Sports Outfit

By December 28, 2012 active

20121228-160543.jpg

20121228-160606.jpg

Brooks PureConnect

By December 25, 2012 gear

Yay! New running shoes!
Setelah baca review dari Thalia & Dhitri, kalau Nike Free saya pensiun maka kalau ganti sepatu… it has to be Brooks PureConnect. Kenapa ganti sepatu? Karena akumulasi lari saya sudah 600K lebih. Sebaiknya kalau sudah 500K, sepatu lari diganti.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan lari, I trust Thalia’s opinion. Selain itu, baca-baca review juga bahwa banyak yang merekomendasikan Brooks PureConnect ini.


Pas banget, Desember ini adalah bulan penuh diskon :) Hari Minggu, saya menemani suami membeli kebutuhan baju kantornya. Setelah itu, kami menuju Sports Station di PIM 1. Brooks PureConnectnya hanya ada 2 warna. Warna ungu dan hijau yang gonjreng berat. Sayangnya di Sports Station, untuk nomor sepatu yang saya cari tidak ada warna ungu. Patah hati deh tapi ya pasrah. Eh! Ternyata di lantai dasar ada Athlete’s Foot. Mampir ke sana ternyata, ada! Diskon 30% pula! Lebih oke daripada di Sports Station 20% :)

Still breaking in PureConnect, sudah saya pakai sekali dengan jarak 5K. Di 2K pertama, masih sakit kerasanya tapi lama-lama nyaman. Takjub banget karena dengan memakai Brooks PureConnect ini, terasa sekali telapak kaki mendarat dengan mid/fore foot. Meski saya jarang lari dengan heel strike, tapi dengan memakai Brooks PureConnect ini sangat terasa perbedaannya dengan sepatu lama saya.

Semoga ngga lama bisa segera sahabatan dengan sepatu baru :)

SCMS 2012: My First Race in Singapore

By December 13, 2012 race

Tanggal 29 November adalah hari yang saya tunggu karena hari itu saya dan suami pergi ke Singapore untuk mengikuti Standard Chartered Marathon Singapore 2012. Saya mengikuti 10K sementara suami, half marathon (HM). Saya yang biasanya malas packing, untuk trip kali ini semangat sekali. Jujur, saya kangen Singapore.

Beberapa hari sebelumnya, atur strategi.

  • Koper sudah siap dibawa suami ke kantor.
  • Siang, saya bawa mobil. Jemput Alde sekolah bersama dengan Arza.
  • Titip anak-anak dan ART di rumah mertua.
  • Mobil disimpan di sana.
  • Book sopir harian untuk antar jemput Alde sampai hari Selasa.
  • Ambil pesanan siomay yang diantarkan ke rumah mertua (2in1, drop anak-anak sekalian ambil siomay). ‘upeti’ untuk Thalia. ;)
  • Langsung ke kantor suami pakai taksi.
  • Bareng suami menuju airport.

Done!
Sampai airport, sempat makan GM dan bawa upeti kedua untuk Thalia… paket GM yang berisi 8 box mie GM. Alhamdulillah perjalanan lancar. Sampai Changi, kami langsung ambil taksi dan menuju rumah Thalia di Chip Bee Gardens – Holland Village.
Sopir taksi menanyakan jalan ke sana tapiii… kami sudah benar-benar lupa jalan-jalan di Singapore! :)

Sampai di tempat Thalia, ternyata Thalia tidak ada di rumah. Jadi kami duduk santai di teras rumahnya (oh by the way, tempat Thalia itu landed house. Nice!). Tidak lama, Thalia datang bersama Detta! Haha! Seru! Jadi reuni Singapore deh.

Hari Jum’at, RPC di Expo. Janjian bertemu dengan Shinta di sana. Lunch di Changi City Point. Jalan-jalan sampai sore.


Hari Sabtu, meeting The Urban Mama! Sudah ada Udhien, Chika, dan Ipeh di tempat Shinta. Karena hujan dan di mall pasti susah parkir dan penuh, kami memilih meeting di… Changi! :) Bad news, bangun tidur pagi…. saya merasa tidak enak badan. Duh! Tidak boleh sakit nih, ngga lucu banget kan race pertama di Singapore malah tidak fit. Malam selesai meeting juga badan saya terasa tidak enak. Gejala flu… dan, mata saya belekan! Gaaah. Sedikit merah dan belekan. Konjungtivitis. Sebel!

