dengan baik dan selalu mendapat dukungan penuh dari suami.

Itu, kado terindah yang tidak hanya dia persembahkan untuk saya, tapi juga untuk keluarga. Mungkin itu sebabnya kenapa saya tidak pernah meminta kado khusus saat ulang tahun. Seperti kata pepatah, today is a gift that’s why it’s called present.

ps, baca juga artikel okke sepatumerah untuk good housekeeping :-)

You Might Also Like

26 Comments

  • Reply nikeisha's mommy October 15, 2009 at 5:52 pm

    bagus banget teh… :) salam kenal ya

  • Reply Window$ October 15, 2009 at 6:09 pm

    Setujuu teh’ !! :)

  • Reply wina October 15, 2009 at 6:34 pm

    sama banget, ga pernah tuh ngerayain ultah secara khusus..tiup2 lilin..

  • Reply iyra October 15, 2009 at 10:05 pm

    SUKA!!

    *ga tau bilang apa lagi*

  • Reply Rifi October 15, 2009 at 10:39 pm

    terharuuuuuu :)
    *calon-housewife-yang-lagi-belajar-menata-hati*

  • Reply Halima Salim October 15, 2009 at 11:19 pm

    It’s so true. Saya org s’pore ikut suami tinggal di jkt. Org sering tanya, kok mau tinggal di jkt. Saya jawab HOME IS WHERE THE HEART IS. Kita harus mengsyukuri apa yg kita ada. I LOVE INDONESIA & INDONESIANS. My husband n daughter is Indonesians.

  • Reply siska dia lestari (ummu hasna) October 16, 2009 at 12:52 pm

    baca tulisan teteh bikin nangis..sampe saat ni qt jg masih pisah2an en saya masih berjibaku ma lowongan2 dan lamaran2 sementara suami berjuang sendirian di perantauan. kadang lucu jg teh, yg nuntut saya kerja justru malah ortu, suami mah nyantai ja. keadaan ni bikin saya agak tertekan jg tp gmana lg, salah satu syarat ortu bwt suami saat dia minta izin nikahin saya adl tetep ngebiarin saya kerja yg skrg jd buah simalakama bagi dia sendri. kadang kesian ma dia pulang kerja malam g da temen ga da yg ngurus, kangen berat ma anakna. setiap kali di sela2 libur yg sempit menyempatkan pulang, kelelahan karena lamana perjalanan dan tekanan pekerjaan trus buru2 balik lg. disetiap kontak qt selalu saling ngeyakinin bahwa suatu saat qt kan kumpul like normally couples en ngejalani rumah tangga selayakna keluarga umumna..minta doana y teh

  • Reply sylvia October 16, 2009 at 1:51 pm

    makasih ya teh, udh post ini, krn saya sendiri sedang dalam tahap ‘menerima’ karena baru saja melepaskan karir yang penuh perjuangan untk mendapatkannya dan akhrnya mengambil keputusan untuk ikut suami ke melbourne dan menjadi full time wife. smoga saya juga diberkahi kematangan yang sama untuk melihat dari perspektif yang lebih baik :)

  • Reply nana October 16, 2009 at 2:52 pm

    Teh Nit,
    Salam kenal! dan maafkan saya yg kuper ini, yang ga tau kalo kita sesama perantau di negeri singa ini.
    Seneng deh liat blognya….nikmat banget mbacanya!
    Mo dong diajarin nulis…kan tetanggaan…hihihi….
    Apa perlu dibikin forum or sesi tentang penulisan di sing yah?
    Ide yang menarik!!!
    Saya daptar teh!

  • Reply Nda October 16, 2009 at 5:53 pm

    huhu,, keren,, bikin terharu..

    “Seperti kata pepatah, today is a gift that’s why it’s called present.”
    kadang suka lupa sama hal satu ini

  • Reply Wulan Aquariyanti October 16, 2009 at 6:37 pm

    *speechless

    after adoring your handsome boy, i think now i start adoring you, teh. :)

  • Reply rini October 16, 2009 at 10:07 pm

    alhamdulillah..teh, makasih postingnya diatas ya. menyadarkanku ttg beberapa hal yg penting dlm berumah tangga :)

  • Reply zenit October 16, 2009 at 10:47 pm

    LIKE THISS!!!!!!

