Running Mega Kuningan

By March 29, 2013 fitness


LibuRUN… lari bareng Maylaffayza, Sofie, and Grace di Mega Kuningan. Kali pertama saya lari di sana. Senaaang… lari-lari cantik 10K dengan pace santai. Satu loop-nya kurang lebih 2.5K. Pas lari di sana, terlihat ada beberapa orang yang juga lari. Tracknya memang enak banget sih. Pedestrian yang luas dan permukaan jalan yang baik. Tapi yaaa itu, ngga ada yang jualan minum tentunya :) ini “mind” banget sih karena kebiasaan saya yang harus minum. Jadi di 2K terakhir rasanya berat banget.


Selesai lari 10K, minum jus di ranch market Oakwood. Pas mau pulang, ketemu Adel.

It was a lovely day. :)

Strangers

By March 25, 2013 writing

So…
I think I’m ready to write again.
It’s about Harun and Nisa.
Both have a different reason to run.

It starts from here.

harun:
we used to be strangers.

nisa:
but i don’t want us to be strangers.

again.

Siap Berwirausaha?

By March 22, 2013 daily living

Saya suka kagum kalau mendengar pengalaman para wanita yang berwirausaha. Beberapa yang saya follow di twitter adalah para wanita yang berwirausaha. Di samping daily life, mereka juga tidak jarang tweet tentang tips-tips berwirausaha. Which is nice. Saya tahu benar, tidak mudah kok untuk menjadi sukses berwirausaha. Mungkin kita sekarang melihat betapa suksesnya Lucy Wiryono dengan Steak Holycow (yang sekarang sudah memiliki 3 “Camp”) & Loobie Lobster juga Ibu Diany Pranata Chandra, seorang editor-in-chief majalah Bella Donna. Di balik kesuksesan Lucy, pasti ada beberapa kisah kurang menyenangkan ketika menjalani usahanya. Dan siapa sih yang mengira, Ibu Diany yang kali pertama menjalankan usaha wedding organizer pernah dilempar sepatu oleh kliennya pada saat awal-awal menjalankan usaha. Usaha WO Ibu Diany dimulai bulan Juni 2000 dan baru mendapat klien pertama pada bulan Desember, itu pun dengan diskon 50%! Tough ya.

Tapi, kenapa mereka tetap keukeuh menjalankan usahanya?

Saya yakin jawabannya karena cinta.

Mereka menyukai apa yang mereka jalankan. Mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Jiwanya sudah di sana. Jadi apapun yang terjadi, mereka akan setia dengan wirausaha yang dijalankan. Karena saya yakin, kalau tidak ada itu, tidak mudah untuk menjalankan usaha ketika hujan badai datang. Mereka menghargai proses, bukan hasil jadi. Kalau sudah cinta, dengan senang hati kita akan memberikan waktu sebanyak yang dibutuhkan untuk sukses.

Sama seperti saya dan Thalia, Shinta, Udhien ketika menjalankan The Urban Mama. Kami berempat sudah lama nge-blog. Sudah lebih dari 10 tahun kami bersahabat dengan blog. Kami berempat juga dipertemukan karena blog. Padahal kalau sepintas, blog mungkin sesuatu yang biasa saja. Orang mungkin berkomentar, “Ih! Ngapain sih nge-blog…” Tapi, kalau tidak berawal dari blog, bukan sesuatu yang mungkin untuk memulai The Urban Mama ada.

Dari berempat, sekarang kami terus berkembang menjadi lebih dari 10 orang. Dari kantor virtual, sekarang kami memiliki kantor kecil di Jl Senopati (meski masih kosong dan belum didekorasi). Well, semua bisa terjadi karena cinta, keukeuh, dan berproses.

Salah satu source saya dalam menjalankan wirausaha ini adalah aplikasi MWoman dari Nokia & Indosat, Sukses Berbisnis ala Usaha Wanita. Banyak tips yang bermanfaat yang saya dapatkan. Mulai dari manajemen bisnis hingga pengembangan karakteristik. Very useful! Belajar bisa dimana saja.

So, siap untuk berwirausaha? :)