daily living

Tahun Ini Masuk SMP!

January 10, 2018

Orang bilang, time flies. Masih ingat deh waktu Alde masih ikut Kelompok Bermain. Pagi-pagi udah bawa bekal yang saya siapkan untuk dibawa ke sekolah. Mengantar Alde ke lantai dasar HDB (rumah susun di Singapura) untuk menunggu jemputan, masih gelap. Kalau pulang, biasanya dia ketiduran. Sampai Bu Manis (ibu yang jaga anak-anak di jemputan senyum-senyum hafal kebiasaan Alde). Tahun ini, Alde in syaa Allah masuk SMP. Seneng sih kalau lihat perkembangannya selama ini. Alhamdulillah. Banyak hal yang berubah tapi ada juga hal yang tidak berubah seperti kebiasaan membawa bekal sendiri dari rumah.

Sejak kelas 6, jadwal Alde cukup padat. Di kelas 5 saya sudah bilang pada Alde kalau di kelas 6 nanti, kegiatan belajar Alde akan lebih meningkat. Kami menyukai kebiasaan ini, menerangkan sesuatu yang akan dihadapi pada anak (to manage his expectation). Jadi saat terjadi, anak tidak “kaget” lagi.

Semester 2 ini, ada pendalaman materi yang diadakan sekolah 4 kali dalam seminggu (menghadapi UN). Selain itu, Alde juga mengikuti bimbingan belajar yang intensif 4 kali dalam seminggu (menghadapi ujian masuk SMP di bulan Februari). Jadi terbayang kan padatnya jam belajar Alde? Untuk itu ada 2 kegiatan les lainnya yang tidak diikuti dulu oleh Alde.

Melihat jadwal belajarnya yang padat, maka asupan untuk Alde sehari-hari juga sangat saya perhatikan. Saya yakin kalau apa yang Alde konsumsi memiliki pengaruh dalam proses belajarnya. Selain istirahat yang cukup, kebutuhan nutrisi sangat penting untuk dipenuhi karena nutrisi adalah salah satu penentu kecerdasan anak.

Ini dia bekal yang saya siapkan untuk Alde:

Dengan mengonsumsi ikan laut seperti tuna atau salmon, maka DHA dan AA bisa didapatkan. Selain makanan padat, Alde juga membawa bekal susu UHT untuk membantu melengkapi kebutuhan kalsiumnya. Bagi blog readers yang belum familiar, Susu UHT (Ultra-high Temperature) adalah hasil pemrosesan di mana susu dipanaskan hingga 135°C dengan selama 2-4 detik untuk mengeliminasi semua bakteri. Proses singkat tersebut memastikan minimnya nilai nutrisi yang hilang dan menjaga kesegarannya. So, UHT milk is packed with goodness, mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatan anak. Apalagi susu UHT yang dikemas dengan menggunakan teknologi aseptik dari Tetra Pak, semakin terjamin deh keamanannya. Untuk informasi saja, teknologi aseptik Tetra Pak itu sendiri adalah metode pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman yang dapat menjaga keutuhan nutrisi dan rasa hingga sembilan sampai dua belas bulan tanpa memerlukan tambahan pengawet ataupun pendinginan. Jadi, selain sehat, susu UHT juga aman bagi Alde. Susu UHT ini dikonsumsi Alde setiap hari (mulai dari umur 2 tahun setelah Alde selesai dengan ASI). Untuk anak cukup mengonsumsi susu UHT 400ml-600ml per hari. Honestly, rasanya juga enak banget kan. Pilihannya juga bermacam-macam; ada coklat, stroberi, melon, pisang, dan juga mocha. Ngga heran kalau anak-anak suka.

Pengakuan nih, saya sendiri adalah penggemar susu UHT :) Setiap pagi, saya mengonsumsinya saat sarapan dan setiap selesai lari, biasanya saya suka minum susu UHT cokelat karena susu cokelat sangat baik untuk muscle recovery (susu cokelat memiliki konsentrat glikogen yang sedikit lebih tinggi). Jadi, jangan heran kalau susu UHT selalu ada dalam daftar belanja mingguan keluarga.