  • Reply Vicky Laurentina October 16, 2009 at 11:08 pm

    Disayang orang itu adalah hadiah terindah yang pernah diberikan orang lain buat kita. Mendapat kado? Itu bonus.

  • Reply vidya October 17, 2009 at 12:46 pm

    tidak berniat komen sih, cuman pengen bilang suka banget aja sama tulisan ini :-)

  • Reply sLesTa October 20, 2009 at 6:22 pm

    nit.. gue telat baca ini, karena pas di post di twitter gue ga sempet baca! and i totally love it!! what a good article…

    sampe terharu gue bacanya. and i love that last sentence. it’s so true!!

  • Reply Chandra October 20, 2009 at 8:49 pm

    I believe women are created to nurture children. You dont have to be afraid to become a stay at home mom.its a thought job and also challenging. Seeing my daughter laughting everyday is the best gift ever.

  • Reply ~otty October 21, 2009 at 3:24 pm

    That’s so beautiful and thanks for sharing. Be happy and content dengan pilihan sendiri adalah hal yang tidak ternilai harganya.

  • Reply Lina October 23, 2009 at 1:35 pm

    Teh Ninit,
    kapan2 cerita dong tentang pertemuan Teh Ninit dan Kang Adit :). How do you know he’s the one, etc.

    (ketauan pertanyaan cewe single hehe)

  • Reply eem October 26, 2009 at 11:31 am

    Iklannya keren,…tapi saat baca tulisan mbak lebih keren lagi…

  • Reply anna October 31, 2009 at 5:59 pm

    Huhu… Teh, tulisannya bagus banget, terharu banget.

    Aku juga lagi berusaha ikhlas untuk jadi fullltime housewife.
    Terasa berat banget karena ini pekerjaan idamanku dan sebetulnya dgn bekerja di perusahaan sekarang ini, aku jadi bisa tinggal bareng ma suami, setelah bertahun2 pacaran jarak jauh dan pernikahan jarak jauh di bulan2 awal menikah.
    Tapi karena alasan keluarga dan demi memenuhi permintaan suami juga, mungkin pekerjaan ini harus dilepaskan.

    Tapi teteh betul, apa pun jalan yang kita pilih, baik jadi ibu rumah tangga atau perempuan yg bekerja di luar rumah, sepanjang kita melaksanakan tugas sebaik mungkin atas dasar ibadah dan suami mendukung, insya Allah bukan keputusan yang salah.

    Terus menulis ya teh, teruslah memberi inspirasi :)

  • Reply techie varona November 11, 2009 at 2:03 pm

    such article was worth reading, very encouraging ….

  • Reply ridha December 4, 2009 at 10:22 pm

    telat baca,,, tp keren bgt…!!!
    SUKKAAA..

  • Reply INDRI December 12, 2009 at 1:09 pm

    huhuhu, seru salut banget kapan2 cerita yg lebih seru lagi ya ? bs metik pengalaman hidup anda untuk keluarga kecil Q skrg. tlg kapan2 mampir ke blog Q pny ya ! tks

  • Reply Retno January 5, 2010 at 9:10 am

    Teh Ninit…
    Mengharukan banget:-) Iyaaa..aku jadi merasa “bersalah”” sama suami…biasa, sebagai pasangan muda aku masih sering kena sindrom “rumput tetangga lebih hijau” tiu, hehe..jadi aku selalu iri kalo melihat pasangan2 muda lainnya saling memberi kejutan di moment2 istimewa mereka sedangkan kami tidak memiliki tradisi spt itu (apalagi suamiku bukan tipe lelaki romantis!). Aku selalu “nagih” kado kalo aku ulang tahun, heheh…

    Sekarang aku sadar, he is the best present i’ve ever had! :-)

  • Reply Hanny Arshita (@hOnEyMishA) March 17, 2012 at 4:24 pm

    Must read…bagussss…for my honey @jarwo_s RT @istribawel: Kado Terindah http://t.co/bBbmBhAa #blog #oldpost

  • Leave a Reply