Di Singapur

By July 8, 2007 daily living
777
alhamdulillah akhirnya setelah 5 minggu tinggal di serviced apartment, kami pindah juga. dari fraser, kami pergi dengan menggunakan jasa taksi berbentuk mini van, karena bawaannya banyaaak… tiga koper, barang-barang ikea (bantal, selimut, alat masak–> gayanya udah kayak chef ajaaa hihihi), dan dua tas mainan alde :-). 

sabtu pagi, mover udah dateng. kerjanya bagus dan cepet banget. mereka ramah dan seru. ada yang takjub dengan tempat tidur alde yang besar. hehehe. itu inventaris dari nenek.
masih ada beberapa box yang belum dibuka sih. i’m going to take it slow. sekarang beda, karena udah ada aldebaran, ngga bisa sekaligus beres. alde harus jadi prioritas. biasanya saya ingin sekali cepat beres… jadi yaaa… apartemennya masih super berantakan:-) or, maybe it will always be like that. heheheh…
alde looks very happy… karena tempatnya agak luas dibandingkan saat kami tinggal di fraser. jadi dia bisa bergerak ke sana sini. alhamdulillah. dalam keadaan apapun yang penting adalah bersyukur. karena kalau kita bersyukur, maka nikmat juga akan bertambah.

kalau saat itu kami pindahan dan resmi menjadi tetangga bapak ini, pada 777 kemarin, tante saya yang terkena kanker payudara meninggal dunia dan sudah dimakamkan.

sejak kami pindah ke singapur, tentu banyak pertanyaan… gimana singapur? betah ngga?

alhamdulillah betah. sebetulnya bagi saya, prinsipnya tinggal dimana saja tentu betah karena ada suami dan sekarang apalagi ada anak. we survived in africa ;-) saat di abidjan mendampingi suami saja saya betah masa sih di singapur ngga?

to be honest, ini kali pertama saya ke singapur. sama seperti bapak ini, sebelumnya hanya transit saja di changi. kesan pertama yang saya dapatkan, singapur itu bersih dan teratur. begitu keluar airport misalnya, kami mengantri taksi di jalur yang sudah disediakan… which is nice because i hate people who cut queue.

di sini, saya juga dapat berjalan-jalan berdua saja dengan alde. kemana-mana bisa mendorong stroller. saat adit ngantor juga ngga kerasa lama seperti saat di jakarta. meski kadang-kadang macet (tapi jangan membayangkan macet seperti di jakarta), di sini ngga akan mengalami istilah tua di jalan.

sejak kami di singapur, kualitas waktu adit bagi keluarga meningkat. tiap weekend, adit bisa berenang dengan alde. adit bisa menemani alde ke gymboree. kami sekeluarga akhirnya (AKHIRNYAAA) bisa juga ke sea world (underwater world).
padahal waktu masih di jakarta, saya udah sering minta ke adit untuk pergi ke sea world. saat saya hamil, bisa dihitung dengan satu tangan deh berapa kali adit menemani saya ke dokter kandungan ;-)…

bagi sebagian orang mungkin yang dinamakan hidup mewah adalah hidup dengan bergelimang harta…, bagi saya, adit ada waktu untuk keluarga adalah itu. (yes of course it would be very nice to have them both).

terima kasih ya a.

You Might Also Like

perkenalkan

By July 3, 2007 daily living
sabtu kemarin, saya bertemu dengan rani, indy, dan noe di vivo city. trus rani bilang pada suaminya…

“ini ninit, istribawel.com… ini adit, suamigila.com.”
“halo…”
“kami, indrani.net.”

jadi inget kejadian di launching biografi wimar witoelar. saat itu pak wimar mengenalkan saya pada anaknya, satya.

tya…, tya…, ini istribawel.com”

:-)

You Might Also Like