active

Pilih Lari Dari Kenyataan Atau Lari Karena Kenyataan?

May 6, 2012

Sejak lari 18 Maret 2012. Harusnya ditambah 3K :) karena kali pertama lari itu, saya belum pakai nike+ ;) Dan sudah ikut race 5K sebanyak 3 kali.

Terasa menyenangkan setelah rutin berlari. Perasaan yang menyenangkan dan bahagia yang saya dapatkan setelah selesai berlari itu benar-benar tidak terbayar. Diantara teman-teman, jujur saya ini yang paling lambat berlari. Napas saya masih ngos-ngosan saat lari. Tapi itu justru jadi motivasi buat saya. Saya sering buka youtube, mempelajari bagaimana cara bernapas dan postur lari yang benar. Saya jadikan ini sebagai proses yang secara sadar harus saya jalani. Tidak ada hal yang instan. Karenanya, saya ingin saya untuk lari 6 kali dalam seminggu. Hari Sabtu saya jadikan hari libur lari karena aktivitas bersama suami dan anak-anak menjadi prioritas saya.

Ketika teman-teman tahu hobi baru saya ini, tidak sedikit yang berkomentar… “Hobi lari? Asal jangan lari dari kenyataan aja yaa…”

Saya sih hanya senyum-senyum saja kalau membaca komentar tersebut. Justru pertanyaan yang sebenarnya adalah, “Pilih lari dari kenyataan atau lari karena kenyataan?”
Kenyataan karena sehat itu sesuatu yang paling mahal harganya dan tidak banyak yang menyadari. Tidak harus sakit dulu kan untuk menyadari betapa kesehatan itu sangat penting?
Sudah punya suami dan 2 anak, sebagai ibu, saya merasa bahwa saya tidak boleh sakit. Kenyataannya, saya ingin tetap sehat agar dapat menikmati proses saya menjalani kehidupan bersama suami dan anak-anak tercinta. Kenyataannya, saya ingin tetap tampil menarik untuk suami dan merasa nyaman dengan tubuh saya. Dan saya tidak mau merasa hebat dengan mengatakan sesuatu yang hanya berbentuk keinginan saja. Saya harus melakukan tindakan untuk mewujudkan keinginan tersebut agar keinginan saya menjadi nyata. Thus, saya pilih lari karena kenyataan.

Kenapa saya pilih lari? Looking back, saat menghubungkan titik-titik di masa lalu sampai sekarang… Saya ingat bahwa saat SMA, selain olahraga yang menjadi pelajaran wajib di sekolah, saya juga suka lari di Saparua. Meski tidak rutin dan didn’t push myself to the limit. Jadi selesai 1 putaran, ya sudah. Tidak ada usaha lagi. Menyerah karena capek. Saat kuliah juga demikian, saya suka lari di Gasibu.

Berbeda dengan sekarang, setelah ada teman-teman yang juga suka lari, motivasi semakin meningkat. Malah sudah 2 minggu terakhir ini saya rutin treadmill di gym apartemen. Dari yang tidak suka treadmill, sekarang saya mulai menyukainya. Dari yang hanya lari 2K, saya membuat target sendiri untuk bisa lari 5K di treadmill. Semuanya berproses. Tidak terjadi instan.


Zoo Run 5K.

Kenapa saya pilih lari? Karena murah :) modalnya hanya sepatu dan baju lari. Tidak harus membayar iuran ini itu yang bisa jadi latte factor. Bisa rutin beli reksadana untuk bekal pendidikan anak-anak kelak. Tapi tentu pilihan tiap orang berbeda. Ada juga yang karena sudah bayar iuran ini itu, jadi semangat untuk olahraga, bukan?

Jadi… bagaimana? Pilih lari dari kenyataan atau lari karena kenyataan? :)

You Might Also Like

9 Comments

  • Reply Ninit Yunita (@istribawel) (@istribawel) (@istribawel) May 6, 2012 at 8:47 pm

    pilih lari dari kenyataan atau lari karena kenyataan? http://t.co/pSFy0vLi #blog

  • Reply pety puri May 6, 2012 at 9:19 pm

    waaaaaaah siiip mbak Ninit :)
    sejauh ini, manfaat apa yang udah kerasa mbak? berat badan stabil & berasa bugar terus ya mbak? patut dicontoh nih :)

  • Reply ninit May 6, 2012 at 9:36 pm

    @pety puri
    badan lebih bugar dan yang penting sih lebih training our minds ya saat lari.

  • Reply Yenny May 6, 2012 at 11:33 pm

    Hebat Teh , udh 118 km, 12 km lg udh nymph Bandung :)

    Jadi tambah semangat untuk makin rutin, skrg ini masih 1 minggu sekali, n masih dibawah 5K. Meski masih lambat or boyot istilahnya t’ninit, tp bugarnya udh kerasa.

    Thx inspirasinya ya Teh..

  • Reply Sidta May 8, 2012 at 10:49 am

    lari karena kenyataan bahwa kostumnya segerrr :D

  • Reply khansa May 9, 2012 at 3:31 pm

    salam kenal mb Ninit.. Cantiik banget mba wlopun lg olga..
    Kayaknya sya bakalan ngikut nih.. inspiratif mba.. ;)

  • Reply Afternoon run « May 16, 2012 at 6:37 pm

    […] must say thanks to TheUrbanMama founders like Ninit¬†and Slesta who give the spirit and real example about running. I am really motivated and always […]

  • Reply Jeanette @ Mary's Pastry Lab May 20, 2012 at 11:48 pm

    wah inspiring sekali mbak… saya orangnya bukan hobi olahraga (apalagi lari!!) tapi betul itu olahraga yang paling murah sekaligus yang paling menyehatkan. i shall run mulai sekarang hihihi… :)

  • Reply kiky May 26, 2012 at 10:56 am

    teh, baju lari lengan panjangnya beli dimana sih? susah ya nyari baju olahraga lengan panjang (pake hijab juga soalnya)

  • Leave a Reply