Daily Archives

September 14, 2013

read & write

Mari Lari The Novel

September 14, 2013

Telapak tangan Tio, Pradityo Kusumo, mendarat di bahu kanan Rio. “Don’t worry, son… just keep running.” Rio berpaling. Bapak, selalu bisa membaca meski kekhawatiran itu tidak pernah tertulis. Tatapan mata Tio meneduhkan. Senyum tipis menenangkan degup jantung Rio. “Terima kasih, Pak.” Rio menarik napas panjang. Sekali. Dua kali. Fokus. Sebentar matanya terpejam lalu pelan-pelan segalanya mulai beraturan. Napas dan degup jantung dengan tenang menjadi satu dengan udara Bromo mendekati pukul 7 pagi. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Tanda start berbunyi. Tepukan…

Continue Reading