daily living

15 Menit Sehari untuk Menjadi Ibu Bersinar

September 26, 2017

Siapa yang sering merasa 24 jam itu ngga cukup?
Saya pernah.
Dulu.
Tapi sekarang? Ngga lagi. :)
Ternyata itu semua tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan waktu. Bagaimana mengurutkan apa yang jadi prioritas. Dan terkadang, setelah menikah dan jadi ibu, prioritas untuk diri sendiri bergeser urutannya. Apa yang ingin kita kejar sebagai seorang individu, bukan jadi prioritas utama. Padahal, tidak begitu. Meski sudah jadi ibu, we deserve to shine bright like a diamond, jadi #IbuBersinar, dengan mengalokasikan 15 menit setiap hari untuk diri kita sendiri. Sehingga ngga ada lagi istilah 24 jam itu kurang untuk memperkaya diri sendiri dengan pengetahuan, dengan pengalaman, atau untuk mengejar passion kita. #SayaSempat :) Kita semua bisa.

Ingin tahu bagaimana? :)

Sudah pernah dengar istilah microlearning?
Dalam bahasa yang sederhana, microlearning adalah setiap hari make time 15 menit untuk mempelajari sesuatu.

Sesuatu apa?

Apapun yang ingin kita pelajari.

Misalnya ingin menjadi penulis.
Banyak yang bertanya, “Gimana sih caranya jadi penulis?”
Padahal jawabannya sederhana. “Mulailah menulis.”

Menulis apa?
Apa saja.
Biasakan. Disiplinkan diri untuk make time 15 menit sehari. Dan you know what? Bisa kok. Sempat. Ngga ada istilah kekurangan waktu dari 24 jam yang ada dalam sehari. Think about it, 24 jam itu luas. Apalagi dengan bantuan teknologi yang ada, kita sangat dimudahkan untuk melakukannya. Ingin lengan lebih toned? Ngga pergi ke gym, kita bisa melakukannya di rumah. Ada aplikasi di handphone atau bisa lihat videonya di youtube.

Ingin meningkatkan skill menulis?
Latihan. Karena memang perlu waktu untuk menemukan “formula” yang pas untuk menulis sesuai dengan gaya kita. Memang harus ada prosesnya. Latihan, latihan, dan latihan. Bisa dimulai dengan menulis jurnal, blog, artikel (submit ke The Urban Mama misalnya), cerita pendek, dan bahkan novel.

Ingin mempelajari seni bercerita?
Bisa belajar dari presentasi TED yang ada di youtube, baca buku, atau apapun.

Saya jadi ingat saat Konferensi Pers #IbuBersinar Sunlight tanggal 19 September 2017 lalu, mbak Ratih Ibrahim (psikolog) bilang bahwa aktualisasi diri itu sangat dibutuhkan oleh kita, para perempuan. Menurut mbak Ratih Ibrahim, perempuan yang telah mencapai aktualisasi diri mampu membangun dan menjaga relasi lebih baik dan memiliki empati yang lebih besar. Kita sebagai Ibu perlu bahagia dan menurut saya sih harus bahagia. Bahagia itu sehat. Ibu yang bahagia akan menularkan hal-hal yang positif bagi keluarga. Kalau menggunakan istilah sekarang sih, positive vibes. Kan ngga enak ya kalau kita sering terlihat murung, gampang kesal, suka marah-marah. Oh no!

Makanya secara personal, saya suka banget dengan program yang dijalankan Sunlight yang mengajak kita sebagai ibu menjadi #IbuBersinar :) Iya doong, sebagai ibu kita ingin kan jadi ibu yang membanggakan bagi anak-anak. Jadi pasangan yang membanggakan suami. Asli, kita akan terlihat keren banget di mata mereka kalau kita mengerjakan sesuatu yang kita suka dan bersinar di sana.

Jadi, kejar passion kita. Lakukan yang terbaik. Yakin deh, keluarga juga akan bangga dengan pencapaian kita.

Ingat.
Mulai dengan 15 menit.
Setiap hari.

#SayaSempat! :)

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply