daily living

Budgeting and Saving – #IbuBerbagiBijak

September 1, 2017

Nah, inget kan kalau saya pernah berbagi waktu datang ke acara Visa Financial Literacy Series – #IbuBerbagiBijak? Nah, namanya juga series, jadi setelah yang pertama, ada bagian ke dua-nya. Dan beneran deh, it’s not just another acara finansial. Cocok banget buat ibu-ibu seperti kita supaya lebih bijak dalam mengelola keuangan dan yang lebih penting, disampaikan dengan santai dah mudah oleh financial educator yang kece, mbak Prita Ghozie. So, of course, I don’t want to miss the second part of Visa Financial Literacy Series – #IbuBerbagiBijak ini.

Seri ke dua Visa Financial Literacy Series – #IbuBerbagiBijak ini diadakan di The Hook area Senopati. Waktu datang, rasanya udah happy deh karena yakin dapat kursi di depan, ugh! ternyataaa malah paling belakang! :D Ternyata mama-mama memang antusias banget untuk datang ke acara ini. Oke, di seri yang ke tiga, kayaknya saya harus pergi setelah sholat subuh ya biar dapat kursi di depan.

Anyway, meski paling belakang tapi ngga sia-sia kok karena materi yang disampaikan financial educator Mbak Prita Ghozie seperti biasa, sangat bagus. Di Seri ke dua ini, Mbak Prita membahas tentang budgeting dan saving.

Ada tiga hal penting dalam merencanakan keuangan keluarga, yaitu:

  • Cek kebutuhan & tentukan prioritas
  • Siapkan alokasi anggaran
  • Wujudkan impian

Cek kebutuhan & tentukan prioritas
Pastinya setiap keluarga memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Misalnya kalau teman saya yang pekerja kantoran, dalam satu tahun harus ada acara liburan ke luar kota/ luar negeri. Katanya sudah mumet dengan pekerjaan di kantor jadi butuh penyegaran. Which is sangat make sense. Sementara bagi saya, prioritasnya adalah menyiapkan dana ibadah hajji bersama suami.

Harus diingat juga nih, needs vs wants. Memiliki kemauan itu sangat manusiawi kok dan normal. Misalnya keinginan punya rumah bergaya Skandinavia, sah sah aja. Tapi pertanyaannya adalah apakah dananya ada dan sesuai prioritas? Jangan sampai yang penting jadi terlupakan. Do we really need it? Is it our priority?

Ingat bahwa:
Kebutuhan masa sekarang adalah kebutuhan yang jatuh temponya terjadi dalam setahun ke depan.
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang jatuh temponya lebih setahun ke depan.

Siapkan alokasi anggaran
Di sesi ini mbak Prita mengingatkan bahwa anggaran dibagi menjadi dua yaitu:
1. Anggaran bulanan
2. Anggaran musiman.

Anggaran bulanan sumbernya adalah dari gaji bulanan yang digunakan untuk pengeluaran rutin bulanan. Jadi setelah menerima gaji, ngga langsung lari ke depan laptop untuk belanja online ya. Tapi sebagai urban mama kita harus tahu dan sadar apa yang menjadi prioritas ketika mengalokasikan penghasilan.

  • Zakat, infaq, dan sedekah (honestly, ini hal pertama yang saya pisahkan. Selalu ingat bahwa ada hak orang lain dalam rezeki yang kita dapatkan).
  • Bayar Pinjaman/utang
  • Tabungan investasi
  • Dana darurat
  • Biaya hidup (listrik, air, internet, kebutuhan komunikasi, belanja kebutuhan hidup kita sehari-hari).
  • Tabungan dan biaya pendidikan
  • Gaya hidup

Kenapa gaya hidup ada di urutan terakhir? Karena bukan prioritas utama. Berapapun besarnya gaji yang kita dapatkan kalau gaya hidupnya tinggi, ya tetap aja wassalam, kthxbye. Jangan sampai karena gengsi, gaya hidup jadi mengorbankan kepentingan lain yang lebih penting. Ngopi di Starbucks dan foto ke sosmed dengan nama kita yang tertulis salah, memang lucu sih. Tapi kalau memang bisa bawa kopi sendiri dari rumah, kenapa ngga? Lumayan banget loh bisa menghemat jauh lebih besar. Yah, itu sih saya ya. Tiap orang pasti berbeda.

Anggaran musiman, sumbernya adalah dari penghasilan yang juga musiman seperti bonus, THR, dan tunjangan lain yang bisa dialokasikan untuk pengeluaran yang sifatnya tahunan seperti bayar PBB, budget untuk qurban (bagi muslim), dana liburan.

Wujudkan impian
Sebetulnya saya dan suami punya cita-cita untuk bisa pensiun lebih cepat. Suami ingin melakukan apa yang dia sukai yaitu menulis. Tapi saat ini memang belum bisa untuk itu. Sambil pelan-pelan kami berusaha mewujudkan impian tersebut. Nah, blog readers juga tentunya punya mimpim kan? Iya mimpi gratis kok tapi untuk mewujudkannya memang tidak gratis, perlu usaha dan grit.

Jadi, rencana… rencana… rencana (seperti kata Pak Gunawan di Sabtu Bersama Bapak) dan make it happen! See the bigger picture jadi in syaa Allah mudah-mudahan kita ngga tergoda buat spending sesuatu yang kurang perlu.

Asli deh, menyenangkan banget acara Visa Financial Literacy Series – #IbuBerbagiBijak ini. Jadi ngga sabar untuk nunggu seri ke 3nya.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply