evakuasi ke paris

artikel untuk MY STORY SPICE! Magazine Juni 2005

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya ‘terjebak’ dalam sebuah perang di negeri orang. November 2004, terjadi perang di Cote d’Ivoire. Negara yang terdapat di Afrika Barat ini sejak lama memang belum lepas dari perang saudara.

Setelah menikah pada tahun lalu, saya mengikuti suami yang sedang menjalani masa ekspatriat di Afrika. Kami tinggal di Afrika Barat tepatnya di kota Abidjan, Cote d’Ivoire. Selain penduduk asli, di Cote d’Ivoire banyak terdapat orang-orang berkebangsaan Prancis, Lebanon dan Vietnam. Populasi orang Prancis memang sangat banyak mengingat Cote d’Ivoire adalah bekas koloni Prancis yang sangat ‘menghasilkan’. Banyak warga negara Prancis yang meneruskan bisnis di sana. Karena masih terdapat perang saudara, maka pemerintah Prancis menempatkan tentara untuk melindungi warga negaranya di Cote d’Ivoire.

Perang saudara yang berlangsung saat itu, merambat pada sikap antipati terhadap warga negara Prancis. Warga asing lainnya ikut panik. Kami yang jelas-jelas tidak berkulit putih-pun akhirnya meninggalkan apartemen.
Kami saat itu ‘mengungsi’ untuk tinggal bersama salah seorang rekan kantor suami yang berkebangsaan Prancis. Bahan makanan dan minuman sangat terbatas. Pada malam hari listrik tidak dinyalakan. Suara tembakan sangat jelas terdengar setiap saat. Semua itu sangat membuat kami cemas. Setelah dua malam berlalu, kami dievakuasi ke pelabuhan dan tinggal di kapal milik perusahaan.
Rekan kantor yang berkebangsaan Italia dan suami saya, ikut membantu kedutaan besar Denmark dan kedubes negara lain untuk mengatur evakuasi. Penerbangan saat itu tidak aktif. Sama sekali tidak ada penerbangan komersial sehingga untuk evakuasi harus menggunakan pesawat charteran. Airport sempat dirusak oleh pasukan pemberontak hingga akhirnya dikuasai tentara Prancis. Sekitar 5000 orang berkebangsaan Perancis kembali pulang ke negara asal, demikian juga dengan warga asing lainnya. Suami dan saya sempat kebingungan dengan keadaan ini karena KBRI tidak berada di Cote d’Ivoire melainkan di Senegal.

Jadilah kami dievakuasi ke Paris! Pemerintah Prancis memberikan kami kemudahan untuk mengunjungi Paris tanpa visa. Kami hanya membawa sebuah duffel bag yang berisi dua potong pakaian dan surat-surat penting saja. Baju yang melekat di badan tergolong tipis sementara cuaca di Paris saat itu sudah memasuki musim dingin!
Kami tiba di Paris pada pukul 2 dini hari. Ternyata kami mendapat ’service’ yang luar biasa dari pemerintah Prancis. Begitu tiba, kami dipersilahkan untuk memilih baju hangat dan syal yang sudah dipersiapkan. Anggota Palang Merah setempat memberi kami makanan dan minuman hangat. Perusahaan tempat suami saya bekerja pun demikian. Country manager menyempatkan diri untuk memastikan keadaan kami baik-baik saja. Benar-benar salut pada mereka!
Kami menginap di hotel tidak jauh dari airport Charles De Gaulle. Keesokan harinya, kami mengelilingi Paris! Mengunjungi Eiffel, Museum Louvre dan berjalan kaki di rue de Rivoli. Hmmm, benar-benar menyenangkan!
Sebelum pergi ke Cote d’Ivoire, kami sudah berniat untuk mengunjungi Paris selama beberapa hari. Tetapi karena tidak sempat mengurus visa, rasanya harus puas menikmati masa transit yang panjang di airport dan sudah hopeless bisa keliling Paris. Justru berkat evakuasi ini lah kami bisa berkeliling Paris! Yes, really… It was a blessing in disguise!
-Ninit Yunita (26), blogger & penulis.

Post to Twitter Tweet This Post


category: traveling

rabat – morocco

artikel travel untuk TRAX magazine, Juni 2005


MOROCCO:
AN UNFORGETTABLE PLACE
TO SEE


Kalau mendapat kesempatan berlibur kemana saja di dunia ini, kebanyakan orang Indonesia dipastikan lebih memilih untuk berlibur ke Eropa. Kemungkinan besar, Afrika tidak termasuk dalam 10 unforgettable places to see versi kamu. Coba pikir-pikir lagi deh kalau sampai melewatkan Morocco. Negara yang terletak di Afrika Utara. Pergi ke Morocco akan membuat kita merasa pergi ke sebuah tempat pada ratusan tahun yang lalu. Bangunan-bangunan tua dengan sentuhan art deco yang dominan dan benteng yang melindungi tiap kota tua di Morocco masih terawat dengan baik. Bagi kamu penggila bangunan tua, then Marocco is the perfect place to see.

Kontributor Ninit Yunita melaporkan hasil perjalanannya dari Rabat- Morocco, untuk kalian.

MOROCCO IN GENERAL

Secara geografis, Morocco terletak tidak jauh dari Spanyol. Hanya saja terpisah oleh selat Gibraltar. Melihat letaknya yang tidak jauh dari Eropa, tidak mengherankan bila terlintas bahwa kebudayaan mereka akan banyak terpengaruh Eropa. Tapi ternyata the cultural shock is extremely high. Justru pengaruh timur tengah-lah yang sangat terasa. Mungkin pengaruh Eropa yang terasa adalah gaya berpakaian anak-anak mudanya yang meski tertutup tapi sangat trendy dan bahasa Prancis sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi.

WHERE TO GO IN RABAT

Rabat adalah capital city-nya Morocco. Merupakan pusat pemerintahan dan istana utama raja Morocco, King Hassan II berada disini. Tempat yang harus kamu kunjungi pertama kali begitu kamu sampai di Rabat adalah Hassan Tower. Dari stasiun kereta api yang ada di tengah kota, kamu tinggal naik taksi dan membayar kurang dari 10 Dirham untuk menuju kesana.

HASSAN TOWER
Begitu akan memasuki area Hassan Tower, kamu akan disambut oleh dua penjaga berkuda lengkap dengan pakaian yang khas di setiap pintu masuk. Menara setinggi 44M akan jadi fokus para turis. Pada abad ke 12, sebuah masjid akan di bangun di area ini. Pembuatan menara dilakukan pertama kali sementara untuk prayer area-nya baru dibuat kolom-kolom. Too bad, pembuatan masjid tidak pernah selesai dan sebagian hancur oleh gempa bumi tahun 1755. Sehingga yang tersisa adalah menara yang pada awalnya direncanakan setinggi 80M (yang berdiri sekarang hanya setinggi 44M), 42 pilar terbuat dari marmer dan 312 kolom berwarna putih.

THE MAUSOLEUM OF MOHAMMED V
Masih di area Hassan Tower, terdapat sebuah bangunan dengan arsitektur yang eye catching. The Mausoleum of Mohammed V adalah tempat yang dibangun pada tahun 1971 untuk menghormati Mohammed V, raja Morocco. Bangunan ini adalah perpaduan masterpiece Hispano – Moresque arsitektur dengan seni tradisional Morocco. Dijamin deh puluhan gambar akan memenuhi kamera digital yang kamu bawa.

ROYAL PALACE
Kalau penasaran pengen lihat istana raja, jalan kaki dari stasiun kereta api aja. Lumayan agak jauh sih tapi pasti nggak akan kerasa karena pemandangan sekitar will keep your eyes entertained. Ada beberapa aparat keamanan yang menjaga disudut tertentu. Dari pintu masuk area istana menuju bangunan utamanya lumayan jauuuh banget! Tapi namanya juga turis, pasti tetep semangat dong. Kalau sedikit capek, liat ke atas aja. Ada ratusan burung merpati yang terbang.

CHELLAH THE GATE
Beberapa kilometer dari Mausoleum of Mohammed V, terletak diluar benteng kota adalah Chellah. Disinilah orang-orang Romawi membangun kota tua Sala, meskipun tidak ada reruntuhan yang secara signifikan ditemukan.

- – - – -
Transportasi
Paling seru keliling ke berbagai kota di Morocco dengan menggunakan Kereta Api. Selain murah, Kereta Api-nya nyaman banget! Bersih dan ber-AC. Untuk first class, tersedia Kereta Api dengan kompartemen. Lumayan kan kalo sepi, kamu bisa sekalian tidur apalagi kalau kamu dalam perjalanan dari Rabat menuju Fez. Mending milih buat pergi malem aja biar sekalian ngehemat nggak nginep di hotel. Banyak banget backpackers Eropa melakukan hal yang sama. Kalau lebih memilih pake pesawat, siap-siap aja merogoh sekitar 1000 Dirham.

Money Changer
Mata uang yang digunakan adalah Dirham. Tidak akan sulit untuk menukar Euro atau Dollar. Bila malas pergi ke bank, gunakan saja mesin yang banyak ditemukan di tepi ruas jalan.

Bahasa
Bahasa Arab adalah bahasa yang banyak digunakan oleh orang-orang Morocco. Tidak mengherankan karena orang-orang Morocco secara fisik tidak jauh berbeda dengan orang-orang Timur Tengah, Hampir jarang terlihat orang-orang Afrika yang berkulit hitam disini. Meski demikian, Bahasa Prancis adalah bahasa yang juga digunakan sebagai alat komunikasi. Sebagian orang Morocco pun memahami Bahasa Inggris.

Baju
Dengan fasilitas Visa On Arrival menandakan kalau Morocco ini welcome banget dengan kedatangan turis. Saat berada di airport Charles De Gaulle – Prancis,, banyak banget segerombolan turis Jepang dengan tujuan Morocco. Selain itu Morocco adalah tujuan favorit orang-orang Eropa. One thing that you have to keep in mind adalah jangan menggunakan celana pendek atau tank top. Berpakaianlah yang sopan mengingat pengaruh Timur Tengah yang kuat disini.<

Post to Twitter Tweet This Post


category: traveling

legenda bola ajaib

Masih inget legenda BOLA AJAIB?

to refresh your mind… gua copy paste postingan Adit bulan Juni 2004.


Allow me to introduce the marvel of electric industry. Bola ajaib. Produk dapat anda temukan di supermarket terdekat.

Cara Pengoperasian Bola Ajaib
Place your hand on the ball and casually call upon evil spirit or arwah-arwah lain yang mungkin gentayangan di tempat-tempat anda (this, may vary). Ada baiknya jika tangan dicuci dahulu karena bola ajaib suka rada jutek kalo tangan kurang bersih. ‘baru keramas nih!’ tutur bola ajaib.

Then, jika berhasil, bola ajaib akan bersedia melakukan hal-hal yang ridiculous (did I spell that right?)

Hanya saja, bola ajaib sering mengalami mal function di mana dia sering merasa perlu memindahkan meja makan seberat kuda nil just 2 inches to the right.

menjelang mens, bola ajaib will look like this…
Jutek.

This wld be a very good time for end user to stay away from bola ajaib. Misalnya elo di dapur, dia di -say- kalimantan.

di saat2 seperti ini, bola ajaib sama sekali tidak beroperasi dan pemakasaan operasi akan memberikan masalah tersendiri bagi end user.

At this time, do not make eye contact.

I love you sweetie.


Suami gua tercinta ini punya berbagai macam nama sayang buat istrinya. Bawel, si Ogo dan BOLA AJAIB.

November tahun lalu, si bola ajaib menggelinding dari Afrika dan kembali ke Bandung karena kerusuhan di Cote d’Ivoire.
Sejak itu Si bola ajaib berubah menjadi Istri Kesepian Pemakai Daster Batik. Namanya juga ajaib, si Bola bisa berubah jadi apa saja.

Istri Kesepian Pemakai Daster Batik terkadang mengalami kesedihan yang panjang akibat perpisahan ini. Ia berdo’a setiap hari semoga tabah dan mengharap hari-hari cepat berlalu agar suami cepat cuti sehingga mereka bisa berkumpul lagi.

Ternyata do’a si Bola Ajaib ini terkabul. 5 Juni 2005 nanti, si Bola Ajaib akan kembali menggelinding ke Afrika. Oh ya, tentunya karena ajaib, dia akan berubah menjadi seorang istri yang membangunkan suami di pagi hari. Menyiapkan celana hitam, kemeja putih dan dasi merah kesukaan suami. Mengantarkan suami sampai ke pintu setelah sarapan selesai dan mendapat hadiah sebuah ciuman di kening.

I’m going back to Africa!

Post to Twitter Tweet This Post


category: husband

a ticket to find your soulmate

Sometimes I wonder.

Maybe God gave us a ‘ticket’ to find your soulmate.

He is somewhere waiting for you at the airport.

airplanes
take you away again
are you flying above where we live
then i look up, a glare in my eyes
are you having regrets about last night?
i’m not, but i like rivers that rush in
so then i dove in
is there trouble ahead for you, the acrobat
i won’t push you, unless you have a net


you say the word you know i will find you

or if you need some time i don’t mind
i don’t hold on to the tail of your kite
i’m not like the girls that you’ve known
but i believe i’m worth coming home to
kiss away night
this girl only sleeps with butterflies
with butterflies
so go on and fly then, boy
(TORI AMOS – SLEEPS WITH BUTTERFLIES)

. . .

Seorang sahabat gua sedang sedikit patah hati.

Dari siang sampai sore tadi kami berdua menyusuri Jalan Braga. Menikmati es krim di Sumber Hidangan Braga yang tempatnya sangat klasik, mengobrol di depan etalase toko buku Djawa dan mencari oleh-oleh wayang golek. Hey you, si kodok ijo! thanks… it was fun! :-)

Gua termasuk salah seorang yang bersedih saat dia putus. Putus memang menyakitkan. Yep, I traveled to a land called Patah Hati and it wasn’t fun at all.

Some of us go to a land called commitment by plane. Direct flight. Seperti teman gua. Jadian dari smp sampai akhirnya mereka menikah.

Sementara gua harus transit di beberapa tempat untuk sampai ke sana. Yes Kodok Ijo, just like you too. ;-)

I thought he’s the one.
He’s smart.
He made me laugh.
He made me comfortable.
He loved me.
Tempora mutantur, nos et mutantur in illis. Times change and we change with them.
It turned out that he was someone in transit, two years in my heart.
He left.
He had to go to arrive at terminal soul mate.

Saat gua pergi ke Morocco dua bulan yang lalu, pesawat air france yang membawa gua harus transit di dua tempat. Satu jam di Singapur & tiga jam di CDG Paris. Dari Jakarta ke Singapur hanya memakan waktu kurang dari satu jam. Dari Singapur ke Paris, memakan waktu lebih dari 12 jam. It was tiring. Posisi kaki yang menyedihkan dan pegal.

Acara putus dan patah hati membuat gua capek.

Then I decided to go to a land called Commitment. Went there by plane. Lima kali transit dengan sebuah koper berisi love yang over weight, sampai akhirnya Adit menjemput gua di Terminal Soul mate.

Sometimes I wonder.
Maybe God gave us a ‘ticket’ to find your soulmate.
He is somewhere waiting for you at the airport.
Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus transit.
Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus mengalami patah hati.
Kita tidak pernah tahu kapan kita sampai.

One thing for sure, when he proposed me… I know I have arrived to the right destination.
I checked the ticket.
I smiled.
I know God gave me the ticket to arrive at Adhitya’s heart.

dedicated to: KODOK IJO. Hey! you better check the ticket, Madame. ;-)

UPDATED: TERMINAL, STASIUN, Pangkalan Ojeg dll… is OPTIONAL :-)


Post to Twitter Tweet This Post


category: thoughts

selective ears

Kemarin sebuah sms masuk dalam inbox.

“Lu bisa ke Toko You sekarang? Gue on the way there.”

Setelah sebelum-sebelumnya kami bingung menentukan tempat untuk bertemu, jadilah kami

memilih makan siang di sebuah tempat makan favorit Bandung yang letaknya di area Dago.

She’s my husband best friend. Lately, kita sering sms-smsan karena gua

memilih untuk membeli obat perawatan untuk muka dari dia demi memikat suami biar lebih cinta hehehe. Hasilnya emang OK banget. Gua nggak perlu pake bedak lagi. Bye bye blush on and everything because sun block is all I need.

Efek menyenangkan dari obat perawatan muka itu bukan topik entry hari ini sih melainkan

‘memilih’ dalam relationship.

“Gue baca-baca gitu ya kalo berdasarkan penelitian di Amerika, sekarang banyak yang

memilih untuk hamil di umur thirty something mendekati 40. Kenapa? Karena di umur segitu, emosi cenderung stabil. Jadi pembawaan ibu ketika hamil cenderung tenang dan itu berpengaruh ke bayi. Anak gue itu lumayan agak emosional deh, Nit. Kali karena gue pas nikah cuma beberapa bulan kosong dan langsung hamil. Saat itu lagi penyesuaian. Seneng-berantem-nangis-ketawa sama pasangan.”

Gua mengiyakan. Jadi inget masa-masa awal gua menikah. He loves sleeping all day like a polar bear. Sementara gua senengnya melakukan hal-hal lain yang melibatkan aktivitas mata terbuka, seperti jalan-jalan exploring Abidjan. Padahal, emang wajar kalau Adit

memilih tidur seharian. Ia harus ‘membayar’ jatah tidur Senin – Jum’at yang hanya beberapa jam karena bekerja dan menulis sampai pagi. Hehehe, maafkan istri bawel ini ya A.

Saat seseorang belum nikah yang pasti frekuensi berantem bisa lebih sering daripada sesudah. Bahkan hal kecil yang sebenarnya nggak-cukup-penting bisa menjadi perusak suasana karena membuat pasangan adu kuat untuk tidak berkomunikasi atau malah ‘meledak’ menjadi sebuah pertengkaran besar.

Kalau udah gitu, someone has to make an effort untuk berdamai. Sebuah ilustrasi ekstrim, pasangan yang dompetnya berjejal dengan uang dan kartu sakti mungkin akan

memilih untuk membelikan barang-barang mahal seperti parfum keluaran Chanel atau perhiasan yang menyilaukan mata. Sah-sah aja sih kalau memang mampu. Setiap pasangan mempunyai cara sendiri untuk berdamai.
Kebanyakan pasangan yang gua tahu sih lebih senang berdamai dengan kata-kata.

“Maafin ya…”
“Hih!”
Si laki-laki kebingungan untuk berdamai karena sudah 100 kali mengucapkan kata maaf tapi tidak mendapat sambutan menyenangkan. Karena itu ia

memilih untuk berkata, “Kamu cantik deh.”
“Bo’ong!”
“Bener.”

-Jeda-

“Kata-kata kamu tadi nyebelin banget tau!”
“Iya… maafin ya.” Ini kali ke 101 ia mengucapkan kata maaf.
“Kok tega-teganya ngatain saya cerewet?”
“Iyaaa… maaf ya..”
“Emangnya saya ini cerewet apa? Harusnya kamu nyadar dong kalo dibilang cerewet itu nggak enak. Saya kan nggak cerewet. Saya nggak suka banget kamu bilang saya cerewet. Sejak kapan coba saya… bla…bla…bla…”
“Iya… iyaa… maafin ya…” ok, 103, noted.
“Trus kamu nyadar nggak kalo kamu itu udah jarang banget bilang sayang sama saya.”
“Iya… saya sayang sama kamu.”
“Kamu tuh ngomong sayang kalo saya minta aja tau.”
“Hmhmm…”
“Sekali-kali kreatif dikit kek sering-sering bilang sayang sama saya.”
“Ok… I will…”
“Kamu sebenernya sayang nggak sih sama saya? Belum lagi kamu tuh suka ngaret lagi kalo janji mau ngejemput. Trus nggak perhatian lagi kayak dulu. Inget nggak… bla… bla… bla…”

Padahal sih emang iya cerewet ya. Hihihi… Sebetulnya perjalanan panjang minta maaf itu bisa di singkat seperti ini:

“Maafin ya…”
“Iya. Maafin saya juga.”

Singkat, padat dan sampai pada tujuan semula tanpa harus melibatkan efek domino yang nggak seharusnya terjadi. Karena sebuah kata yang tidak berkenan di hati, pertengkaran bisa terjadi selama seminggu dan merambat pada pertengkaran lain yang besar. Yang menyedihkan, hubungan yang terjalin lebih dari setahun itu bisa putus dan berakhir tidak baik.

Ilustrasi ‘cerewet’ diatas memang ekstrim.. mungkin karena saat emosi memuncak kita hadir sebagai makhluk yang sangat

‘pemilih’. Kata-kata indah hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Kata-kata maaf sudah tidak sakti lagi untuk berdamai. Telinga kita tiba-tiba berubah menjadi sangat selektif terhadap apa yang dikatakan pasangan.

Saat kita makan siang, kita bisa

memilih makanan yang paling kita sukai dari menu yang ada. Dari berbagai macam obat perawatan muka yang ada di pasar, kita bisa selektif untuk memilih satu yang paling cocok.

But…

when it comes to nice things he says… do we need selective ears?

Have a nice long weekend! :-) /regards, Ninit


Post to Twitter Tweet This Post


category: thoughts

jodoh

artikel untuk mading POTLUCK coffeebar & library

Tuhan menciptakan makhluk secara berpasangan.
It’s absolutely true. Coba deh kita berpikir sebentar. Betapa garingnya dunia kalau tidak demikian. Ada siang ada malam. Mungkin akan membosankan kalau setiap hari adalah siang dan bagaimana kalau setiap hari kita mengalami musim dingin tanpa berganti dengan musim panas.
Ada yin, ada yang. Semua diatur berjalan dengan seimbang. Itu juga sebabnya kenapa laki-laki diciptakan untuk berpasangan dengan perempuan. Seperti Hawa yang diciptakan untuk menemani Adam. Dengan kata lain, semua ada jodohnya.
By the way, lepas dari jodoh, pernah nggak sekali-sekali memperhatikan seseorang yang sedang membaca buku?
Rata-rata kalau saya lihat, para bookish itu senang membaca dengan ‘ditemani’ elemen penting. Lagu yang cenderung tidak berisik, secangkir kopi dan mungkin juga rokok sebagai sesuatu yang ‘wajib’ ada saat membaca.

Lantas, apa hubungannya jodoh dengan buku?

Kalau boleh menjodohkan, maka saya akan menjodohkan buku dengan suasana. Sebagai orang yang addicted to book, selain secangkir kopi dan lagu yang pas, saya membutuhkan tempat yang enak untuk membaca atau sebisa mungkin menciptakan suasana yang nyaman untuk menikmati lembaran-lembaran buku.
Suasana memang sebuah faktor penting yang membuat ritual membaca buku itu jadi lebih khusyu. Meski sudah ada ‘peralatan’ pendukung seperti segelas ice coffee latte atau sebatang rokok, mood membaca buku bisa-bisa hilang kalau suasananya tidak membangun.

Karena itu bila berkunjung ke Potluck saya senang berlama-lama disini. Begitu memasuki jalan Teuku Umar yang rindang dengan pohon-pohon di tepi jalan, suasana itu sudah terbangun dengan sendirinya. Apalagi ketika melangkahkan kaki saat memasuki Potluck. Elemen air langsung menyejukan hati. Lagu yang pas menyambut saya saat memesan kopi sambil memilih kue-kue lezat yang cocok untuk menemani membaca buku yang bisa kita pinjam di library-nya Potluck.

Pilih tempat duduk yang nyaman dan langsung memanjakan kegemaran kita membaca buku sambil sesekali membiarkan tenggorokan dialiri Moccacino. Beberapa jam akan berlalu tanpa terasa. Untuk menyegarkan pandangan mata, ada banyak masterpiece seniman-seniman muda yang dipajang di gallery Potluck. I don’t think I have to go anywhere.

Selain untuk membaca, Potluck juga telah berhasil menyelamatkan saya saat rendezvous dengan beberapa teman. Kami bisa berkumpul di sebuah ruang yang lebih privat tanpa mengorbankan suasana nyaman saat saya menunggu kedatangan mereka ketika membaca buku.

Well, kembali ke topik pasangan. Kalau saat ini status anda masih single, silahkan berharap semoga ketika anda sedang membaca buku di Potluck, ada seseorang yang duduk disamping mengulurkan tangan untuk berkenalan. Dan siapa tahu, dia adalah jodoh yang selama ini sudah ditunggu. Bukankah semua diciptakan secara berpasangan? Have a lucky day!

Post to Twitter Tweet This Post


category: article

morocco

Newlyweds… just like us :)

Jum’at 18 Februari yang lalu, gua pergi ke Casablanca – Morocco. Seneng banget, karena ini pertama kalinya gua pergi jauh sendirian. Apalagi dari dulu pengen banget pergi ke Maroko (thanks ya A udah ngajak kesini). Tapi most of all, lebih seneng lagi karena gua ketemuan sama Adit :)

Pergi pake air france, transit di Singapur & Paris. Nyampe Paris pagi-pagi jam 6, nunggu 3 jam-an bareng sama turis-turis Jepang yang pada mo pergi ke Maroko juga. Kebanyakan sih udah pada tua gitu. Modis juga mereka ya meski udah nini-nini :). Sambil nunggu boarding, baca Gege Mengejar Cinta untuk yang kesekian kalinya sekalian liat turis-turis Jepang itu foto-foto. Hewhewhew…

Nyampe Casablanca Sabtu jam 12 siang waktu setempat. Oh ya FYI, kalo mo ke Maroko gampang banget. Visa-nya on arrival. Jadi gak riweuh deh ngurusnya (denger-denger visa ke Prancis ngurusnya 3 bulan ya?)

Hwaaa… yang paling dramatis sih pas ketemu Adit. Dia ngejemput di airport. Hiks! Kangen! Langsung deh cabs ke hotel (airport – hotel 45 menit).
Kita nginep di Les Saisons. Letaknya ditengah kota, jadi gampang deh begitu keluar hotel gak susah kemana-mana. Yang lucu, pas masuk kamar… bed-nya ada dua :)

CASABLANCA
Casablanca bukan ibu kota Maroko sih, tapi kotanya besarrr! Dan kerasa ‘friendly’ banget dengan liat trotoar yang lebar-lebar dan banyak banget orang yang jalan kaki.
Di sini kita jalan-jalan di kota… tapi yang paling berkesan sih pas pergi ke Hassan Mosque. Masjid di Casablanca yang baguuus banget!!!

Perhatiin deh, gua kecil mungil gitu dibandingin pintu masjid. Dan ini bukan pintu utama masjid tapi pintu sampingnya. Glek! kayak smurf banget gua.

Di Hassan Mosque, detilnyaaa… bagus banget!!!

Sayangnya… masjid ini buat gua berkesan jadi tempat wisata gitu… memang sih dipake sholat juga. Cuma gak serame masjid di kita. Adit aja yang mau sholat disana beberapa kali ditolak masuk. Dikira turis kali ya… padahal udah jelas-jelas bilang muslim. Alhamdulillah gua sih gampang bisa sholat disana. Duh! Baguuus banget dalemnya. Kalo gua liat kayaknya untuk detil detil masjid lebih bagus daripada masjidil Haram.

Hassan Mosque – Casablanca… by the sea
(merci beaucoup JLBG)

Oh ya Hassan Mosque ini letaknya pas di sisi pantai. Jadi kalo lihat dari pinggir, masjidnya kayak yang mengapung di pantai :)

Trus trus…
Gua seneng banget jalan di Casablanca ini karena gedung-gedung tuanya masih dipelihara… kayaknya tiap gedung, semua art deco!
Selain itu, di Maroko, tiap kota punya yang namanya kota lama dan kota baru.

Di Casablanca ini kota dengan arsitektur tua dinamain Old Medina yang letaknya gak jauh dari hotel. Bagus deh! Dalemnya kayak pasar uler gitu.

Meski Afrika, penduduk Maroko itu tampangnya bule-bule arab gitu… mayoritas banyak yang pake jilbab dan gua seneng banget liatnya. Trendi-trendi gitu… modis! Pake boots selutut, pake coat kulit… hmmm… selain itu, mereka pada pake baju khas Maroko. Namanya apa yaaa… lupa! Pokoknya kayak gamis dan atasnya pake capuchon.

By the way… gak nyangka pas kita dateng… DINGIN BANGET!!! Huehuew… iya sih udah liat di yahoo kalo cuaca-nya 6-7 derajat.

karpet khas Maroko.

OUR DAUGHTER!!! :):):)

Nah! she kept starring at us… so i took her pic… awww cutie pie!

MARRAKECH

Cabs ke Marrakech hari Senin siang pake Bis. Bagus deh bis-nya kalo dibandingin sama bis yang ada di kita. Nyaman! Bersih dan pake AC. Perjalanan dari Casablanca ke Marrakech pake bis kurang lebih 4-5 jam. Kita nyampe Marrakech pas matahari tenggelam.

Nginep di Sofitel yang ternyata kamar tertentu lagi disc 50%! Nyam!

Malemnya… langsung sholat magrib di masjid yang baguuus banget. Ibn Yusuf Mosque.

Duuuh, rameee banget di Marrakech ini. Padahal ini bukan weekend! Glek! Kita terus jalan kaki sampe gak sengaja masuk ke Old Medina-nya Marrakech. Woohoo… seru banget! Banyak kiosk yang jualan buah, juice, kurma dll… trus ada juga kayak warung kaki lima-nya. Ada ‘happening art’ juga… wah! Seru abis deh! Kita makan di restoran lantai dua biar bisa motret suasana malemnya.

Hari Selasa…
Kita nyewa guide buat ngajak jalan-jalan di Marrakech bareng sama dua turis dari Prancis.
Sayang karena flash disc gua kecil jadi gak semua foto-foto di Marrakech ini kebawa karena kebanyakan ada di laptop Adit.

Disini kita pergi ke Bahia Palace… Bahia itu nama istri kesayangan raja saat itu. FYI, istri raja ada 4… trus belom lagi concubines nya ada 14 ckckckckkk…
Oh yaaa… untuk orang Maroko… tempat itu biasanya harus ada udara terbuka. Uhmmm, jadi gini… tengah-tengah rumah, harus ada pancuran air (open air) dan tumbuhan. Duh lagi-lagi kereeen! Apalagi hiasan mozaiknya! (karena mayoritas islam, buat muslim gak boleh gambar orang & binatang… jadi hiasannya banyaknya kayak gini).

Selain ke situ, kita pergi ke Medrasa Ben Youssef (madrasah), al-Badi Palace plus ke Majorelle Garden.

FEZ

Rasanya sih masih betah di Marrakech… hehehe… tapi sayang juga udah jauh-jauh ke Maroko kalo cuma diem disini aja. So, Rabu pagi kita pergi ke Fez. Berhubung biar gak lama kita pergi pake royal air maroc.

Nyampe Fez malem. Di Fez cuma sehari aja… kita jalan ke Old Medina. Beli magic carpet hehehe dan minum teh mint ala Maroko (enak deh! Hehehe).

Siangnya udah pulang ke Casablanca pake kereta api.

Back to CASABLANCA
Nyampe Casablanca malem… kali ini minta kamar dengan 1 big bed! ?

RABAT

Jum’at… kita memutuskan buat pergi ke Rabat pake kereta api. Dari Casablanca ke Rabat cuma 1 jam aja. Pas nyampe, pas banget waktunya sholat jum’at. Gua juga ikutan karena disini cewek jum’atan juga. Abis itu… baru deh jalan-jalan.

Rabat ini memang ibu kotanya Maroko. Jadi rame. Abis jum’atan… jalan kaki liat istana raja (sumpeh! Capek bangeeet!!! Saking gedenya). Abis itu pergi liat The Tour Hassan dan Mausoleum Mohamed V.

Dari Jum’at malem sampe Sabtu siang… uhm, memadu kasih dong sama suami. Hehehe. Check out Sabtu abis dzuhur. Pesawat gua terbang jam 4 sore dan harus check in jam 3. Sementara adit jam 7 malem.

So… di airport Mohamed V – Casablanca… kita pisah. Well, gak sedih sih abis dari pertama gua udah tau kalo ketemuan Adit memang cuma seminggu.


Di pesawat… nerusin baca GMC… (tapi foto diatas sih di kereta api hehehe)
Ada yang paling ‘gua banget’ dari percakapan Tia & Gege di bab terakhir…

“Gimana rasanya?”
“Rasanya apa?”
“Gimana rasanya disayang sama orang yang menganggap bahwa kamu adalah pusat jagad raya dia?”
“Hm…. indah.”

Post to Twitter Tweet This Post


category: traveling

buying experience

artikel untuk inspirasi belia harian umum pikiran rakyat

BUYING EXPERIENCE

“Jangan lupa beliin gue oleh-oleh yaaa”.

Mungkin sebagian dari kita pernah mengucapkan hal itu kepada keluarga, teman, sahabat atau kenalan lain yang hendak melakukan perjalanan ke suatu negara. Entah berlibur, sekolah atau malah tugas kerja. Waktu kecil, saya juga pernah mengucapkan hal itu saat ayah saya sedang meraih gelar master di negeri Kanguru. Serentetan barang yang diidamkan seperti sweater wool yang hangat dan boneka koala khas Australia tentu saja saya tulis dalam surat.

Mengingat hal itu, saya jadi malu sendiri. Gimana nggak. Ayah ke sana bukan untuk having fun. Daripada menanyakan bagaimana kabar studi, saya malah berpikir meminta oleh-oleh tshirt merah buatan Adelaide. Aduuuh, ‘nggak sopan’ ya?

Sekarang baru terasa. Pergi ke suatu negara lebih menyenangkan membeli sesuatu dalam bentuk lain daripada barang-barang yang memberatkan koper. Lagipula, bayangkan kalau kamu yang pergi sedangkan kamu memiliki teman yang banyak dan keluarga besar. Rasanya “tidak adil” bila hanya sebagian saja yang mendapat oleh-oleh.

Padahal ada loh sesuatu yang bisa kamu beli yang bisa kamu bagikan kepada siapa saja. Pernah nggak terpikir untuk buying experience ketika kamu pergi ke suatu tempat? Praktis, berkesan dan tentu saja tidak akan membuat koper kamu over weight meski kamu membelinya sebanyak mungkin.

Apa sih maksudnya buying experience itu? Kalau kita artikan buying experience itu adalah “membeli pengalaman”. Jadi bukan membeli barang-barang melainkan pergi ke suatu tempat untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri kita sendiri. Bila pergi ke Paris, misalnya, jangan hanya sekedar nampang di area menara Eiffel dan museum Louvre untuk berfoto. Tapi coba deh, naik dan rasakan bagaimana berada di ketinggian menara Eiffel. Cari informasi mengenai latar belakang menara Eiffel ini. Sampai di rumah, kamu bisa membuat artikel dan mengirimkannya ke belia ‘kan? Dan kalau kamu terkesan saat membaca novel Da Vinci Code, jangan lewatkan untuk mengikuti tour-nya yang sekarang marak di Paris. Bayangkan serunya setiap adegan yang terjadi dalam Louvre. Buying experience! Jauh lebih seru daripada berbelanja di butik-butik mahal Paris.

Seorang teman ada yang sengaja pergi ke Kota Ouarzazate – saat ia berlibur ke Maroko karena ingin melihat papan penunjuk jalan menuju Kota Tombouctou (Timbuktu). Selama ini ia penasaran banget dengan Kota Timbuktu. Is it real atau hanya ada dalam komik Donal Bebek saja? Ternyata memang benar-benar ada loh. Atau memang kalau ingin pergi jauh, kenapa nggak pergi ke Afrika saja sekalian? Penasaran dengan kota Dakar yang terkenal dengan rally Paris-Dakar? Ternyata Dakar ada di sebuah negara yang bernama Senegal dan titik finish rally Paris-Dakar itu di sebuah tempat di sekeliling danau yang airnya berwarna merah muda, Le Lacrose. Ngga percaya? Pergi deh ke sana.

Tulisan di atas hanya sebagai ilustrasi saja. Lagi pula, untuk membeli pengalaman tidak usah pergi jauh-jauh ke luar negeri kok. Cermati aja apa yang ada di sekeliling kita. Pergi ke suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya and on top of everything else, go there alone! Seru juga kan?

So, gimana? Masih berpikir untuk membeli souvenir untuk teman dan keluarga karena tuntutan jangan-lupa-beliin-gue-oleh-oleh-ya? Menurut saya sih mending buying experience aja. Mesti banyak pengalaman yang kamu beli, nggak perlu bayar EUR 20 untuk setiap 0.5 kg bila koper kamu over weight. Souvenir bisa habis dimakan waktu, sementara pengalaman adalah guru yang terbaik yang akan tetap hidup di hati kamu terlebih bila bisa membaginya dengan yang lain.

Ninit adalah penulis novel “Kok Putusin Gue”, yang pernah tinggal di Afrika Barat

Post to Twitter Tweet This Post


category: article

Not The Best Husband

last night, he said…

“I may not be the best husband in the world… but I don’t want to be a bad one.”

he made me cry! :_)

but for me, he is the best!… *updated*… because he gave me a ticket to go here… ‘grin’ kekekekekkk…


Post to Twitter Tweet This Post


category: husband

satu tahun

ANNIVERSARY by TONI TONE TONY

tommorow will come and girl i can’t wait it’s our anniversary
{echo} anniversary
the first thing i’ll do is run straight to you
it’s our anniversary
{echo} anniversary

it’s our anniversary
{echo}It’s our anniversary,
anniversary
it’s our anniversary
{echo}It’s our anniversary,
made for you and me

and i’ve only made plans to hold your little hand
it’s our anniversary
{echo}anniversary
the pleasure’s all mine cuz we have seen good times
It’s our anniversary

Dear Aa
makasih ya A, udah setahun ini jadi suami Bb.
makasih atas bimbingan kamu… kasih sayang… dan support yang selalu kamu kasih buat bb.

happy anniversary yah A!

Post to Twitter Tweet This Post


category: husband

Page 56 of 60« First...«545556575859»...Last »