Untuk blog readers yang anaknya mau masuk SMP tahun depan, harap diingat bahwa biasanya untuk LabSky dan Al Azhar, ujian masuknya diadakan bulan Februari. Jadi kira-kira anak-anak memiliki 6 bulan untuk persiapan masuk ke sana sejak masuk kelas 6 SD. So far Alhamdulillah sudah 2 kali try out, Alde mendapatkan nilai tertinggi di tempat bimbelnya. Tentu menyenangkan karena ikhtiar yang dilakukan Alde menghasilkan hasil yang baik. Tapi kami menekankan bahwa ini tidak menjadi jaminan ketika menghadapi tes yang sebenarnya, Alde akan mendapatkan hasil yang diharapkan. Optimis harus tapi tidak boleh pesimis. Yang penting berusaha semaksimal mungkin. Kami juga memaparkan fakta-fakta yang ada pada Alde kalau tahun lalu dari 1400 peserta yang diterima di SMP yang Alde inginkan hanya 246 yang diterima. Selalu ada kemungkinan tidak diterima dan sebaliknya.

Kami menekankan bahwa yang penting, proses dan usaha Alde untuk belajar sebaiknya maksimal karena ini hanya akan terjadi satu kali dan tidak bisa diulang lagi. Segala sesuatu sudah ada ketentuannya dan hal yang indah adalah ketika do’a dan harapan kita bertemu dengan apa yang sudah ditakdirkanNYA.

Selamat belajar, Alde!


Info bagi blog readers yang akan menyekolahkan anaknya ke SMP Alpus:
untuk kelas akselerasi (4 semester) bilingual
uang pangkal: 32.825.000 (asal sekolah dari dalam/luar)
SPP: 2.250.000/bulan
uang jamiyyah: 340.000
uang OSIS 1 tahun, foto & kartu pelajar: 250.000
total: Rp 35.665.000

untuk bilingual (6 SKS) – asal sekolah Al Azhar
uang pangkal: 30.825.000 (asal sekolah dari dalam/luar)
SPP: 2.050.000/bulan
uang jamiyyah: 340.000
uang OSIS 1 tahun, foto & kartu pelajar: 250.000
total: Rp 33.465.000

untuk bilingual (6 SKS) – asal sekolah mitra Al Azhar/ sekolah lain
uang pangkal: 31.825.000 (asal sekolah dari dalam/luar)
SPP: 2.050.000/bulan
uang jamiyyah: 340.000
uang OSIS 1 tahun, foto & kartu pelajar: 250.000
total: Rp 34.465.000

Kalau ada yang tahu info sekolah lain, boleh komen yaaa…

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply Nunung January 15, 2018 at 10:06 pm

    Huuaaa…mahalnya masuk SMP Al Azhar ya Mbak Ninit. Anak saya juga masuk smp tahun ini. Tapi mau saya masukin SMP dekat rumah saja yang masih terjangkau kantong. Biaya masuknya plus formulir 17 jutaan di SMPIT Roudhatul Muttaqin Bekasi

    • Reply ninityunita January 19, 2018 at 12:20 pm

      hi nunung,
      iya nih… terima kasih untuk infonya ya nung. pilihan sekolah dekat dari rumah itu oke… aku juga cari sekolah yang ngga terlalu jauh dari rumah. semoga anak-anak kita mendapatkan yang terbaik yaaa… Aamiin.

  • Reply Rina February 9, 2018 at 1:59 pm

    Mba Ninit terima kasih infoya..
    itu uang jamiyah maksudnya apa mba?

  • Reply Heri May 22, 2018 at 6:20 pm

    Wah, Alde sudah masuk SMP.
    Saya dulu pernah membaca proses pemilihan nama Aldebaran, waktu masih di blogspot, belum berubah menjadi suamibawel.
    Yes, time does fly, and fast

  • Leave a Reply