Monthly Archives

May 2011

writing

Dari Draft Lama

May 25, 2011

Buka folder… baca draft lama. Salah satu petikannya, di bab 4.

“Hai!”
Skala 8 dari 10. Dia duduk di sebelah saya! Oh. My. God. Kenapa juga ya jantung saya mendadak berdetak lebih cepat. Rasanya kayak demam panggung.
Saya hanya tersenyum, dagu sedikit terangkat. Masih ada cappuccino yang belum mengalir masuk.
“Ngapain sendirian di sini?” Eh! Dia nanya lhooo… ah! Pingsan deh saya.
“Nunggu temen yang mau konsultasi sama dokter kulit trus gue ngga tahan di dalem. ACnya bener-bener dingin.”
Dia tersenyum. “Iya emang bener! Ampun deh!” Dia lalu meraih sesuatu dari saku celana kanan. Rokok. Dengan kemasan putih dan hijau. Rasa menthol. “Do you mind?”
“Ngga apa-apa kok. Gue dari dulu emang perokok pasif.” Dan ngga apa-apa banget duduk berdua sama elo. Hahaha!
“Saya biasanya tiap jam segini suka ngerokok di sini.” Dia mengambil sebatang rokok. Api muncul dari zippo yang diambilnya dari saku celana. Tidak lama asap mengepul ke udara.
“Oh, gue jadi ngambil tempat kekuasaan elo dong ya?”
“Ahaha…, ngga apa-apa. Seneng malah ada yang nemenin. By the way, Eron.” Dia mengulurkan tangan.
“Yazmin.”
Eron tersenyum. “Udah lama nunggu?”
“Ngga juga sih. Tapi gue yakin bakal lama nunggu. Tau sendiri lah, dokter kulit itu banyak banget pasiennya.”
“Ohh… gitu.”
“Keep it as a secret ya. Tapi gue itu sebel banget sama dokter.”
“Wow… serius?”
“Banget!”
“Haha! I can see that.”
“Nah ini salah satu contohnya. Dokter itu bikin gue sengsara. Nungguin temen yang mau konsultasi. Lama. Coba, gimana gue ngga benci sama dokter?”
Eron tersenyum sambil mengepulkan asap rokok. “Ok… ok… trus?”
“Dari kecil gue ngga suka dokter. Tiap kali dateng ke tempat praktik dokter, kayaknya udah keluar aura horror aja. Tapi yang nyebelin, gue beberapa kali patah hati gara-gara dokter.”
“Ya, gitu lah. Kata orang, kalo kamu benci sama sesuatu harus hati-hati karena bisa jadi, sesuatu yang dibenci bisa jadi yang paling disayang.”
“Gitu juga sebaliknya. Makanya sejak putus, gue tiap hari makan apel biar jauh-jauh dari dokter.”
“Serius?” Eron tertawa. Deretan giginya yang putih bersih terlihat. He’s so damn gorgeous! I’m not kidding!
“Eh, sori banget ya. TMI. Too much information. Baru juga ketemu, gue udah ngeburai isi perut sendiri kayak gini.” Saya ngga sadar.
“Ah! Santai aja kok.” Lagi-lagi dia tersenyum.

Well, baru beberapa menit sama dia. Kerasanya enak banget. Ngga canggung sama sekali. Kok kayaknya obrolan saya dengan dia lancar banget. Kayak temen yang udah kenal lama. Makanya, ngga sadar saya malah cerita tentang kebencian saya sama dokter.
Trus waktu dia minta nomer handphone, saya ngga mikir dua kali buat ngasih.
Handphone saya berdering.
“Itu nomer saya ya.”
“Oke. Saved.”
Lalu saya memberanikan diri bertanya sesuatu. “Lagi nungguin pacar di skin center ini?”

Please bilang ngga nunggu pacar. Saya benar-benar ga keberatan kalau dia yang mau ketemu dokter atau apa lah. Yang penting… jangan bilang dia nemenin seseorang.

“I actually work here.” Dia tersenyum. Lalu dengan cepat melirik ke jam berwarna silver di pergelangan tangan kanannya. “Eh! Saya masuk dulu ya. Hope to see you again! Soon.”
“Okay! Sampe ketemu lagi.”

Dia melangkah masuk ke dalam gedung skin center dan seperti disadarkan oleh sambaran petir dalam pikiran, detik itu saya baru sadar.

Eh, apa yang dia bilang tadi? Dia bilang…, dia kerja di sini?

Oh. My. God.

Jadi maksudnya, dia itu dokter?

Icons made by Freepik from www.flaticon.com is licensed by CC BY 3.0
daily living

Breastfeeding in Museum Nasional

Have you read my article in theurbanmama? “Happily Breastfeeding in Public.” Last weekend, we visited Museum Nasional. As you can see, I do breastfeed my son everywhere. There’s no reason to be ashamed. You’re giving your baby the best of you, so you should…

May 24, 2011
daily living

Yahoo! Community Townhall -Education 2 0- Learning and Sharing

Kemarin saya datang ke acara Yahoo! Community Townhall -Education 2 0- Learning and Sharing di atamerica Pacific Place. Bertemu Oom WW (Wimar Witoelar) dan ngasih kabar kalo Travelers’ Tale dicetak ulang :) juga ada Melda bersama Oom WW. Dinner, ketemu Nuniek, Ollie, and saw…

May 7, 2011
guest & press

Featured in Koran Republika

Koran Republika Sabtu, 30 April 2011 pukul 14:00:00 Ngeblog, dari Iseng Jadi Bisnis Oleh Indira Rezkisari Ternyata, ketika serius ngeblog, uang pun bisa mengalir. Blog bukan hal baru bagi Shinta Lestari. Sejak 2001, ketika masih bersekolah di Amerika, dia sudah rajin menulis blog. Kala…

May 5, 2011