daily living

Di Puncak Dunia

November 6, 2014

Pernah ngga merasakan sesuatu yang rasanya bikin kita ada di puncak dunia?

Pengen share sesuatu deh.
Akhir-akhir ini saya membatasi diri buat ngga tweet atau ngeblog tentang anak-anak. Tapi untuk yang satu ini, boleh yaaa. :)

Sudah dua bulan ini anak-anak pulang ke rumah menggunakan jemputan dari sekolah, karena jeda waktu keluar kelas yang cukup jauh. Tapi ada dua hari dalam seminggu yang langsung saya jemput karena setelah itu mereka langsung les. Alde les EF dan Arza les Gafa, kebetulan tempatnya satu gedung di area Menteng.

Saya punya kebiasaan untuk bertanya, “How was your day? did you guys have fun at school?” Ya, kadang-kadang saya mendapat sambutan yang biasa aja dan jawaban yang seru. Apalagi dari Alde, makin besar mulai deh kadang-kadang cuwek jawabnya. Mungkin kesel kali ya duduk di mobil dan menghadapi macet.

“Alde… how was your day?”
“It was OK.”
“Arza… gimana tadi di sekolah?”
“OK juga.” Ngikutin kakaknya. :D

Tapi ya gimana dong… keadaannya udah macet dan sayangnya mobil yang saya pakai saat ini memang minim entertainment. Audio system aja ga jalan. Tinggal saya yang harus kreatif deh gimana caranya biar mereka berdua ngga bosen di mobil. Mau dimana aja, quality time itu penting banget kan? Termasuk saat menghadapi macet ketika kita ada di mobil.

Waktu itu dalam perjalanan dari sekolah menuju tempat les, dari kaca spion saya melihat anak-anak diem aja. Akhirnya saya bikin game deh, nyari kata yang ada di billboard jalan atau yang ada di gedung, jembatan, anything lah yang ada di jalan. Ternyata mendapat sambutan yang menggembirakan dari mereka! Yang seru, Arza malah ngasih usul supaya Alde mentranslasikan kata-kata yang dia temukan ke dalam Bahasa Inggris. Saya minta Alde mengeja kata-katanya, jadi semacam spelling bee. Seneng deh!

Passs banget, beberapa hari kemudian, di EF diadakan spelling bee contest. Alde minta ikut. Ya udah, saya minta dia daftar sendiri dan mengisi formulirnya sendiri (belajar mandiri). Saya hanya mengamati dia dari jauh.

Ga ada target apa-apa dalam mengikuti spelling bee contest ini yang penting menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat. Saya juga bilang sama Alde, kalau ngga menang ngga perlu kecewa berlebihan. Kecewa wajar. Tapi ngga perlu lama-lama dan jadi penyemangat untuk lebih baik di kompetisi selanjutnya. Kenapa saya bilang gini? Karena pertama kali Alde ikut spelling bee contest di sekolah, dia nangis karena juara 4.

Pas hari H, saya mengantar Alde ke EF. Jadi kontesnya ada beberapa tahap. Ada penyisihan, semifinal, dan final. Ternyata Alde lolos sampai ke final! Termasuk dalam 4 orang finalis. Alhamdulillah seneng banget!

Bener deh, deg-degan banget waktu nonton Alde di final. Jadi salah satu dinding ruangannya dari kaca, jadi semua yang nonton bisa lihat. Dan saya bahagia banget waktu lihat skor Alde. Alde menang. Juara 1.

Begitu selesai. Saya langsung peluk Alde dan kasih selamat.
“Selamat yaaah A! Mama bangga. How’s your feeling?”
“I feel on the top of the world, Ma! I’m so proud of myself.”
Saya tertawa bahagia mendengar jawabannya.

Iya sih pastinya Alde merasa di puncak dunia, demikian juga yang saya rasakan. Ini kali pertama Alde menjadi nomor 1 di sebuah kompetisi yang dia ikuti. Kami lalu pulang ke rumah dengan mobil dan kami sekeluarga bahagia untuk Alde. Arza malah terus memegang piala yang Alde terima. Ikut bangga.

Saya jadi ingat video On The Top of The World ini deh. Video lanjutan dari Everything Together. Lihat videonya jadi sadar bahwa menghabiskan waktu yang berkualitas memang membuat keluarga jadi lebih dekat. Ngga masalah tempat dan waktunya dimana. Sama seperti yang Pak Adi “Donny Damara” alami. Dalam perjalanan ke Bromo untuk bertemu Pak Utomo, ternyata studio foto Pak Utomo tutup. Tanpa disangka, anak bungsu Pak Adi malah memberikan solusi, mencari info melalui gadget yang dipegangnya. Seneng deh liat kakak yang tadinya terlihat cuwek, jadi senyum lagi setelah Pak Adi memberikan kesempatan baginya untuk menyetir mobil menuju Bromo. Pak Adi yang lelah bisa istirahat menyetir dan kakak juga happy karena dipercaya untuk menyetir. Dan senyum kakak di Bromo itu mengingatkan saya pada Alde, senyum bahagia karena berasa ada di puncak dunia. :)

Lihat video On The Top of The World ini bikin saya pengen banget road trip bareng keluarga. Apalagi lately suami bener-bener sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Liburan ke Bromo pastinya jadi waktu yang berkualitas buat kami sekeluarga. Jadi membayangkan deh liburannya pasti tambah berkualitas kalau pergi ke sana dengan menggunakan Chevrolet Spin Activ. Makin naksir setelah liat videonya. Di gurun pasir Bromo aja terlihat kan ketangguhan Chevrolet Spin Activ ini. Apalagi salah satu teman yang baru aja memiliki mobil ini merasa puas.

Dari video On The Top of The World ini saya juga belajar bahwa hidup itu perjalanan dan akan ada rintangan-rintangan yang harus kita hadapi sebagai sebuah keluarga. Dengan quality time yang kita miliki, keluarga akan semakin solid menghadapi rintangan apa pun. Seperti yang Bu Adi bilang dari awal tentang masalah keluarga, “Harus kita selesaikan sama-sama.”

Last but not least, saya jadi nebak-nebak nih perjalanan Keluarga Pak Adi selanjutnya dengan Chevrolet Spin Activ ini… Lanjut ke Lombok ga yaaa? Hahaha… Beneran ga sabar nunggu episode selanjutnya. Hih! Bikin penasaran aja.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply