Refund

By March 24, 2015 read & write
refund

Siapa yang suka belanja online?

Saya salah satu diantara seribu orang yang pastinya angkat tangan kalau ada yang mengajukan pertanyaan ini. Terakhir belanja online? Beli scarf buat jilbab. Maleuuuz kalo harus ke Thamrin City. Dengan harga yang sama, saya ngga perlu mengeluarkan uang untuk naik kopaja PP, haus dong kalo jalan kaki ke sana… jadi dana konsumsi bisa direduksi. Belum lagi godaan lain kalau langsung datang untuk beli. Jadi untuk keamanan, saya lebih suka beli online.

Yang seru dari belanja online itu… You know the feeling, deg-degan nunggunya, gimana penampakannya secara langsung dibandingkan yang kita lihat di foto… Pokoknya yang suka belanja online pasti ngerti deh. ;)

Beberapa minggu yang lalu, saya mengalami hal yang kurang smooth saat belanja online.
Singkat kata, kiriman terlambat, saya bertanya no resi, dan via whatsapp ownernya menawarkan untuk refund.

“Mbak mau refund? Daripada ngga nyaman di Mbak.”

Saya pernah juga jualan online dan in my universe berlaku apapun yang terjadi, sebagai penjual online saya sebaiknya mengatakan maaf lebih dahulu kalau ada ketidaknyamanan yang terjadi.

Mungkin karena ekpektasi saya ada kata maaf dari penjual. Yang mana tidak pernah ada. Penjual melanjutkan dengan panjang dan hanya saya jawab singkat, “Maaf Mbak saya hanya menanyakan no resi. Tidak panjang.”

Saya tidak ingin refund kok tapi sudah terlanjur kecewa dengan cara penanganannya terhadap customer. Produknya bagus tapi saya sudah terlanjur kurang semangat memakainya ketika datang. Tapi ya sudah lah. Sudah terucap dan tidak bisa diubah.

Mungkin saya sedang tidak beruntung aja sih. Setelah kejadian itu, perkataan seorang teman untuk mengajak saya minum kopi (yang sudah lama) tidak terwujud. I have no idea, mungkin dia hanya mengatakan begitu saja tanpa benar-benar niat sementara saya memang menunggu. Ngobrol-hal-yang-ngga-penting alias apa saja sambil kedua telapak tangan melingkar di cangkir kopi yang hangat. Saya ingat terakhir saya lunch dengan teman saya itu, menyenangkan banget. Ketawa. Ngobrol dari A sampai Z. Selalu ada hal yang bisa menghangatkan hati.

“Jadi kapan dong traktir gue ngopi?”
“Eh lo pake aja deh starbucks card gue, ntar lo dateng juga kan ke acara X.”
Saya menarik napas panjang sambil memaksa diri untuk senyum. “Never mind.”

Bukan uangnya.
Bukan perkara ditraktirnya.
Tapi kehadiran yang tidak tergantikan.
Itu yang hilang.
Itu yang tidak bisa dikembalikan.

Tapi satu hal yang saya pelajari sih, mungkin hal yang “penting” bagi kita pastinya belum tentu penting buat yang lain. Mungkin itu salah satu cara alam semesta memberi tanda agar kita membacanya, kita sudah ngga penting lagi.
Sometimes, we say things we don’t mean. Keluar begitu saja tanpa sadar bahwa konsekuensinya ada seseorang yang sedikit kecewa.

Karena beberapa hal menyenangkan itu tidak selalu membutuhkan uang.
Karena beberapa hal mengesankan itu tidak bisa dikembalikan dengan uang.

Tidak bisa refund.

Garmin Vivosmart

By March 20, 2015 active, gear

garmin vivosmart 1

Honestly saya udah happy banget sama Vivofit yang saya pakai untuk activity tracker. Tapiii pas tau Garmin rilis adik Vivofit yaitu Vivosmart, saya bener-bener excited banget!

Kepikiraaan terus… kayak mikirin siapa gitu ya, ngga bisa berenti.
Pengen! (pengen di sini artinya harus memiliki :D).

garmin vivosmart 4

Bagi yang belum familiar, Garmin Vivosmart dan Vivofit ini memiliki fungsi yang sama yaitu activity tracker. Dipasang di pergelangan tangan, seperti jam tangan. Kadang kan kalau udah kerja, asik aja duduk, kurang gerak. Nah, itu lah gunanya activity tracker ini. Ada goal tiap hari yang membuat kita termotivasi buat gerak. Jadi terukur.

garmin vivosmart 1

garmin vivosmart 2
*perbandingan antara Vivofit dan Vivosmart*

Secara penampilan, Vivosmart ini lebih slim dibandingkan Vivofit. Dan perbedaan yang paling obvious adalah Vivosmart ini touch display.

Yang seru… selain activity tracker, Vivosmart ini sesuai namanya, smart!

Kenapa smart?
Karena di Vivosmart selain jumlah langkah, jumlah kalori yang terbakar, jarak yang ditempuh, dan kualitas tidur… juga bisa menampilkan notifikasi kalau ada email yang masuk, telepon, mention di twitter, janji meeting yang udah kita set di google calendar, sms, message facebook… Seru yaaah, kayak double duty gitu jadinya antara activity tracker + smart watch… *that’s why I LOVE IT!* Saya memang suka sama yang pinter. :)

So, basically… Semua yang dilakukan Vivofit juga dilakukan Vivosmart.

Perbedaan antara Vivofit dan Vivosmart adalah:
1.
Vivofit: Baterai tahan 1 tahun. Praktis, ngga perlu di-charge.
Vivosmart: Baterai tahan kurang lebih 7 hari. Setelah itu harus di charge.

garmin vivosmart 3

2.
Vivofit: Tanda bahwa kita harus aktif bergerak adalah dengan munculnya bar merah di layar. Semakin panjang bar merah, semakin terlihat bahwa kita ngga aktif.
Vivosmart: Tanda kita harus aktif bergerak dengan getaran dan terbaca “move!” di layar.

Layar Vivosmart akan gelap kecuali bila kita sentuh atau kalau kita angkat tangan kita, layar otomatis akan menampilkan fungsi yang kita pilih ketika layar menyala. Dengan touch display, kita tinggal menggerakan jari ke kanan atau ke kiri untuk mencari data yang ada di Vivosmart dan tinggal tekan untuk memilih fungsi yang diinginkan.

But, first of all… Setelah Vivosmart ada di tangan kita, download aplikasi Garmin Connect. Saya menggunakan Samsung Galaxy S5. Lalu nyalakan bluetooth untuk pair antara smartphone dan Vivosmart.

garmin vivosmart 4garmin vivosmart 6

Klik di kiri atas “Home” > “Connect” > “Devices” > klik “Details” di Vivosmart > dan klik “Device Settings” untuk menentukan apa yang ditampilkan di Vivosmart.

garmin vivosmart 5
Contohnya seperti ini, ada notifikasi meeting dari Google Calendar.

Semua notifikasi yang muncul di layar Vivosmart dapat kita langsung baca lengkap, tinggal sentuh layar untuk scroll.

Vivosmart juga memiliki fungsi untuk kontrol volume lagu dari smartphone kita. Seru yaaa… pilih lagu tanpa perlu menyentuh smartphone. Satu fitur yang saya suka adalah “find your phone”. Jadi kadang-kadang smartphone suka tersesat di dalam tas atau kadang kita lupa menyimpan smartphone. Dengan menggunakan fitur find your phone di Vivosmart, smartphone akan berbunyi dan lampunya pun menyala. Jadi ngga panik lagi atau ngga harus minta teman miss call handphone kita. Tentunya bluetooth harus selalu connected ya antara Vivosmart dan smartphone kita.

Untuk sync dari Vivosmart ke smartphone juga praktis banget kok. Bluetooth harus on dan tinggal klik aplikasi Garmin Connect. Secara otomatis, semua data akan tertransfer.

Dengan harga Rp 2.200.000 saya puas menggunakan Vivosmart. Sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu activity tracker dengan bonus yang menyenangkan seperti smart watch. Vivosmart ini bisa didapatkan di Garmin Indonesia Mall Emporium Lt 1. Coba aja kontak FBnya, Garmin Indonesia atau intip di group Garmin Indonesia.

Really love to wear Vivosmart!

Mari Lari Lagi

By March 12, 2015 active, gear
mari lari lagi 8

Pengakuan. Sejak Desember 2014, saya merasa kehilangan motivasi untuk lari. Ngga tahu kenapa, rasanya shut down.
Saya mengerti pasti dalam hal apapun akan ada hal seperti ini. Ketika lingkaran berputar dan yang ada di depan mata adalah kehilangan motivasi. Api-nya hilang.

Saya lalu menjalani masa hilangnya motivasi itu. Tidak lari. Padahal dulu tidak terbayangkan kalau tidak lari. Ya, saya pernah mencoba untuk lari lagi. Tapi baru 1-2K rasanya sudah penuh perjuangan. Napas berat, ngos-ngosan, cepat lelah. Dulu bisa lari pace 7. Sekarang pace 8 pun sudah bagus.

Belum lagi pola makan yang tak terkendali. Hasilnya? Berat badan bertambah dan bentuk tubuh berubah. Duduk jadi tidak nyaman karena muffin top yang keterlaluan.

Akhirnya, pelan-pelan saya berusaha mengembalikan semangat untuk lari seperti dulu lagi.
Read More

Sebelas Tahun

By February 9, 2015 daily living
sebelas tahun

Sebelas tahun menikah. Sebelas tahun sama partner ngupas bawang, Adhitya Mulya. Read More

Stay Healthy and Happy

By February 6, 2015 daily living
Stay Healthy and Happy 03

Pengakuan.
Saya sedang ada di masa kurang semangat olahraga.
Read More

Hidup Happy

By February 2, 2015 daily living
hidup happy 01

Dengan umur yang semakin bertambah, ada dua hal yang saya yakini penting yaitu kesehatan dan kebahagiaan.
Read More

Mooncup

By January 20, 2015 daily living
mooncup

Sebenarnya saya sudah lama tahu tentang Mooncup. Tahun 2011 sudah pernah dibahas di The Urban Mama. Read More