Hari Minggu, race day! Bangun pukul 4, mandi. Siap-siap. Pukul 5 pagi kami berempat (suami, saya, Thalia, dan Chika) menuju MRT station. Kami berpisah di Buona Vista. Suami dan Thalia yang mengambil HM start di Sentosa. Sementara saya dan Chika yang mengambil 10K menuju City Hall. Janjian dengan Lia dan Mama Runners SG (Shinta, Woro, Sara, Yana, dan Erlia) di MRT Station.

Rasanya ikut SCMS 2012? Luar biasa! Karena biasa di Jakarta ikut race dengan peserta yang tidak sebanyak di SCMS 2012 ini. Ada 20.000 yang mengikuti 10K. Jadi terasa sekali energi yang luar biasa. Senang deh liatnya. Menuju garis start, disediakan minum juga.


A nice surprise, kesempatan berfoto dengan pelari senior yang berumur 101 tahun dari Inggris, Mr Fauja Singh!

Meski tidak begitu fit, saya menyelesaikan 10K ini dalam waktu 1 jam 20 menit (mendekati 21 menit). Rasanya saya paling lambat deh dibanding yang lain (as always hahaha) but I ran happy. Di finish line bertemu Chika yang sampai lebih dulu. Saya lihat Chika sudah di kursi roda, ternyata dehidrasi. :(

Setelah finish dan bertemu dengan teman-teman, saya menunggu suami dan Thalia di finish line. Saya khawatir dengan suami yang memang lututnya bermasalah. Alhamdulillah, finish dan lututnya baik-baik saja.

Kesimpulan?
SMCS 2012 ini menyenangkan sekali karena ini race pertama saya di Singapore daaan race pertama dimana founding mama The Urban Mama mengikuti race yang sama. :)
Semoga SCMS ini bisa menjadi agenda tahunan saya yaa… Selalu kangen Singapore. Kangen Harbourfront dan Tiong Bahru. Places where we used to live.

Di Balik Noda Award

By December 8, 2012 daily living

Saya paling suka menonton film-film pendek. Berhubung jarang menonton televisi, saya suka browsing di youtube dan dari facebook juga tidak jarang saya mendapatkan info tentang film-film pendek yang menarik.
Beberapa film pendek yang menarik saya dapatkan dari Di Balik Noda Award.

Film pertama yang saya lihat adalah Kisah Siluman Tikus. Ceritanya menarik. Alami. Meski kelihatannya sederhana, film pendek ini begitu sarat makna. Ali yang duduk di bangku SD bersama 3 orang teman sekolahnya, pulang sekolah bersepeda dan melewati sebuah rumah yang tidak terawat. Dari luar terlihat sangat kusam apalagi ditambah dengan penampakan banyak tikus di sekitar rumah, menandakan rumah tersebut sangat tidak dirawat. Anak-anak berasumsi bahwa rumah di tersebut terdapat siluman tikus. Seram.

Beberapa kejadian mengantarkan Ali dan teman-teman ke rumah tersebut. Ali memutuskan untuk membersihkan rumah tersebut sendiri. Saat membersihkan rumah, ternyata Ali menemukan rumah itu tidak kosong. Ada seorang nenek yang menghuni. Penghuni yang sempat membuat Ali ketakutan karena mengira nenek tersebut adalah hantu. Bagaimana ending film pendek ini? Coba deh menontonnya sendiri. Yang jelas dari film ini saya belajar untuk tidak cepat mengambil kesimpulan/ berasumsi.

Selain Kisah Siluman Tikus, ada 2 (dua) film yang menjadi favorit saya dari 10 film pendek yang termasuk dalam unggulan Di Balik Noda Award, yaitu 1000 rupiah 1000 cinta dan Bersihkan Noda di Hatimu.

Oh yang seru, semua film pendek ini diangkat dari kisah nyata yang berdasarkan kiriman beberapa peserta dan difilmkan oleh Rinso Indonesia. Dan ada hadiah yang menarik banget untuk 30 orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan hadiah:
1. Persediaan Rinso selama 1 (satu) tahun! (12 x 900gr Rinso Anti Noda).
2. Voucher belanja @ Rp 500.000.

