Terbang Ke Taipei Dengan Indonesia AirAsia X

May 28, 2015

AirAsia tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Siapa sih yang ngga kenal dengan airlines yang satu ini? Low budget airlines yang oke dengan pelayanan yang mengesankan. Tapi, bagaimana dengan Indonesia AirAsia X? Udah pada familiar belum? Honestly, saya sendiri baru “ngeh” ketika 20 Mei lalu diajak terbang ke Taipei selama 5 hari 3 malam.

Yang paling gampang sih dari logonya aja udah beda.

AirAsia Indonesia melayani penerbangan dengan jarak tempuh di bawah atau sampai 4 jam. Kalau Indonesia AirAsia X, jarak tempuh penerbangannya di atas 4 jam. X itu stands for Extra.

AirAsia Indonesia menggunakan Airbus A320 (narrow body) yang menampung 180 penumpang, totalnya ada 29 pesawat, sedangkan Indonesia AirAsia X armadanya Airbus A330-300 (wide body) dengan kapasitas 377 penumpang yang totalnya ada 2 pesawat.
Kalau AirAsia Indonesia, semuanya kelas ekonomi, di Indonesia AirAsia X ada kelas bisnisnya juga.

Got it? ;) Udah ngeh kan bedanya.

Anyway… Karena basis operasi Indonesia AirAsia X adalah di Bali, jadi saya pergi dari Jakarta menuju Denpasar terlebih dahulu. Setelah mengambil koper dari Airport domestik, saya langsung menuju airport internasional.

Ngerti deh kenapa Indonesia AirAsia X basis operasinya di Bali. Lebih pas juga soalnya bandara Internasional Ngurah Rai memang punya fasilitas yang oke banget. Jadi penumpang yang lebih banyak bisa terpenuhi kebutuhannya.

Saya diajak terbang dengan menggunakan kelas bisnis. Daaan setelah diingat-ingat, terakhir saya pakai kelas bisnis itu 10 tahun yang lalu! (whoaaa!) So, really excited! Apalagi saya belum pernah ke Taiwan kan.

Masuk ke dalam pesawat. Tadaaa… ini dia kelas bisnis Indonesia AirAsia X.

Business Class Flatbed

Ada 12 tempat duduk yang tersedia di kelas bisnis. Oh-my-oats… Tempat duduknya bisa jadi tempat tidur, flatbed! Pas ngelirik, baterai handphone tinggal dikit lagi. Tapi tenang aja soalnya di kelas bisnis ini ada stopkontak daya universal (langsung heboh deh charge segala macem, mulai handphone, power bank, plus baterai kamera), lampu baca personal, dan meja lipat untuk produktivitas dan kenyamanan maksimum.

Namanya juga kelas bisnis ya, kita mendapatkan berbagai layanan premium saat tiba di airport sampai dengan mendarat. Mulai dari gratis penggantian penerbangan yang ngga terbatas, prioritas saat cek-in dan boarding, pemilihan kursi, makanan saat terbang, bantal dan selimut yang bisa digunakan saat terbang, gratis jatah bagasi 40kg dan prioritas bagasi saat mendarat. Sedap ngga tuh? :)

Di kelas bisnis Indonesia AirAsia X memang ngga ada tv, tapi it’s not a big deal lah karena ngga semua orang perlu kan. Kalau mau, kita tinggal bawa tablet sendiri aja kalau memang perlu. Soalnya saya sendiri cuma bawa buku buat dibaca, selebihnya? tiduuur! (salam dari kursi yang lega, bantal empuk, dan selimut tebal merah Indonesia AirAsia X yang serasa jadi tempat tidur sendiri).

Picka Seat
Selain kelas bisnis, di Indonesia AirAsia X selebihnya adalah kelas ekonomi. Nah di kelas ekonomi ini ada yang namanya Quiet Zone. Tempatnya tepat di belakang kelas bisnis (baris 7-14).

Sesuai namanya, Quiet Zone ini memiliki kebisingan minimal, tanpa gangguan, plus suasana penerangan khusus. Catet ya, para penumpang di Quiet Zone harus berusia 10 tahun ke atas dan ga berpergian dengan penumpang berusia di bawah 10 tahun.

Di kelas Ekonomi dan Quiet Zone, kita juga bisa memilih kursi favorit. Ada dua pilihan kursi dari Indonesia AirAsia X untuk para penumpang Premium Seat, jadi penumpang diberi kenyamanan prioritas boarding dan ruang kaki lebih lega di baris 15 HJK, 16 DFG, 17 ABC, 34 DFG dan 35 ABC & HJK dan juga Standard Seat (catet yaaa!).

Pre-Book Meal
Saran aja nih, mendingan pesan makanan dulu deh kalau mau terbang karena based on pengalaman biasanya laper-laper aja… atau, malah jadi ngiler karena makanan dari AirAsia Cafe itu wanginya enak bangeeet! :D Makanannya sih udah pasti enak deh, pas sama selera lidah orang Asia. Kalau pre-book meal kita akan dilayani lebih dulu, dapet air mineral , plus suka dapet diskon 20% juga, mayan banget kan!

Saya terbang pukul 18.30 dan sampai di Taoyuan International Airport sebelum midnight, pokoknya lebih cepat 30 menit dari schedule. Langsung cek-in di hotel yang hanya 5 menit dari airport.

Naaah, kalau penerbangan kembali ke Indonesia dari Taoyuan ke Denpasar, saya terbang pukul 01.00 pagi. Sampai di Denpasar pukul 07.00. Nyamannya menggunakan kelas bisnis adalah kita tinggal tidur di pesawat dengan nyaman karena flatbed-nya itu loooh! Yang mana sebenarnya menghemat banget karena ngga perlu menginap lagi di hotel. Saya tiba di Jakarta dari Denpasar pukul 11 siang. Kualitas tidur saya tetap terjaga. Fresh!

Saya langsung beraktivitas seperti biasa. Senin yang sibuk, belanja mingguan, dan jemput anak-anak dari sekolah.

You Might Also Like

7 Comments

  • Reply wiwit May 28, 2015 at 12:42 pm

    Appaa?? Free bagasi sampai 40kg. Waah, bisa buat tempat titipan oleh-oleh ya teeh.. lalu *dilempar koper* xixi..

    • Reply ninityunita May 28, 2015 at 6:00 pm

      seru yaaa kelas bisnisnya. oke banget!

  • Reply Lia Harahap May 28, 2015 at 6:23 pm

    Woaa banyak hal yang saya baru tau dari tulisan ini. Seperti Air Asia X, kelas bisnis tanpa tv, sampai quiet zone. Terima kasih infonya, Mbak :) Jadi kepengen liburan nih :D

    • Reply ninityunita May 29, 2015 at 7:06 am

      selamat merencanakan liburan, lia. :)

  • Reply Honey Josep June 1, 2015 at 12:47 pm

    Pas banget nih! tadinya tahun depan mau ngajak nyokap berdua aja ke Taipei, semoga terwujud secara masih punya bayi :D

    Infonya lengkap banget teh Ninit, makasih :)

    • Reply ninityunita June 4, 2015 at 3:24 pm

      waaa asiknya hon mau ke taipei. pasti seneng deeeh :) betah! secara bersih, nyaman, dan penduduknya juga ramah. seru bangettt kencan berdua sama mama, hon! :)

  • Reply Angga Kusuma April 25, 2016 at 2:55 am

    Bangku setara 737-800 businees clas nya Garuda ☺️

  • Leave a Reply