Stokke di Indonesia

By June 1, 2015 daily living
stokke di indonesia 1

Saya ngefans banget sama brand Norwegia yang satu ini, Stokke. Pertama jatuh cinta sama high chair-nya, Tripp Trapp. Kenapa falling in love karena jujur saya suka banget sama desainnya. Simple. Dan satu hal dari Tripp Trapp yang bikin saya naksir banget karena Tripp Trapp dari Stokke ini bisa “tumbuh” bersama anak, bersama kita, jadi cerita dari keluarga. Makanya pas masih tinggal di Singapore, saya beli Tripp Trapp warna putih untuk Alde. Dulu high chair, sekarang jadi kursi di kamar Alde yang dipake buat belajar. Multifungsi juga sih karena suka juga dipake buat kursi makan. Sesuai kebutuhan aja karena gampang banget dipindah-pindah.
Read More

Terbang Ke Taipei Dengan Indonesia AirAsia X

By May 28, 2015 getaway
Terbang Ke Taipei Dengan Indonesia AirAsia X 01

AirAsia tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Siapa sih yang ngga kenal dengan airlines yang satu ini? Low budget airlines yang oke dengan pelayanan yang mengesankan. Tapi, bagaimana dengan Indonesia AirAsia X? Udah pada familiar belum? Honestly, saya sendiri baru “ngeh” ketika 20 Mei lalu diajak terbang ke Taipei selama 5 hari 3 malam.
Read More

Unboxing Garmin VivoActive

By April 16, 2015 active, gear
Unboxing Garmin VivoActive

Unboxing Garmin VivoActive.
Go get yours at Garmin Indonesia!

Long Weekend di Conrad Bali

By April 14, 2015 getaway
Long Weekend di Conrad Bali 18

Senang sekali long weekend kemarin, saya dan keluarga diundang untuk menghabiskan long weekend di Conrad Bali selama 4 hari 3 malam. Saya sengaja nggak ngasih tau anak-anak sebelumnya kalau kita akan pergi ke Bali padahal pakaian dan semua kebutuhan sudah ada di koper. Bukan apa-apa, mereka tuh saking excitednya selalu nanya tiap hari :D Jadi ya udah bikin strategi mendadak aja. Begitu akan ke airport, saya baru mengajak mereka. Mereka surprise banget dan langsung memeluk saya. Pergi bertiga ke Bali karena suami ngantor. Ini kali pertama pergi bertiga naik pesawat. Yang penting tenang aja sih karena kalo kita panik, anak-anak bisa sense itu.

Begitu sampai di airport, kami dijemput Conrad untuk langsung menuju hotel yang terletak di Nusa Dua.


Read More

Loomie Band

By April 1, 2015 daily living
loomie band 1

Sebagai ibu dari dua anak laki-laki, mencari kado untuk anak perempuan lumayan membuat kepala saya pusing. :D

Maklum deh, saya lebih fasih beli kado buat anak laki-laki daripada anak perempuan. Paling aman mungkin ngasih buku atau boneka. Tapi rasanya standard banget ya. Pengen sesuatu yang seru dan pastinya lain daripada yang lain.
Read More

Refund

By March 24, 2015 personal
refund

Siapa yang suka belanja online?

Saya salah satu diantara seribu orang yang pastinya angkat tangan kalau ada yang mengajukan pertanyaan ini. Terakhir belanja online? Beli scarf buat jilbab. Maleuuuz kalo harus ke Thamrin City. Dengan harga yang sama, saya ngga perlu mengeluarkan uang untuk naik kopaja PP, haus dong kalo jalan kaki ke sana… jadi dana konsumsi bisa direduksi. Belum lagi godaan lain kalau langsung datang untuk beli. Jadi untuk keamanan, saya lebih suka beli online.

Yang seru dari belanja online itu… You know the feeling, deg-degan nunggunya, gimana penampakannya secara langsung dibandingkan yang kita lihat di foto… Pokoknya yang suka belanja online pasti ngerti deh. ;)

Beberapa minggu yang lalu, saya mengalami hal yang kurang smooth saat belanja online.
Singkat kata, kiriman terlambat, saya bertanya no resi, dan via whatsapp ownernya menawarkan untuk refund.

“Mbak mau refund? Daripada ngga nyaman di Mbak.”

Saya pernah juga jualan online dan in my universe berlaku apapun yang terjadi, sebagai penjual online saya sebaiknya mengatakan maaf lebih dahulu kalau ada ketidaknyamanan yang terjadi.

Mungkin karena ekpektasi saya ada kata maaf dari penjual. Yang mana tidak pernah ada. Penjual melanjutkan dengan panjang dan hanya saya jawab singkat, “Maaf Mbak saya hanya menanyakan no resi. Tidak panjang.”

Saya tidak ingin refund kok tapi sudah terlanjur kecewa dengan cara penanganannya terhadap customer. Produknya bagus tapi saya sudah terlanjur kurang semangat memakainya ketika datang. Tapi ya sudah lah. Sudah terucap dan tidak bisa diubah.

Mungkin saya sedang tidak beruntung aja sih. Setelah kejadian itu, perkataan seorang teman untuk mengajak saya minum kopi (yang sudah lama) tidak terwujud. I have no idea, mungkin dia hanya mengatakan begitu saja tanpa benar-benar niat sementara saya memang menunggu. Ngobrol-hal-yang-ngga-penting alias apa saja sambil kedua telapak tangan melingkar di cangkir kopi yang hangat. Saya ingat terakhir saya lunch dengan teman saya itu, menyenangkan banget. Ketawa. Ngobrol dari A sampai Z. Selalu ada hal yang bisa menghangatkan hati.

“Jadi kapan dong traktir gue ngopi?”
“Eh lo pake aja deh starbucks card gue, ntar lo dateng juga kan ke acara X.”
Saya menarik napas panjang sambil memaksa diri untuk senyum. “Never mind.”

Bukan uangnya.
Bukan perkara ditraktirnya.
Tapi kehadiran yang tidak tergantikan.
Itu yang hilang.
Itu yang tidak bisa dikembalikan.

Tapi satu hal yang saya pelajari sih, mungkin hal yang “penting” bagi kita pastinya belum tentu penting buat yang lain. Mungkin itu salah satu cara alam semesta memberi tanda agar kita membacanya, kita sudah ngga penting lagi.
Sometimes, we say things we don’t mean. Keluar begitu saja tanpa sadar bahwa konsekuensinya ada seseorang yang sedikit kecewa.

Karena beberapa hal menyenangkan itu tidak selalu membutuhkan uang.
Karena beberapa hal mengesankan itu tidak bisa dikembalikan dengan uang.

Tidak bisa refund.

Garmin Vivosmart

By March 20, 2015 active, gear

garmin vivosmart 1

Honestly saya udah happy banget sama Vivofit yang saya pakai untuk activity tracker. Tapiii pas tau Garmin rilis adik Vivofit yaitu Vivosmart, saya bener-bener excited banget!

Kepikiraaan terus… kayak mikirin siapa gitu ya, ngga bisa berenti.
Pengen! (pengen di sini artinya harus memiliki :D). Read More