Pengen kaaan?
Nih cara untuk ikutannya:

    1. Klik www.ceritadibaliknoda.com atau Masuk ke Fan page Rinso Indonesia. Tonton filmnya dan pilih 3 video terbaik versi kamu. Kamu juga harus menjawab semua pertanyaan yang ada di 10 film Cerita di Balik Noda. Jawaban benar yang kamu kirim semakin banyak maka akan semakin besar kesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah di atas tadi!
    2. Yuk vote ikutan sebelum 9 Desember 2012 pukul 23.59

Saya udah vote. Mudah-mudahan termasuk salah satu dari 30 orang yang beruntung yaaa untuk mendapatkan hadiahnya.

Running Sartorialist 002

By December 7, 2012 active

Founding Mama theurbanmama @ Standard Chartered Marathon Singapore 2012 #SCMS2012.

Molto Anti Bakteri

By November 28, 2012 product review

Saya ibu dari dua anak laki-laki yang aktif, Alde (6) dan Arza (3). Karena kami tinggal di apartemen, maka setiap hari saya selalu mengajak mereka main ke playground untuk beraktivitas di tempat terbuka. Di sana, mereka berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Seru sekali melihat mereka bermain dan berlari-lari. Seperti ngga pernah kehabisan energi deh!

Alde, anak pertama saya, alergi debu dan sakit asma. Padahal kalau sudah main di playground, sudah ngga bisa dikontrol. Acara guling-gulingan di lantai paling sering membuat saya khawatir. Yang pasti saya selalu mengingatkan Alde agar tidak terlalu heboh bermain untuk menjaga kesehatannya.

Kalau acara main di playground selesai, hal yang pertama saya lakukan setelah anak-anak mandi adalah mencuci pakaian mereka. Tau sendiri dong pastinya setelah guling-gulingan di lantai, banyak bakteri yang menempel pada baju mereka karena kan bakteri itu bisa menempel pada kain yang terkena kontaminasi berbagai sumber seperti kulit, tumpahan makanan, atau ketika anak-anak berinteraksi dengan teman-temannya yang sering terjadi kontak tangan. Nah, bakteri kan menyebar ke dalam kain melalui kontak tangan, ini lah yang menjadi potensi dalam menyebarkan bakteri ke pakaian lain yang dicuci bersama-sama! Salah satu bakteri itu adalah Staphylococcus Aureus. Bakteri ini dapat menempel pada dinding mesin cuci yang dibawa oleh pakaian yang kotor dan berpeluang menyebar ke pakaian yang lain terutama pakaian yang lembap dan basah.

Saat belanja mingguan kemarin, saya melihat produk baru Molto yang kemasannya berwarna hijau. Saya memang sudah menggunakan Molto sejak lama jadi tertarik banget untuk nyoba Molto Anti Bakteri apalagi ada bahan aktif Active Shield yang terdapat di dalamnya. Mencuci baju kan selain bersih juga sekaligus harus menghilangkan kuman atau bakteri. Mencuci dengan detergen aja ternyata ngga cukup. Jadi saya beli Molto Anti Bakteri karena bahan Active Shield yang ada di dalamnya sudah terbukti mampu mereduksi perlekatan 99% bakteri hingga 24 jam. Selain itu saya suka wanginya. Fresh! Dan teruji secara dermatologis. Lembut untuk kulit anak apalagi yang sensitif.
Suka banget dengan Molto Anti Bakteri ini, bikin saya tenang meski anak-anak heboh main.

Running Sartorialist 001

By November 26, 2012 active

A Japanese runner in Jakarta Race last October.
Selain lari, saya suka foto. Meski bukan photographer andal, saya suka memotret sejak SMP ketika Bapak membelikan saya Nikon 401s.
Sebagai pelari, sudah jadi kebiasaan kalau setelah mengikuti race, saya suka cek foto-foto. Pokoknya, sudah menemukan foto sendiri saja sudah happy, meski penampakan saya ancur banget :)) Yang penting ada deh. Di SCHMI sama sekali tidak ada foto saya. Bayangannya saja tidak ada. Haha!

Sebagai perempuan, saya suka memperhatikan style para pelari. Para pelari itu modis-modis lho! Senang lihatnya. Maka kalau ada kesempatan memotret para pelari, saya akan post di blog. Seperti blog terkenal Sartorialist, ini versi para pelarinya, Running Sartorialist.