movie & music

A Copy of My Mind – Joko Anwar

November 19, 2015

“udah ada calonnya? belum ada?”
“kalo bisa sendiri mah sendiri aja mbak.”
“emang nyarinya yang kayak gimana mbak sari?”
“ngga nyari yang gimana-gimana sih.”
“yang kaya ngga?”

Hari Senin 16 November saya mendapat kesempatan untuk menonton film A Copy of My Mind karya Joko Anwar. Karena saya termasuk salah satu juri FFI 2015, saya tidak perlu antre. Tempat sudah tersedia. Saya sungguh beruntung. Teman-teman lainnya harus datang 1 jam lebih awal untuk antre agar mendapat tempat di studio. Luar biasa lihat antreannya. Panjaaang! Bangga banget lihatnya. Penonton begitu antusias.

A Copy of My Mind dibuka dengan Sari (Tara Basro) sedang mengobrol ringan khas percakapan di salon dengan kliennya yang sedang difacial. Bukan salon yang wah, tapi salon biasa saja. Joko memperlihatkan bagaimana Sari dan hidupnya. Sari yang pecinta film terutama tentang makhluk-makhluk, membeli DVD bajakan. Lihat-lihat home theatre di mall. Sari yang tinggal di tempat kost yang terdiri atas 100 kamar dengan 10 kamar mandi. Makan malam dengan mie instan.
Lalu ada Alek (Chicco Jerikho), pembuat subtitle DVD bajakan. Selama 1 jam film, bercerita tentang kehidupan masing-masing sampai akhirnya mereka bertemu, menjadi pasangan.

Babak ke 2 tepat dimulai setelah 1 jam. Suatu hal membuat mereka harus berurusan dengan penjahat di tahun 2014 dimana suhu politik sedang tinggi-tingginya dengan pemilihan presiden.

Setelah selesai menonton A Copy of My Mind, saya diam. Entah saya orang ke berapa yang bilang, “Apa sih yang ada di kepalanya Joko Anwar?”

Saya suka tempo film yang tenang. Tidak membosankan. Bahkan ketika film selesai, saya melihat jam tangan, dua jam yang tidak terasa berlalu. Banyak gambar yang berbicara. Kalau jeli, dari awal Joko sudah memberi banyak clue dengan halus yang ketika sampai di akhir, semua terjalin rapi menjadikan semua jalan ceritanya tidak menimbulkan pertanyaan.

Chemistry Tara & Chicco luar biasa sempurna. The best! Acting mereka berdua, stellar! Bukan hanya acting mereka berdua yang luar biasa bahkan pemeran pendukungnya pun sangat berkesan. Jadi tidak heran kalau Paul Agusta termasuk yang dinominasikan di Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Meara Panigoro sebagai Ibu Mirna dan Ronny P. Tjandra yang muncul di awal film, bermain dengan memikat. Natural apa adanya, mendukung film ini sangat enak untuk dinikmati. Oh yaaa… Percakapan Ario Bayu tentang rumah, itu juga membuat saya tersenyum. Lagu-lagu A Copy of My Mind pun sangat memanjakan telinga.

Sebagai penonton, saya sangat dimanja. Semua saya dapatkan di film ini.

A Copy of My Mind mendapatkan tujuh nominasi di FFI tahun ini, yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Tidak ada jejak film Joko sebelumnya di A Copy of My Mind. Ini berbeda.

Film yang apa adanya.
Jujur.
Sederhana.
Sesuatu yang jarang didapatkan.
Sesuatu yang justru “mewah” di hati saya saat menikmati filmnya.

Di twitter, Joko Anwar mengatakan…

Terima kasih Joko, sudah memberikan pengalaman spiritual yang menawan. Saya harus bagaimana kalau tiap pagi masih kepikiran film ini?

Satu hal yang saya dapatkan dari film ini, don’t steal.

Mengambil sesuatu yang bukan hak kita, korupsi, sama dengan mencuri. So, don’t!

A Copy of My Mind berhasil menarik perhatian di Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Venice International Film Festival. Bagi pengikut twitter Joko Anwar tentu sudah tahu bagaimana sambutan penonton di sana terhadap film ini. Semoga di negerinya sendiri, tidak kalah disambut dengan hangat.

Seperti yang Sari bilang di awal film, dia tidak mencari pasangan yang kaya. Tapi kalau kita ingin menonton film yang kaya dengan rasa, A Copy of My Mind harus ditonton. Di theatre, Februari 2016.

You Might Also Like

14 Comments

  • Reply ganganjanuar November 19, 2015 at 3:20 pm

    Wah Februari seru nih, ada A Copy Of My Mind sama Sabtu Bersama Bapak :)

    • Reply ninityunita November 19, 2015 at 4:36 pm

      iyaaaa… tonton dua-duanya yaaa. :)

  • Reply Yeye November 19, 2015 at 5:16 pm

    Mauuuuu nonton tehhhh.. Tak sabar :D

    • Reply ninityunita November 19, 2015 at 6:49 pm

      tunggu februari yaaah yeye. baguuusss!

  • Reply cindy November 21, 2015 at 8:38 am

    sabar menanti februari.. udah ada bocoran 2 film Indonesia yang wajib ditonton :D

    • Reply ninityunita November 21, 2015 at 7:26 pm

      siippp cin. pasti hati senang deh ke luar theatre setelah nonton :)

  • Reply zata November 23, 2015 at 10:59 pm

    Wah jadi pengen nonton film ini juga teh..

    kalo SBB udah pasti nobar kita, kan? kan? ;p

    • Reply ninityunita November 25, 2015 at 8:05 am

      zata, wajibbb! harus nonton banget deh kalo a copy of my mind. jarang-jarang ada film seperti ini.
      ahahaha siaaap! SBB kita nobar yaaa.

  • Reply Vita Masli November 24, 2015 at 12:27 am

    Tara Basro menang deh di FFI! Cuma kok lama amat sih Februari 2016.. hiks

    • Reply ninityunita November 25, 2015 at 8:03 am

      vit, tara emang bagus banget sih di ACOMM. well deserved. saingan beratnya itu marsha timothy (nada untuk asa)… marsha juga baguuus banget mainnya.

  • Reply Ipeh November 24, 2015 at 11:45 pm

    Beberapa hari yg lalu sempat nonton CNN Indonesia, waktu itu Nirina & orang dari muvila diwawancarai ttg film ini, reviewnya bagus banget. Keren. Jadi gak sabar pengen nonton. Oiya sama SITI juga. SITI juga belum mainkan teh?

    • Reply ninityunita November 25, 2015 at 8:04 am

      yes! rata-rata ACOMM dapat review yang bagus banget. banyak yang suka. rasanya belum pernah liat komen yang ngga positif. SITI belum peh, filmnya hitam putih :) keren! ngga heran kalo jadi film terbaik FFI2015.

  • Reply cumilebay December 7, 2015 at 9:41 pm

    Tara basro ini cakep banget yaaa, wajah nya indonesia

  • Leave a Reply