daily living

Kenapa #IbuBerbagiBijak Perlu Berinvestasi?

October 24, 2017

Sebagai #IbuBerbagiBijak, tentunya kita semua memiliki investasi (saham, logam mulia, reksadana, properti).

Pertanyaannya:
Cukup atau tidak?
Sesuai atau tidak?

Di Visa Literacy Financial Series yang terakhir, Investasi menjadi topik yang sangat menarik dibahas oleh Financial Educator, Prita Ghozie. Simak yuk!

Kenapa kita beli LM?
Kenapa kita beli saham?
Kenapa kita beli reksadana? Untuk apa? Kenapa harus beli sebanyak itu?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita memerlukan panduan yang bernama rencana keuangan dalam memilih investasi untuk diri kita masing-masing.

Menurut Mbak Prita, ada Lima Prinsip dalam berinvestasi:
1. Pahami Tujuan dan Profil Risiko
Ada 3 profil risiko yang harus kita ketahui:

    1. Investor Konservatif (100% defensif)
    Investor Konservatif adalah tipe investor yang cenderung berinvestasi di instrumen investasi yang aman dan memiliki risiko yang rendah.

    2. Investor Moderat (60% defensif & 40% agresif)
    Investor Moderat adalah adalah investor yang memahami dan bersedia menghadapi risiko yang lebih tinggi asal apa yang dilakukannya itu memiliki hasil yang sepadan.

    3. Investor Agresif (30% defensif & 70% agresif).
    Investor Agresif adalah investor yang memahami dan bersedia menghadapi risiko yang tinggi.

Profil risiko ini memiliki hubungan yang erat dengan instrumen investasi apa yang cocok dengan kita. Sebagai contoh, bila kita akan menggunakan dana pendidikan 10 tahun lagi, maka berinvestasi di reksadana adalah pilihan yang tepat dibanding deposito karena dengan dana yang tidak terlalu banyak, dalam 10 tahun, akan menghasilkan dana yang diharapkan.

2. Tentukan Jangka Waktu
Setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Sehingga, tujuan keuangannya pun berbeda pula. Tujuan keuangan setiap orang memiliki jangka waktu yang berbeda dan hal ini lah yang menjadi penentu besarnya sumber daya yang harus disiapkan dalam rangka mencapai tujuan keuangan. Tujuan keuangan sebaiknya dipisahkan menjadi 3 golongan yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang (dengan memperhatikan faktor inflasi yang terjadi).

3. Ragam Investasi
Ragam investasi dapat berupa tanah, rumah, logam mulia, saham, reksadana, deposito. Kemudian dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

    1. Aset Fisik: Logam Mulia, properti (kamera digital yang kita pakai bisa termasuk kategori properti karena digunakan untuk mendapat penghasilan).
    2. Surat Berharga: Saham, reksadana, deposito, obligasi.
    3. Bisnis: Franchise, usaha.

Ingat ya blog readers, selalu pertimbangkan tingkat risiko investasi (risiko liquiditas, risiko volatilitas harga, risiko gagal bayar, dan risiko pasar) karena pastinya semua jenis investasi mengandung risiko. Dari risiko investasi ini, kita dapat mengelompokkan kembali ragam investasi yang akan kita pilih.

4. Strategi Investasi

5. Evaluasi
Sebagai Financial Educator, mbak Prita mengingatkan agar kita selalu melakukan evaluasi atas investasi yang sudah kita jalankan. Bagaimana hasilnya? Jika memang ada yang perlu untuk diubah, sebaiknya memang diubah agar hasil investasi lebih optimal.

Selesai deh Visa Literacy Financial Series ini. Alhamdulillah banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dengan mengikuti 3 rangkaian financial series ini. Menurut saya, program ini sangat bagus dan semoga Visa terus melanjutkan program ini.

Terima kasih Visa! :)

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply